Kesehatan
Begini Cara Penanganan dan Pengolahan Daging Kurban yang Aman Saat PMK Merebak

Ilustrasi hewan kurban (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Tahun ini masyarakat Indonesia merayakan Idul Adha ketika penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sedang mewabah. Untuk itu, masyarakat perlu memerhatikan cara penanganan dan pengolahan daging kurban yang benar supaya aman dikonsumsi.
Seluruh masyarakat dihimbau untuk berhati-hati untuk mengolah daging kurban di tengah wabah PMK. Terlebih tidak ada ciri-ciri khusus hewan terkena PMK setelah dipotong dan manusia tidak bisa mengidentifikasi daging yang didapatkan apakah terkena PMK ataupun tidak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinperpa Kota Pekalongan, Ilena Palupi mengingatkan para takmir masjid serta panitia hewan kurban sebaiknya memisahkan tempat pemotongan hewan kurban yang kondisinya terlihat sakit dengan yang sehat.
“Jika diperlukan, hewan kurban yang sehat terlebih dahulu dipotong, baru kemudian hewan kurban yang sakit,” kata Ilena, Rabu (6/7/2022).
Baca juga: Kementan: Kasus PMK Bertambah, Sudah Menjangkiti 21 Provinsi dan 232 Kabupaten/Kota
Pemisahan dilakukan saat proses pemotongan bagian-bagian hewan kurban yang sudah disembelih sebagai cara penanganan dan pengolahan daging kurban. Pemisahan dilakukan pada bagian daging, jeroan, kaki dan kepala sebelum dibagikan.
Setelah sampai di tangan penerima, kata Ilena, seluruh bagian perlu direbus terlebih dulu minimal 30 menit dengan suhu di atas 70 derajat celcius, sebelum disimpan di lemari pendingin agar lebih aman.
“Selama proses pemotongan dan pengolahan daging dilakukan dengan benar, maka tidak ada bahaya bagi manusia jika mengonsumsi daging sapi atau hewan lain yang terkena PMK,” terang Ilena, mengutip Gatra.
Tak kalah penting, cara penanganan dan pengolahan daging kurban selama wabah PMK yakni membiasakan untuk mencuci bungkus atau wadah daging kurban sebelum dibuang. Pastikan mencucinya dengan sabun yang dapat mematian virus.
Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Nuryani Zainuddin juga memberikan tips untuk menyimpan dan memasak daging kurban di tengah wabah PMK, melansir Tempo, Kamis (7/7/2022).
Beberapa tips antara lain:
- Daging jangan langsung dicuci, panaskan air lalu rebus 30 menit pada air mendidih.
- Jangan langsung dimasak.
- Disimpan di pendingin selama 24 jam. Setelah 24 jam disimpan, pindahkan ke pembeku.
- Bekas kemasan daging tidak dibuang terlebih dulu, rendam dan dicuci dengan deterjen.
Meski PMK pada hewan ternak tidak menular kepada manusia, Nuryani mengatakan manusia bisa menjadi perantara penularan virus tersebut. Itulah mengapa cara penanganan dan pengolahan daging kurban yang benar penting diperhatikan.***














