Connect with us

Politik

Jakarta Bakal Dibanjiri Demo Mahasiswa, Menkominfo Ingatkan Berorasi dengan Etika dan Berbudaya

Avatar

Diterbitkan

pada

Menkominfo Johny G Plate. (Ist)

Menkominfo Johnny G Plate. (Ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Besok, Senin (11/4/2022) aksi demo mahasiswa akan berlangsung di beberapa kota, termasuk Jakarta. Mereka yang akan berunjuk rasa adalah Badan Eksekutuf Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Kebebasan menyampaikan pendapat lewat aksi demo sebenarnya sudah dilindungi oleh Undang Undang Dasar 1945. Namun perlu diperhatikan bahwa saat berorasi mahasiswa hendaknya menyampakian aspirasinya dengan tertib dan beretika.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G. Plate mengimbau para mahasiswa yang berencana berunjuk rasa pada Senin (11/4/2022) agar menyampaikan orasi atau aspirasi dengan cara yang beretika dan penuh tata krama.

“Saat lagi orasi gunakanlah diksi yang menunjukkan kita bangsa yang berbudaya,” ucap Menkominfo Johnny G. Plate di Jakarta, Minggu (10/4/2022).

Sebagaimana diketahui, mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI akan menggelar demonstrasi di sejumlah daerah termasuk di Ibu Kota Jakarta.

Advertisement

Menkominfo Johnny menilai penyampaian pendapat oleh mahasiswa memang sudah dijamin dalam undang-undang. Akan tetapi, hal tersebut hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang sopan, dan mengutamakan nilai-nilai kebangsaan.

Mahasiswa, sambung dia, merupakan generasi dan harapan bangsa. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi hendaknya juga harus memilih diksi atau pilihan kata yang baik atau santun.

“Tunjukkan kita itu calon-calon intelektual dan calon pemimpin masa depan,” ujarnya.

BEM Nusantara sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah tidak melarang mahasiswa untuk melakukan aksi dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi.

Koordinator BEM Nusantara untuk Pulau Jawa Ahmad Marzuki mengatakan, pemerintah tetap memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.

Advertisement

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengatakan, dalam berunjuk rasa sudah ada rambu-rambu atau aturan yang mengatur tentang penyampaian pendapat. Hal itu utamanya harus dilakukan dalam koridor demokrasi yang baik.
Menurut Adi, jika penyampaian pendapat sampai dilakukan dengan cara “chaos” itu akan mencoreng citra gerakan mahasiswa. Dalam perkembangan demokrasi negara yang saat ini sudah mulai berkembang bagus, maka upaya menyampaikan aspirasi dengan cara elegan jauh lebih diutamakan. ***

 

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement