Home News Hempaskan Juara Bertahan Swiatek, Sakkari ke Semifinal Roland Garros

Hempaskan Juara Bertahan Swiatek, Sakkari ke Semifinal Roland Garros

oleh Bambang

Maria Sakkari mengpalkan tangannya usia memastikan ke semifinal. (rolandgarros.com

FAKTUALid – Petenis unggulan ke-17 tunggal putri, Maria Sakkari (Yunani), membuat hari bersejarah bagi bangsanya ketika sukses menghempaskan juara bertahan Iga Swiatek (Polandia) dengan dua set langsung 6-4, 6-4 guna lolos ke semifinal Grand Slam Prancis Terbuka 2021, Rabu (9/6/2021), di Coupe Suzanne-Lenglen Roland Garros Paris, Prancis.

Petenis berusia 25 tahun itu tak tergoyahkan selama 91 menit. Ia mengalahkan juara bertahan Swiatek untuk mencapai semifinal Grand Slam pertamanya.

Ini melanjutkan Roland-Garros yang luar biasa untuk Yunani saat unggulan ke-17 menyamai kesuksesan rekan senegaranya Stefanos Tsitsipas ke empat besar tunggal putra.

“Ini pencapaian besar, pasti. Saya menikmati … tenis saya dan saya sendiri. Saya memiliki orang-orang di sekitar saya yang memberi tahu saya bahwa itu akan datang. Anda tahu, mereka benar,” kata Sakkari dilansir situs kejuaraan. “Mungkin saya yang memberi tahu mereka, saya tidak sabar, memberi tahu mereka, ‘Kapan dan kapan dan kapan?’ Itu benar-benar datang minggu ini, jadi saya senang tentang itu,” lanjut Sakkari.

Hebatnya, Sakkari baru saja meraih kemenangan pertamanya atas 10 besar dan finalis tahun lalu Sofia Kenin (AS). Ia jumpa Swiatek yang telah memenangkan 22 set langsung di Paris dan merupakan favorit utama untuk mempertahankan gelar mayor pertamanya.

Sakkari menyelamatkan break point pada servis kedua yang berani dan mengamankan set pembuka dengan pukulan backhand yang keras. Sedangkan Swiatek bermain tenis di level tinggi ketika mengalahkan Marta Kostyuk di babak keempat.

Namun, melawan Sakkari, ketegangan terlukis di wajahnya yang panik sejak awal. Swiatek berjuang untuk antisipasi bola-bola tak terduga Sakkari.

“Jelas saya tidak memainkan tenis terbaik saya, itu pasti,” aku Swiatek. “Tetapi Maria melakukan pekerjaan yang baik dengan bermain di forehand saya, yang tidak bekerja dengan tidak baik hari ini… Tahun ini saya mendapat lebih banyak tekanan pada saya, tetapi juga saya melakukannya dengan baik karena saya pikir perempat final adalah hasil yang baik.
Saya menunjukkan konsistensi. Jelas saya tahu saya bisa bermain lebih baik dari hari ini. Semua orang telah melihat itu. Saya tahu saya bisa memainkan bola yang lebih berat dan segalanya, tetapi hari ini seperti itu tak terjadi,” lanjut Swiatek.

Sakkari memiliki momentum yang jelas saat ia mencetak 15 dari 21 poin menjadi 2-0 sebelum Swiatek segera meminta timeout medis untuk mengobati keluhan pinggulnya. Jeda itu tidak mengganggu Sakkari yang santai dan mengobrol santai dengan wasit dari kursi serta meregangkan dan mengepalkan tangan saat dia menyeringai ke timnya.

Swiatek kembali ke lapangan dengan kaki kanan dibalut menandakan ada masalah. Ia tidak dapat menemukan zona serangannya dan tujuh game kemudian menjadikan momen Sakkari untuk memegang kendali permainan.

Sakkari melakukan servis untuk mendapatkan tempat di semifinal dengan menunjukkan ketenangan dan agresifitas yang luar biasa untuk membuat kejutan.

Setelah menghentikan satu kemenangan beruntun 10 pertandingan, Sakkari akan mencoba melakukannya lagi ketika dia bertemu pemain non-unggulan Barbora Krejcikova (Rep Ceko) di semifinal. Krejcikova melenggang sesudah mengandaskan petenis belia 17 tahun Coco Gauff 7-6(6), 6-3.

Sakkari mengakui dia “membuat langkah besar”, tetapi “masih memiliki jalan panjang” untuk memenuhi mimpi itu. “Nah, sekarang pasti ada. Sekarang ini mungkin tenis jadi olahraga terbesar,” kata Sakkari. “Sepak bola sudah berakhir. Bola basket sudah berakhir. Jadi tenis menjadi sorotan… Ini adalah waktu yang sangat menyenangkan bagi tenis Yunani,” pungkasnya. (***)

You may also like

Tinggalkan Komentar