Connect with us

Kesehatan

Kenali 5 Bahaya Makan Daging Babi yang Berisiko Mengancam Kesehatan

Avatar

Diterbitkan

pada

bahaya makan daging babi

Ilustrasi daging babi (Foto: Healthline)

FAKTUAL-INDONESIA: Mengonsumsi daging babi di Indonesia dinilai tidak umum mengingat mayoritas warganya beragama Islam. Disamping itu, ada beberapa agama di Indonesia yang memperbolehkan penganutnya makan daging babi. Meski lezat dan mempunyai berbagai nutrisi di dalamnya, ada bahaya makan daging babi yang bisa memunculkan risiko kesehatan.

Daging babi merupakan salah satu makanan yang cukup digemari karena rasanya yang lezat. Tapi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa daging babi terbukti bisa memberi efek buruk bagi kesehatan, yakni mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi.

Dosen Prodi Gizi Kesehatan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Harry Freitag, mengungkapkan, daging babi dianggap berbahaya karena memiliki potensi terinfeksi cacing pita. Kendati demikian, Harry mengungkapkan bahwa seiring semakin modernnya zaman, kasus cacing pita pada babi ini mulai berkurang, dikutip dari kompas.

Baca juga: 6 Bahaya Mengonsumsi Makanan Tidak Halal, Tinggalkan!

Tak hanya itu saja, masih ada bahaya makan daging babi lainnya yang perlu Anda waspadai karena bisa memicu masalah kesehatan.

Berikut beberapa bahaya makan daging babi yang telah faktualid.com rangkum dari hellosehat dan sumber lainnya.

Advertisement

1. Memperlambat proses pencernaan

Bahaya makan daging babi yang pertama yaitu memperlambat proses pencernaan. Menurut studi yang diterbitkan oleh Consumer Reports, daging babi memiliki risiko terkontaminasi bakteri Yersinia enterocolitica yang berbahaya.

Apabila bakteri ini masuk ke dalam tubuh, maka bisa menyebabkan demam dan penyakit pada saluran pencernaan. Selain itu, daging babi membutuhkan sekitar 6 jam untuk dicerna. Itulah mengapa makan daging hewan ini bisa memperlambat proses pencernaan tubuh.

2. Infeksi parasit (cacingan)

Mengonsumsi daging dinilai bisa menyebabkan berbagai infeksi parasit atau infeksi trikinosis atau cacingan. Hal ini bisa terjadi ketika daging sudah terkontaminasi oleh cacing pita Taenia solium dan cacing trichinella.

Infeksi ini biasanya terjadi ketika daging tersebut dikonsumsi mentah atau setengah matang. Sebab, parasit cacing tersebut cenderung sulit mati meski sudah melalui proses pemasakan. Seseorang yang mengalami trikinosis mungkin akan mengalami sakit perut, diare, kelelahan, mual, dan muntah.

Tak sampai disitu, makan daging yang terinfeksi bisa mengganggu aliran darah dan masuk ke otot atau jaringan lainnya. Alhasil, menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti sakit otot dan nyeri tekan, mata merah, hingga pembengkakan kelopak mata atau wajah.

Advertisement

3. Hepatitis E

Bahaya makan daging babi berikutnya yaitu hepatitis E.  Mengonsumsi daging ini bisa menyebabkan Anda terserang virus hepatitis E, khususnya mengosnumsi bagian hati. Daging babi yang diolah secara tidak bersih akan lebih rentan terinfeksi virus hepatitis E.

Baca juga: 7 Makanan Ekstrem Dari Indonesia, Anda Berani Coba?

Jika memakan daging yang sudah terinfeksi ini, tubuh akan mengalami demam, kelelahan, penyakit kuning, muntah, nyeri sendi, sakit perut, pembesaran hati, gagal ginjal, bahkan kematian.

4. Meningkatkan risiko kanker

Selain hepatitis E, bahaya makan daging babi juga bisa memperbesar risiko mengalami kanker. Studi yang dilakukan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker pada tahun 2015 menyebutkan bahwa daging merah bersifat karsinogenik bagi manusia. Beberapa jenis kanker bahkan dikaitkan dengan konsumsi daging babi.

Penelitian lainnya juga mengemukakan setiap orang yang mengonsumsi daging merah sebanyak 100 gram per hari, termasuk sapi atau babi, berisiko 17% lebih besar terkena kanker. Angka tersebut jika dibandingkan dengan orang yang tidak atau mengonsumsi daging merah kurang dari 100 gram per hari.

Terlebih, jika makan daging babi olahan yang diproses seperti ham, bacon, dan sosis sebanyak 50 gram setiap hari bisa meningtkatkan risiko kanker kolorektal.

Advertisement

5. Penyakit pada organ hati

Salah satu bahaya makan babi diantaranya adalah menyebakan penyakit pada organ hati. Hal ini dapat terjadi akibat senyawa N-nitroso, yang banyak ditemukan pada produk olahan daging ini yang dimasak pada suhu tinggi.

Selain itu, tingginya kandungan lemak tak jenuh ganda pada daging babi juga merupakan faktor yang mendasari penyakit hati.

Itulah beberapa bahaya makan daging babi. Meski ada sejumlah upaya agar daging babi bisa dikonsumsi dengan aman, akan lebih jika meninggalkan daging hewan bertubuh gemuk guna menjaga tubuh tetap sehat.***

Baca juga: Orang Pertama di Dunia yang Menerima Transplantasi Jantung Babi akhirnya Meninggal

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement