Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Rabu 6 Mei 2026: Bergairah, Cetak Hattrick Menguat hingga Ancaman Aksi Ambil Untung

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Terus bertahan di zona hijau pada pembukaan dan penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses mencatat hattrick menguat. (AI/Ist)

Terus bertahan di zona hijau pada pembukaan dan penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses mencatat hattrick menguat. (AI/Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tampil impresif sehingga sukses mencatat hattrick menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (6/5/2026). Indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini berhasil menutup hari dengan penguatan solid, mencerminkan optimisme investor di tengah berbagai sentimen positif yang menyelimuti pasar.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG menunjukkan tren kenaikan yang stabil. Pergerakan ini didorong oleh aksi beli investor, baik domestik maupun mancanegara, yang kembali melirik aset-aset berisiko di pasar berkembang.

IHSG sudah menguat sejak pembukaan ketika dibuka menguat 29,23 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.086,34. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,48 poin atau 0,51 persen ke posisi 685,06.

Dengan terus tampil percaya diri IHSG ditutup lebih menguat menjadi  35,36 poin atau 0,50 persen ke posisi 7.092,47. Untuk kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,18 poin atau 0,17 persen ke posisi 682,76.

Ini merupakan yang ketiga kali secara beruntun IHSG menguat dalam penutupan perdagangan saham domestik.

Advertisement

Motor Penggerak Kenaikan

Dalam perdagangan hari ini terdapat 361 saham menguat, 308 saham melemah dan 292 saham stagnan. Bursa ditutup dengan transaksi perdagangan mencapai Rp17,5 triliun dari 34,8 miliar saham yang diperdagangkan.

Kemudian indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau yaitu konsumer non siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, properti, industri, teknologi. Sedangkan energi, keuangan dan kesehatan melemah.

Seperti dilansir RCTI+, sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) naik 34,23 persen ke Rp200, PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) naik 34,04 persen ke Rp126, dan saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik 25 persen ke Rp380.

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) turun 14,73 persen ke Rp1.100, PT Panin Asset Management Tbk (XPTD) turun 14,41 persen ke Rp386 dan PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) turun 11,11 persen di Rp272.

Advertisement

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, IHSG dan bursa Asia bergerak menguat yang didukung oleh meredanya tensi konflik dan ketegangan di Timur Tengah.

“Dari mancanegara, sentimen positif berasal dari koreksi harga minyak mentah di tingkat global, yang mana minyak jenis WTI turun 8,86 persen ke level 93,21 dolar AS per barel, sedangkan minyak jenis Brent turun 7,75 persen ke level 101,36 dolar AS per barel pada perdagangan hari ini pukul 17.00 WIB,” demikian seperti dikutip dari liputan6.

Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, diantaranya mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pengetatan pembelian valuta asing (valas).

Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat 37 poin atau 0,21 persen menjadi 17.387 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu. 6 Mei 2026 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.424 per dolar AS.

Beberapa saham blue chip mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan, memberikan kontribusi besar terhadap total poin penguatan indeks.

Advertisement

Analis pasar modal mencatat bahwa minat investor terhadap saham-saham perbankan kembali meningkat seiring dengan rilis laporan kinerja keuangan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi.

Sentimen Positif yang Mendukung

Beberapa faktor kunci yang turut mempermanis laju IHSG pada Rabu ini antara lain:

  • Stabilitas Rupiah: Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini memberikan sentimen positif bagi pasar saham, karena mengurangi beban biaya impor bagi emiten dan menarik bagi investor asing.
  • Inflasi Terjaga: Data makroekonomi yang menunjukkan tingkat inflasi nasional tetap berada dalam rentang target pemerintah memberikan kepastian bagi investor mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
  • Sentimen Regional: Mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga terpantau bergerak di zona hijau, memberikan efek tular (spillover effect) yang positif bagi perdagangan di Jakarta.

Proyeksi Perdagangan Esok Hari

Dengan penutupan yang kuat hari ini, IHSG diperkirakan masih memiliki momentum untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan esok. Namun, pelaku pasar diingatkan untuk tetap mencermati potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek dan perkembangan situasi ekonomi di Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi aliran modal global.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, seperti dilaporkan msn, mengatakan penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa global dan regional Asia.

Advertisement

“Penguatan IHSG didukung oleh ditundanya Project Freedom oleh Trump di Timur Tengah, serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, pada perdagangan Kamis (7/5/2026), penguatan IHSG diperkirakan relatif terbatas dan berpotensi mengalami koreksi.

“Untuk besok, IHSG kami perkirakan bergerak terbatas dengan support di 7.047 dan resistance di 7.170,” jelasnya.

Menurut Herditya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas, terutama penguatan harga emas dan pelemahan harga minyak mentah.

Ia juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, yakni BIPI di kisaran Rp268-Rp276, BKSL Rp122-Rp133, serta UNVR di area Rp1.955-Rp2.060.

Advertisement

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, meskipun terbatas.

“IHSG sedang berusaha memecah resistance, di mana level 7.100 menjadi target utama,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi penguatan IHSG masih terbuka dengan kisaran pergerakan di area 7.065 hingga 7.150.

Dari sisi sentimen, Nico melihat pasar masih dipengaruhi perkembangan geopolitik global, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Selain itu, tidak adanya rilis data ekonomi signifikan dalam waktu dekat membuat pergerakan pasar cenderung ditentukan oleh sentimen eksternal.

Advertisement

“Besok IHSG berpotensi menguat terbatas, dengan fokus pada perkembangan tensi geopolitik dan pertemuan Amerika dan Tiongkok,” tambahnya. ***

Lanjutkan Membaca