Connect with us

Olahraga

Mampukah Bertahan Sampai Akhir? Climanusa Pimpin Final GBOT 6, Djarum Black Membayangi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Mampukah Bertahan Sampai Akhir? Climanusa Pimpin Final GBOT 6, Djarum Black Membayangi

Climanusa langsung tancap gas di tiga session awal tapi jaraknya belum aman karena Djarum Black, sang juara bertahan, tetap dalam posisi mengancam. (Foto : Istimewa)

Oleh: Bert Toar Polii

FAKTUAL INDONESIA: Pertarungan menuju puncak GBOT 6 akhirnya mengerucut. Setelah melewati 9 session Swiss yang ketat, dilanjutkan babak knock-out penuh drama, delapan regu terbaik memastikan diri tampil di babak final.

Dua tiket pertama diamankan oleh Olly Dondokambey (juara Swiss) dan MCC Preservasi, serta tuan rumah Ganesha ISR yang langsung masuk sebagai seeded team.

Selebihnya? Di sinilah cerita menjadi menarik—dan sedikit “kejam”.

Regu peringkat 3, Sumsel Terbuka, mencoba membaca situasi dengan memilih Kota Bogor Putra sebagai lawan. Ternyata salah hitung. Kota Bogor Putra justru melenggang ke final.

Baca Juga : Djarum Bold Perkasa di Penyisihan, Siap Mengguncang Babak Final

Hal serupa terjadi pada KB Pertamina (peringkat 4) yang memilih Djarum Bold—dan harus membayar mahal. Djarum Bold lolos sebagai finalis.

Advertisement

Alunad (peringkat 5) juga tidak luput dari nasib serupa. Memilih Djarum Black, mereka justru tersingkir. Juara bertahan itu pun melaju mulus ke final.

Satu-satunya pilihan yang tepat datang dari tim luar negeri, Bridge XMM (Singapura). Mereka memilih GABMO—dan berhasil lolos sebagai finalis ketujuh.

Sisanya? Djarum Super tidak punya pilihan. Mereka harus menghadapi tim yang “tidak ada yang berani pilih”: Climanusa.

Hasilnya bisa ditebak—Climanusa menang dan mengunci tiket terakhir ke final.

Klasemen Sementara Final (Setelah 3 dari 7 Session)

Advertisement
  1. Climanusa – 48,52
  2. Djarum Black – 44,66
  3. Djarum Bold (M) – 36,95
  4. Ganesha ISR – 29,92
  5. Bridge XMM – 24,71
  6. Olly Dondokambey – 19,84
  7. MCC Preservasi – 18,02
  8. Kota Bogor Putra – 16,38

Baca Juga : Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia dalam Usia 86 Tahun

Climanusa langsung tancap gas di tiga session awal. Tapi jaraknya belum aman. Djarum Black, sang juara bertahan, tetap dalam posisi mengancam—dan mereka bukan tim yang mudah dikejar, apalagi di format panjang seperti ini.

______________

Consolation Flight A (Sementara)

  1. GABMO – 61,18
  2. Sumsel Terbuka – 59,56
  3. Ganesha Junior (U26) – 56,14
  4. BTC – 55,73
  5. GBB Putra – 54,72
  6. Alunad – 53,18
  7. Klub Jembatan Bhineka (S) – 49,64
  8. MABI – 49,54
  9. Intan Sejati – 48,68
  10. Jaya Abadi Granitama – 47,34

Masih tersisa 4 session, artinya papan atas masih sangat cair.

______________

Baca Juga : Dari Juru Kunci ke Juara: Kisah Luar Biasa Djarum Bold di Turnamen Bridge MBH!

Consolation Flight B (Sementara)

  1. Mitra Buana – 59,86
  2. Sekop Malang – 53,70
  3. Kota Bekasi Wanita (L) – 53,05
  4. Palembang Junior U26 – 52,64
  5. Riau 203 Bandung (S) – 51,62
  6. Kota Bogor Putri (L) – 50,46
  7. Sumur Ganesha – 50,39
  8. Kota Tangerang – 47,61
  9. Trans Seac – 46,92
  10. Ganesha Senior 2 (S) – 46,41

Situasinya sama: 4 session terakhir akan menjadi penentu segalanya.

 

Advertisement

Kategori Terbaik (Sudah Terkunci)

  • Best Senior: Djarum Super (S)
  • Best Mixed: Tangsel Mixed (M)
  • Best Ladies: Bridge XMM Singapura (L)
  • Best U26: UNPAD Supernova (U26)

Baca Juga : Semifinal Panas Menanti, Djarum Black Seolah Dilindungi Dewi Keberuntungan

Catatan Tukang Bridge

Babak knock-out kali ini memberi pelajaran klasik:

memilih lawan itu seni… dan seringkali jebakan.

Banyak unggulan tumbang bukan karena kalah kelas, tapi karena salah membaca medan.

Dan di tengah semua itu, satu nama muncul tanpa banyak drama:

Advertisement

Climanusa—tidak dipilih, tapi justru memimpin.

Pertanyaannya sekarang:

Apakah mereka bisa bertahan sampai akhir?

Atau justru Djarum Black akan menunjukkan DNA juaranya?

Jawabannya tinggal menunggu 4 session lagi. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement