Connect with us

Otomotif

7 Penyebab Rem Motor Bunyi Saat Dipakai, Wajib Diketahui!

Diterbitkan

pada

Penyebab Rem Motor Bunyi

Ilustrasi: Penyebab Rem Motor Bunyi Saat Dipakai

FAKTUAL INDONESIA – Rem motor yang mengeluarkan bunyi saat digunakan sering kali membuat pengendara merasa tidak nyaman, bahkan khawatir akan kondisi kendaraannya. Suara seperti decitan, gesekan, atau bunyi berisik lainnya bisa muncul secara tiba-tiba, baik saat pengereman ringan maupun ketika rem ditekan lebih dalam. Kondisi ini tentu tidak boleh dianggap sepele, karena bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman. Mengetahui penyebab rem motor bunyi sangat penting agar kamu dapat mengambil langkah yang tepat sebelum kerusakan menjadi lebih parah.

Pada dasarnya, sistem rem motor dirancang untuk bekerja dengan optimal tanpa menghasilkan suara yang mengganggu. Namun, seiring penggunaan, berbagai faktor seperti kotoran, keausan komponen, hingga kesalahan pemasangan dapat memicu munculnya bunyi pada rem. Selain itu, kondisi jalan yang berdebu atau basah juga bisa mempercepat terjadinya gangguan pada komponen rem. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk lebih peka terhadap perubahan sekecil apapun, termasuk suara yang tidak biasa saat mengerem.

Dengan memahami berbagai penyebab rem motor bunyi, kamu bisa lebih cepat mengambil tindakan sebelum masalahnya semakin parah. Tidak hanya membuat berkendara jadi lebih nyaman, tapi juga membantu menjaga keamanan saat di jalan. Berikut ini beberapa penyebab rem motor bunyi yang sudah faktualid.com lansir dari berbagai sumber:

Penyebab Rem Motor Bunyi Saat Dipakai

  1. Kampas Rem dan Piringan Cakram Bergesekan

    Saat kamu menekan tuas rem, kampas rem akan menekan cakram dengan cukup kuat. Gesekan inilah yang membuat motor bisa melambat hingga berhenti. Tapi, seiring waktu, gesekan yang terus terjadi bisa jadi berlebihan dan akhirnya menimbulkan suara yang mengganggu. Kondisi ini termasuk salah satu penyebab rem motor bunyi yang cukup sering terjadi.

    Agar tidak semakin parah, coba cek kondisi kampas rem dan cakram secara berkala. Kalau kampas rem sudah mulai tipis atau cakram terlihat aus, sebaiknya segera diganti. Dengan rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan, kamu bisa mencegah munculnya bunyi rem yang mengganggu sekaligus menjaga performa pengereman tetap optimal.

  2. Kampas Rem terlalu Kering atau terlalu Basah

    Kampas rem yang kondisinya terlalu kering atau justru terlalu basah bisa memicu munculnya suara yang mengganggu. Jika terlalu kering, biasanya kampas rem kekurangan pelumas, sedangkan jika terlalu basah, gesekan yang terjadi bisa jadi berlebihan dan menimbulkan bunyi.

  3. Cakram Rem Berlubang atau Retak

    Jika cakram rem sudah mulai ada lubang atau retakan, permukaannya jadi tidak rata lagi. Saat kampas rem bergesekan dengan permukaan yang tidak mulus ini, gesekannya jadi tidak konsisten. Nah, kondisi seperti ini termasuk salah satu penyebab rem motor bunyi, karena bisa menimbulkan suara berdengung, berdenting atau bahkan berdecit saat kamu mengerem.

    Selain itu, retakan atau lubang pada cakram juga bisa memicu getaran yang tidak normal ketika rem ditekan. Getaran ini biasanya terasa sekaligus menimbulkan suara seperti bergetar yang cukup mengganggu. Jika dibiarkan, getaran tersebut bisa semakin terasa dan bikin pengalaman berkendara jadi tidak nyaman.

  4. Kampas Rem sudah Menipis 

    Dalam beberapa kasus, bunyi rem yang mengganggu bisa muncul karena komponen pengereman sudah aus atau mulai menipis. Kampas rem yang tipis membuat gesekan dengan cakram jadi lebih kasar, sehingga memicu suara yang berasal dari gesekan dengan bagian seperti kaliper rem dan master silinder.

    Baca juga: 11 Persiapan Touring Motor, Perhatikan agar Perjalanan Lebih Aman dan Nyaman

  5. Sil Master Rem Bocor

    Jika silinder master rem mengalami kebocoran, tekanan cairan rem di dalam sistem jadi tidak stabil. Akibatnya, pengereman tidak bekerja secara maksimal atau merata, dan ini bisa jadi salah satu penyebab rem motor bunyi saat kamu menekan tuas rem. Biasanya, bunyinya terdengar seperti cengkeraman yang tidak pas di cakram atau drum, bahkan kadang terasa seperti gesekan yang tidak beraturan.

  6. Bahan Kampas Rem terlalu Keras

    Kualitas bahan kampas rem sangat berpengaruh pada tingkat gesekan dan seberapa halus rem bekerja saat ditekan. Jika kampas rem terbuat dari bahan yang cenderung keras atau kasar, biasanya suara yang dihasilkan juga lebih nyaring atau berisik saat digunakan. Selain itu, kampas rem yang sudah aus atau terlalu tipis juga bisa memicu bunyi yang mengganggu. Hal ini terjadi karena gesekan antara kampas rem dan cakram atau drum jadi tidak merata.

  7. Piston Master Rem Macet

    Jika piston rem motor macet atau nyangkut di posisi tertentu, hal ini bisa jadi salah satu penyebab rem motor bunyi yang sering terjadi. Saat piston tidak bergerak dengan normal, gesekan di dalam kaliper jadi tidak merata. Akibatnya, tekanan ke kampas dan cakram rem juga jadi tidak seimbang, dan munculah bunyi yang mengganggu saat rem digunakan.

    Selain itu, gesekan antara piston dan seal di dalam kaliper juga bisa ikut menimbulkan suara. Seal ini biasanya terbuat dari karet dan berfungsi menjaga posisi piston tetap stabil sekaligus mencegah kebocoran cairan rem. Kalau terjadi gesekan yang tidak normal di bagian ini, suara yang muncul bisa berupa desisan atau decitan saat kamu menekan rem.

Itulah beberapa penyebab rem motor bunyi saat dipakai yang sudah dilansir oleh faktualid.com dari berbagai sumber. Bunyi pada rem motor saat digunakan memang sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman. Dengan memahami berbagai penyebabnya, mulai dari kampas rem yang aus, cakram yang tidak rata, hingga komponen lain yang bermasalah, kamu bisa lebih cepat mengambil tindakan yang tepat. Perawatan rutin dan pengecekan secara berkala juga sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih serius. Jadi, jangan abaikan suara aneh pada rem motor Anda, ya. Pastikan selalu dalam kondisi prima agar berkendara tetap aman, nyaman, dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement