Connect with us

Kesehatan

Keringat Dingin Mengindikasikan Ada Gangguan Kesehatan

Diterbitkan

pada

Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA: Berkeringat merupakan respons tubuh terhadap berbagai penyebab stres internal dan eksternal termasuk pengerahan tenaga yang berlebihan. Lain halnya dengan keringat dingin.

Dokter di Baylor University, Arindam Sarkar seperti dikutip dari antaranews.com, mengatakan,
keringat dingin bukan diagnosis medis tetapi sebenarnya kondisi ini melibatkan banyak bagian rumit dari tubuh manusia dan sebagian besar masih misteri.

Keringat dingin memang sedikit berbeda. Kondisi ini bisa digunakan untuk menggambarkan menggigil sebagai respons terhadap suatu penyakit atau pengobatan.

Secara umum, para ahli kesehatan sepakat keringat dingin adalah saat seseorang mulai berkeringat sekaligus merasa kedinginan dan ini membuat berbeda dari keringat biasa.

Dokter di Baltimore’s Mercy Medical Center, Kathryn Boling mengatakan, ada berbagai penyebab munculnya keringat dingin, tetapi umumnya, karena infeksi, demam, atau masalah kesehatan yang mendasari, seperti serangan jantung atau gula darah rendah.

Advertisement

Keringat dingin bahkan bisa menjadi tanda perubahan hormonal, seperti mengalami hot flash selama menopause, penyesuaian hormon setelah kehamilan, hingga stres atau cemas.

Dalam kasus demam, penderits mungkin akan berkeringat dingin saat demam mulai turun. Penderita bisa berada dalam situasi di mana benar-benar kepanasan karena demam, lalu berkeringat dan merasa kedinginan.

Selain itu, bisa juga berkeringat dingin saat berolahraga atau setelahnya, menurut dokter di Providence Saint John’s Health Center, Santa Monica, California, David Cutler.

Ini seperti dalam kasus perubahan hormon dan gula darah rendah yang dapat terjadi tanpa demam.

“Walau jarang terjadi, keringat dingin dapat menjadi indikasi penyakit tidak menular lainnya termasuk kanker, atau bahkan dapat disebabkan oleh obat-obatan,” kata dokter di Northwestern Medicine Huntley Hospital, Roshi Gulati.

Advertisement

Dokter di University of Minnesota Medical School, Laura Miller mengungkapkan, perawatan untuk keringat dingin berdasarkan penyebab yang mendasari.

Jadi, menurut dia, sangat penting untuk memperhatikan gejala lain yang mungkin Anda alami jika tidak merasa mengalami keadaan darurat medis, misalnya telapak tangan basah, merasa tidak nyaman atau berkeringat.

Boling mengatakan, jika seseorang demam, maka bisa minum obat penurun demam untuk membantu merasa lebih nyaman. Demam dapat mengindikasikan infeksi virus, seperti flu atau Covid-19, jadi sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang apa yang harus dilakukan.

Jika seseorang mengalami keringat dingin terus menerus atau disertai gejala seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, perasaan pingsan, atau nyeri, segeralah mencari perawatan medis.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement