Connect with us

Internasional

Amerika Melarang Israel Serang Lebanon Lagi, Trump Janji Tangani Hizbullah dengan Tepat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Cukup, sudah cukup kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar menghentikan serangan ke Lebanon

Cukup, sudah cukup kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar menghentikan serangan ke Lebanon

FAKTUAL INDONESIA: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa Washington secara aktif melarang Israel melakukan serangan tambahan terhadap Lebanon seiring dengan berlakunya gencatan senjata yang baru terbentuk.

“Israel tidak akan lagi membom Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh AS. Sudah cukup!!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Ia selanjutnya menegaskan bahwa gencatan senjata Lebanon-Israel sama sekali terlepas dari pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran. Ia mengatakan Washington akan terus bekerja sama dengan Lebanon, dan menangani situasi (Hezbollah) dengan cara yang tepat.

Trump merujuk pada Hizbullah Lebanon, yang pelucutan senjatanya telah lama diupayakan oleh AS dan Israel.

Trump mengumumkan pada hari Kamis gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon yang dimulai pada tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut.

Advertisement

Menurut angka resmi, lebih dari 2.196 orang tewas dan 7.185 luka-luka selama 45 hari serangan Israel di Lebanon, dengan lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Israel melancarkan perang terhadap Lebanon pada Oktober 2023, dan gencatan senjata diumumkan pada November tahun berikutnya, tetapi Israel terus melanggarnya setiap hari sebelum memperluas serangannya pada 2 Maret.

Israel menduduki wilayah-wilayah di Lebanon selatan, sebagian selama beberapa dekade dan sebagian lainnya sejak melancarkan serangan darat baru ke Lebanon tahun ini.

Tentara Israel Terluka

Enam tentara Israel terluka, dua di antaranya kritis, pada hari Jumat ketika sebuah alat peledak meledak di Lebanon selatan, menurut media Israel.

Advertisement

Saluran televisi Israel Channel 14 melaporkan bahwa keenam tentara tersebut terluka dalam ledakan itu dan segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Saluran tersebut mengklaim insiden itu merupakan “pelanggaran” gencatan senjata oleh Hizbullah.

Hingga pukul 13.36 GMT, tentara Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun tentang insiden tersebut, dan Hizbullah belum memberikan tanggapan.

Presiden Trump mengumumkan pada hari Kamis gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon yang dimulai pada tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement