Kesehatan
Ketahui 7 Tanda Bahaya Kehamilan yang Patut Diwaspadai

Ilustrasi wanita hamil (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Ketika seorang wanita memasuki masa kehamilan, ada banyak kemungkinkan yang bisa dialami. Beberapa perubahan dan keluhan pada tubuh juga umum dikeluhkan ibu hamil. Keluhan tersebut biasanya mudah ditangai atau bahkan hilang dengan sendirinya. Namun, ada sejumlah tanda bahaya kehamilan yang perlu ibu hamil waspadai.
Sebenarnya, ibu hamil sangat umum jika merasakan berbagai rasa tidak nyaman. Rasa sakit atau tidak nyaman tersebut terkadang disepelekan dan dianggap normal. Padahal, itu bisa menjadi tanda bahaya kehamilan yang harus segera ditangani. Lantas, apa saja tanda-tanda bahaya tersebut?
Berikut beberapa tanda bahaya kehamilan yang telah faktualid.com rangkum dari laman resmi kemenkes dan hellosehat.
Daftar isi
1. Terjadi pendarahan
Tanda bahaya kehamilan yang pertama yaitu terjadi pendarahan. Wanita perlu waspada jika hal ini terjadi. Pasalnya, pendarahan hebat pada saat usia kehamilan muda bisa menjadi tanda mengalami keguguran.
Baca juga: 5 Risiko Ibu Hamil Memakai Pakaian Ketat bagi Kesehatan
Pendarahan dikatakan normal jika hanya sebatas bercak. Namun, dianggap berbahaya jika volume darah yang keluar cukup banyak dan disertai adanya gumpalan jaringan. Apabila pendarahan terjadi pada usia hamil tua, ini bisa menjadi pertanda plasenta menutupi jalan lahir.
2. Sejumlah bagian tubuh membengkak
Selama masa kehamilan, wajar jika wanita mengalami penaikan berat badan. Wanita hamil juga kerap mengalami pembengkakan di sejumlah tubuh. Namun, Anda perlu waspada bila pembengkakan pada kaki, tangan dan wajah disertai dengan pusing kepala, nyeri ulu hati, kejang dan pandangan kabur.
Sebab, hal ini bisa menjadi tanda bahaya kehamilan. Jika demikian, segera bawa ke dokter untuk ditangani, karena tidak menutup kemungkina kondisi ini pertanda terjadinya pre-eklampsia.
3. Demam tinggi
Tanda bahaya kehamilan berikutnya yaitu demam tinggi. Demam memang penyakit yang umum dan sebenarnya tidak begitu berbahaya. Akan tetapi jika terjadi pada ibu hamil dan demamnya cukup tinggi Anda patut mewaspadai.
Demam tinggi membuat ibu hamil tidak nyaman dan juga memengaruhi kondisi bayi di kondisi ini bisa menjadi pertanda kemungkinan tubuh Anda mengalami infeksi. Segera diperiksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama jika demam terlalu tinggi.
4. Mual dan muntah
Sebetulnya, mual dan muntah yang dirasakan wanita yang sedang dalam masa kehamilan tergolong normal. Khususnya pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini bisa berbahaya ketika terjadi secara berlebihan. Jika sudah parah akan merasakan dehidrasi, kekurangan elektrolit, kurang gizi, dan penurunan berat badan.
Baca juga: 7 Cara Menaikkan Hb pada Ibu Hamil, Secara Alami atau Medis?
Segera menemui dokter saat ibu hamil mengalami hal tersebut karena dikhawatirkan ini adalah kondisi hiperemesis gravidarum yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
5. Sakit saat buang air kecil
Selain mual dan mudah, tanda bahaya kehamilan lainnya adalah sakit saat buang air kecil. Intensitas buang air kecil akan meningkatkan ketika hamil. Perlu diketahui, ini juga bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih saat hamil yang kerapkali terjadi.
Kondisi ini perlu segera ditangani. Jika tidak nantinya infeksi akan menyebar ke area ginjal atau bahkan membahayakan janin dalam kandungan. Segera temui dokter saat pertama kali merasakan sakit saat buang air kecil. Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa mengakibatkan bayi lahir secara prematur.
6. Pergerakan janin kurang aktif
Salah satu tanda bahaya kehamilan adalah janin kurang aktif bergerak. Hal ini menandakan jika janin mengalami kekurangan oksigen atau kekurangan gizi. Apabila dalam 2 jam janin bergerak di bawah 10 kali, segera periksakan kondisi tersebut ke dokter kandungan.
7. Ketuban pecah
Ketika ibu hamil mengalami pecah ketuban sebelum waktunya, segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, kondisi ini dapat membahayakan sang ibu dan bayi. Pecah ketuban dapat menunjukkan persalinan prematur dan secara signifikan meningkatkan risiko infeksi.
Terkadang urin yang bocor dari kandung kemih juga bisa disalahartikan sebagai cairan amnion yang bocor. Dokter akan melakukan tes untuk menentukan asal cairan tersebut.
Itulah beberapa tanda bahaya kehamilan yang patut diwaspadai. Ketika Anda mengalami gejala diatas, jangan sungkan untuk memeriksakan diri ke dokter.***














