Connect with us

Ekonomi

Rabu Ceria, IHSG Melesat Cetak Rekor Tertinggi Di Atas 9.000, Rupiah Akhirnya Bangkit Juga

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rabu Ceria, IHSG Melesat Cetak Rekor Tertinggi Di Atas 9.000, Rupiah Akhirnya Bangkit Juga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat cetak rekor tertinggi sepanjang masa lagi sementara nilai tukar (kurs) rupiah bangkit menguat, jadilah perdagangan saham dan valuta Rabu (14/1/2026) ceria.

FAKTUAL INDONESIA: Rabu (14/1/2026) menjadi hari ceria bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan nilai tukar (kurs) rupiah. Bagaimana tidak?

Pasa perdagangan saham hari ini IHSG BEI bukan saja betah di zona hijau namun melesat mencetak rekor tertinggi  baru sepanjang masa atau all time high (ATH) dengan melewati level 9.000.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya bangkit juga setelah dibuka dan ditutup menguat dalam perdagangan valuta kali ini. Ini merupakan kebangkita pertama kali rupiah setelah loyo terus sejak awal tahun 2026.

Baca Juga : Penutupan Perdaganga Hari Ini, IHSG Menghijau Lagi, Rupiah ya Ampun ……

Awas Ambil Untung

IHSG BEI mempertahankan posisi di zona hijau ketika pada pembukaan perdagangan saham Rabu pagi dibuka menguat 58,75 poin atau 0,66 persen ke posisi 9.007,04.  Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,66 poin atau 0,42 persen ke posisi 882,53.

Advertisement

Sampai penutupan sesi pertama perdagangan, IHSG tetao betah di teritori positif.  Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Bahkan sejak siang hari tadi, laju IHSG langsung melesat ke level 9.049,29 yang merupakan level harga ATH baru perhari.

Baca Juga : Sempat Cetak Rekor Tertinggi IHSG Malah Tergelincir, Rupiah Masih Terus Melemah

Memang ketika penutupan, IHSG ditutup tetap menguat meski menurun tipis menjadi 0,94% di posisi 9.032,58. Ini pun menjadi level harga tertinggi penutupan IHSG. Level terendah IHSG tercatat 8.979,6.

Phintraco Sekuritas seperti dilansir Bloomberg Technoz memaparkan, katalis positif yang mendorong laju IHSG datang dari ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga The Fed, kenaikan harga komoditas, aliran masuknya dana investor asing, serta aksi korporasi emiten. Seiringan dengan Rupiah yang juga ditutup menguat.

Secara teknikal, terjadi golden cross IHSG dan pelebaran histogram positif MACD. Sehingga IHSG diprediksi masih berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 9.070 – 9/100.

Baca Juga : Suntikan Sentimen Domestik dan Global Bangkitkan IHSG ke Posisi 8.936

“Namun perlu diwaspadai potensi terjadinya profit taking pada perdagangan Kamis, menjelang libur long weekend,” jelas Phintraco.

Advertisement

Senada, Panin Sekuritas juga memaparkan hal serupa, IHSG bergerak di zona hijau, berhasil breakout resistance 9.003.

“Stochastic golden cross, maka IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance selanjutnya di range 9.270 – 9.390,” terang Panin.

Berdasarkan data RTI, IHSG sore naik 84,281 poin atau setara 0,94 persen ke posisi 9.032. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 9.007. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 8.979 dan tertinggi di posisi 9.049.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 64,305 miliar senilai Rp29,129 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16.459 triliun dengan frekuensi sebanyak 3.430.893 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 440 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 240 saham melemah, dan 128 saham lainnya stagnan.

Advertisement

Baca Juga : IHSG Makin Hijau Dekati Level 9.000, Rupiah Masih Loyo Bisa Terperosok Rp17.000 Per Dolar Amerika

Pendukung Penguatan Rupiah

Sementara itu nilai tukar (kurs) rupiah akhirnya mampu bangkit terhadap dolar Amerika Serikat setelah ditutup menguat pada perdagangan valuta Rabu (14/1/2026) sore. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.865 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.877 per dolar AS.

Rupiah sudah menguat sejak pembukaan perdagangan ketika dibuka menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.870 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.877 per dolar AS.

Sejalan dengan itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga menguat tipis. Rupiah Jisdor naik 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 16.871 per dollar AS.

Direktur PT. Traze Andalan Futures,Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa kurs rupiah menguat setelah rilisindeks harga konsumen AS berada di bawah ekspektasi. CPI inti AS naik 0,2% pada bulan Desember dan 2,6% secara tahunan, yang memperkuat spekulasi penurunan suku bunga di masa mendatang.

Advertisement

“Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga (The Fed) pada tahun 2026,” ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026), seperti dilansir ipotnews.

Baca Juga : IHSG Makin Moncer Terbang Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Rupiah Malah Loyo Lagi

Rupiah juga menguat di tengah fokus pasar yang masih berpusat pada risiko geopolitik, salahsatunya diIran yang dilanda protes anti-pemerintah. Ketegangan di negara tersebutmeningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah.

Kerusuhan tersebut sekaligusmemicu peringatan dari Presiden AS Donald Trump, yang memperingatkan kemungkinan tindakan militer dan mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berbisnis dengan Iran.

Rupiah juga menguat di tengah kekhawatiran atas independensi bank sentral AS, Federal Reserve setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal yang melibatkan Ketua The Fed Jerome Powell.

“Meskipun perkembangan ini membuat investor gelisah, para kepala bank sentral dan eksekutif bank besar secara terbuka mendukung Powell, menekankan pentingnya menjaga otonomi The Fed di tengah tekanan politik,” Ibrahim menyoroti. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement