Connect with us

Nasional

Siaga dan Waspada! Tinggi Letusan 1 – 1,1 Km, Gunung Dukono dan Semeru Berkali-kali Erupsi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) dan Gunung Dukono Maluku Utara (Malut), Senin (6/4/2026), yang teramati melontarkan abu vulkanik setinggi 1.100 m dan 1.000 m. (Magma Indonesia)

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) dan Gunung Dukono Maluku Utara (Malut), Senin (6/4/2026), yang teramati melontarkan abu vulkanik setinggi 1.100 m dan 1.000 m. (Magma Indonesia)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Dukono yang berstatus waspada atau Level II dan Gunung Semeru dengan status Siaga (Level III) hari ini, Senin (6/4/2026), terpantau berkali-kali erupsi. Sementara itu hingga pukul 11.00 WIB, tercatat juga Gunung Ibu yang berstatus Siaga (Level II) sekali erupsi.

Erupsi Gunung Dukono dan Semeru sampai melontarkan  tinggi kolom abu sampai 1000 m (1 km) hingga 1.100 m (1,1 km). Sedangkan tinggi kolom abu erupsi Gunung Ibu mencapai tinggi 600 m.

Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) dari pagi teramati erupsi tujuh kali. Semeru dengan posisi geografis di Latitude -8.108°LU, Longitude 112.92°BT, erupsi mulai pukul 00.38, 04.37, 05.00, 05.41, 06.51, 07.16, dan 09.29 WIB.

Menurut laporan petugas Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Liswanto AP dan Sigit Rian Alfian seperti dilansir laman Magma Indonesia, dari rangkaian erupsi Gunung Semeru itu hanya satu kali visual letusannya tak teramati pada pukul 09.29.

Mengawali erupsi hari ini pukul 00.38 Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3676 mdpl melontarkan kolom abu abu setinggi 1.000 m (1km).

Advertisement

Sigit Rian Alfian melaporkan: “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 06 April 2026, pukul 00:38 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 135 detik.”

Menurut Liswanto AP tinggi kolom abu Gunung Semeru meningkat pada erupsi pukul 06.51 yang mencapai ketinggian 1.100 m.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 06 April 2026, pukul 06:51 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1100 m di atas puncak (± 4776 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis Liswanto AP.

Sedangkan empat erupsi Gunung Semeru lainnya tidak ada yang menyentuh ketinggian 1.000 m.

Mengingat aktivitas Gunung Semeru, PVMBG memberikan rekomendasi:

Advertisement
  1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Erupsi Gunung Dukuno

Sementara itu Gunung Dukono yang  terletak di Kab\Kota Halmahera Utara, Maluku Utara dengan posisi geografis di Latitude 1.693°LU, Longitude 127.894°BT, tercatat erupsi tiga kali hingga pukul 13.00 WIT.

Berdasarkan laporan Petugas PVMBG,  Hanhan Handayani dan Bambang Sugiono, erupsi Gunung Dukono yang memiliki memiliki ketinggian 1087 mdpl itu terjadi pukul 13.00, 09.26 dan 05.52 WIT.

Menurut Bambang Sugiono dalam dua kali erupsi, Gunung Dukono teramati melontarkan kolom abu dengan tinggi masing-masing 1.000 m.  

“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Senin, 06 April 2026, pukul 09:26 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 2087 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis Bambang.

Pada bagian lain Hanhan Handayani melaporkan, erupsi Gunung Dukono  pukul 13:00 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 1887 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat dan barat laut.

Advertisement

Untuk Gunung Dukono, PVMBG mengeluarkan rekomendasi:

  1. Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
  2. Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar G. Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Petugas PVMBG, Darsono Haji Muhammad Nur juga melaporkan erupsi Gunung Ibu di di Kab\Kota Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut).

“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Senin, 06 April 2026, pukul 06:50 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 1925 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 46 detik,” tulisnya dalam laporan di Magma Indonesia. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement