Connect with us

News

Kyiv Terus Tekan Barat Menyusul Pertempuran Yang Membayangi Timur Ukraina

Avatar

Diterbitkan

pada

Seorang warga, Natalia Titova (62) ketika menunjukkan rumahnya yang dihancurkan oleh penembakan Rusia. (Reuters).

FAKTUAL-INDONESIA: Ukraina sedang mencari putaran lain terkait sanksi Uni Eropa terhadap Moskow. Mereka juga berharap lebih banyak bantuan militer dari sekutunya saat bersiap menghadapi serangan besar Rusia di timur negara tersebut.

Rusia telah gagal merebut kota-kota besar sejak melancarkan invasi pada 24 Februari lalu. Tapi Ukraina, seperti dikutip dari Reuters, telah mengumpulkan pasukannya di timur untuk serangan besar dan telah mendesak orang-orang untuk melarikan diri.

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan di Twitter, bahwa dirinya telah berbicara lewat telepon dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz tentang sanksi tambahan, serta lebih banyak dukungan pertahanan dan keuangan untuk negaranya. Zelenskiy juga berdiskusi dengan pejabat Ukraina tentang proposal Kyiv, untuk paket baru sanksi Uni Eropa, kata kantornya.

Dalam pidato video Sabtu malam, Zelenskiy memperbarui seruannya untuk larangan total produk energi Rusia dan lebih banyak senjata untuk Ukraina.

Sementara, Uni Eropa sendiri pada hari Jumat melarang impor batubara Rusia di antara produk lainnya. Tapi masih belum menyentuh impor minyak dan gas dari Rusia.

Advertisement

Korban sipil yang meningkat, telah memicu kecaman internasional yang meluas dan sanksi baru. Khususnya atas ratusan kematian di kota Bucha, di barat laut Kyiv yang sampai lebih dari seminggu yang lalu, masih diduduki oleh pasukan Rusia.

Sebuah kuburan dengan dua mayat sipil telah ditemukan di desa Buzova dekat Kyiv. Kata seorang pejabat Ukraina, itu penemuan terbaru yang dilaporkan sejak penarikan Rusia dari daerah utara ibukota.

Taras Didych, kepala komunitas Dmytrivka yang mencakup Buzova, sebelumnya berbicara dengan televisi Ukraina tentang lusinan mayat. “Saat ini, saat kami berbicara, kami sedang menggali dua mayat penduduk desa, yang terbunuh,” kata Didych kepada Reuters melalui telepon.

“Ada orang lain yang tidak bisa kita temukan. Mereka bisa berada di tempat yang berbeda, tapi ini tidak mengurangi rasa sakit karena kehilangan orang yang dicintai.”

Moskow sendiri telah menolak tuduhan kejahatan perang oleh Ukraina dan negara-negara Barat. Ia membantah menargetkan warga sipil dalam apa yang disebutnya “operasi khusus” untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” tetangga selatannya. Ukraina dan negara-negara Barat telah menolak ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang.

Advertisement

Rusia sedang berusaha untuk membangun koridor darat dari Krimea, yang dicaploknya pada tahun 2014, dan wilayah Donbas timur yang sebagian dikuasai oleh separatis yang didukung Moskow, kata kementerian pertahanan Inggris.***

Lanjutkan Membaca