Kesehatan
Terkena Radang Tenggorokan, Jangan Buru-buru Minum Obat Antibiotik

Foto: Istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Polusi udara tanpa disadari telah memicu radang tenggorokan. Penyakit ini memang tidak perlu dikhawatirkan. Tapi, ketika radang menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama terasa sakit saat menelan dan berbicara.
Untuk mengobatinya biasanya langsung minum obat antibiotik.
Namun, seperti dikutip dari halosehat.com, Kamis ( 21/10/2021), tidak semua kondisi radang tenggorokan dapat disembuhkan dengan antibiotik.
Perlu diketahui bahwa ada banyak penyebab radang tenggorokan, di antaranya adalah virus dan bakteri. Penggunaan obat antibiotik tergantung dari apa penyebab radang tenggorokan tersebut.
Radang tenggorokan atau faringitis memang paling sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti pada penyakit pilek atau flu. Radang tenggorokan karena virus dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu.
Namun, peradangan pada tenggorokan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, yakni Streptococcus grup A. Jika spesifik disebabkan bakteri tersebut, penyakit ini disebut juga dengan sttep throat..
Umumnya, radang tenggorokan karena bakteri ini terjadi pada anak-anak usia 5-15 tahun, tapi orang di segala usia juga bisa mengalaminya.
Menurut sebuah studi, infeksi bakteri Sreptococcus di tenggorokan bisa lebih serius dibandingkan virus penyebab pilek jika tidak kunjung sembuh.
Pasalnya, infeksi bakteri ini bisa menimbulkan masalah di sekitar tenggorokan seperti radang amandel atau sinusitis.
Selaim itu, infeksi bisa menyebar ke jaringan lain dan menyebabkan demam rematik atau peradangan pada ginjal, meskipun komplikasi ini jarang terjadi.
Untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan bakteri, diperlukan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Antibiotik selanjutnya perlu dikonsumsi sampai habis dalam rentang waktu yang ditentukan dokter.
Antibiotik tidak ampuh untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus.***














