Connect with us

Nasional

6 Bahaya Mengonsumsi Makanan Tidak Halal, Tinggalkan!

Avatar

Diterbitkan

pada

bahaya mengonsumsi makanan tidak halal

Ilustrari makanan halal (Foto: qazwa.id)

FAKTUAL-INDONESIA: Menjadi negara yang mayoritasnya menganut agama Islam, tentu warga Indonesia menjunjung tinggi tentang halal-haram yang dianjurkan dalam agama. Islam melarang mengonsumsi makanan haram karena makanan tersebut sangat berbahaya bagi tubuh. Mengingat bahaya mengonsumsi makanan tidak halal, sangat penting untuk meninggalkan jenis makanan tersebut.

Hal ini tercantum pada QS Albaqarah 168 “ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Meski ada dua golongan makanan haram, yakni berdasarkan dzatnya dan cara mendapatkannya. Tapi makanan haram yang dipahami banyak orang adalah makanan haram karena dzatnya. Makanan haram yang wajib ditinggalkan diantaranya daging babi, keledai, anjing, darah, bangkai mahkhluk darat, binatang buas, binatang yang dihidup di dua alam, dan sebagainya.

Baca juga: Label Halal Gambar Gunungan Berlaku 1 Maret 2022, Stock Lama Ditunggu Sampai Habis

Sebagai hamba yang taat kepada perintah-Nya, seluruh pemeluk agama Islam sangat dianjurkan meninggalkannya karena alasan kesehatan dan berpengaruh terhadap kadar keimanan. Lantas, apa saja bahaya mengonsumsi makanan tidak halal?

Berikut beberapa bahaya mengonsumsi makanan tidak halal yang telah faktualid.com rangkum Nu Online dan sumber lainnya.

Advertisement

1. Amalan tidak diterima

Bahaya mengonsumsi makanan tidak halal yang pertama yaitu amalannya tidak diterima. Ada sebuah hadist yang mengatakan bahwa umat islam yang memakan makanan haram amal ibadahnya tidak diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala selama 40 hari.

Hadist tersebut, yakni Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah”. Apa jawaban Rasulullah, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya” (HR. At-Thabrani).

2. Doa tidak terkabul

Siapapun orang yang beragama Islam namun memakan makanan haram, maka doa orang tersebut tidak dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mengingat bahaya mengonsumsi makanan tidak halal, alangkah baiknya meninggalkan makanan haram tersebut.

Hal itu berdasarkan pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berikut ini:

“Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh rambutnya kusut, mukanya berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku! Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram maka bagaimanakah akan diterimanya doa itu?” (HR Muslim).

Advertisement

Selain makanan yang baik, amal perbuatan yang baik dan ketaatan secara umum juga dapat menjadi pintu cepat terkabulnya doa.

3. Sulit menerima ilmu agama

Bahaya mengonsumsi makanan tidak halal berikutnya yaitu sulit menerima ilmu tentang agama atau ilmu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ilmu dalam agama Islam adalah cahaya. Bahkan, para ulama mengatakan bahwa ilmu Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih berharga dibandingkan harta yang melimpah.

Disamping itu, cahaya tersebut tidak akan diberikan kepada ahli maksiat. Hal tersebut senada dengan dikeluhkan oleh al-Syafi‘i kepada gurunya Imam Waki‘, sebagaimana yang populer dalam sebuah syairnya:

Baca juga: Masih Banyak Produk UMKM Rentan Terhadap Titik Kritis Halal

“Aku mengeluhkan buruknya hapalanku kepada Imam Waki‘. Beliau menyarankan kepadaku untuk meninggalkan maksiat dan beliau berkata, ketahuilah ilmu ialah cahaya Sedangkan cahaya Allah tak diberikan kepada ahli maksiat.”

4. Merusak hati dan akalnya

Selain sulit menerima ilmu agama, bahaya mengonsumsi makanan tidak halal juga bisa merusak hati dan akal manusia. Seseorang yang makan makanan haram hatinya akan tercemar. Sedangkan siapapun yang makan makanan halal maka hatinya juga akan menjadi baik.

Advertisement

Maka dari itu, makanan bisa memengaruhi kekhusukan seseorang dalam beribadah termasuk dalam shalat. Dengan begitu, makanan haram yang dikonsumsi dapat mengeraskan hati yang membuatnya tidak mampu melihat kesulitan orang lain dan enggan membantunya karena rusaknya akal dan hatinya.

5. Ancaman keras di akhirat

Setiap umat Islam tentu sudah mengetahui akan bahaya mengonsumsi makanan tidak halal karena akan mendapatkan ancaman keras di akhirat. Ancaman ini tertulis sudah Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Al-Quran dan hadits. Di antaranya ancaman api nereka bagi orang yang makan harta anak yatim dan harta riba.

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka), (QS al-Nisa’ 4:10).

Sedangkan pada hadistnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersada “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram kecuali neraka lebih utama untuknya” (HR. At Tirmidzi).

6. Rusaknya keturunan

Bahaya mengonsumsi makanan tidak halal yang terakhir adalah merusak keturunan. Seseorang yang memberi makanan haram dapat merusak akhlak dan kebaikan yang ada pada diri anak-anaknya. Itulah mengapa para ulama menegaskan sebagai orang tua sangat penting mencari nafkah dengan yang halal dan berkah.

Advertisement

Demikian pembahasan tentang bahaya mengonsumsi makanan tidak halal. berhati-hatilah dalam mengonsumsi suatu makanan. Lihatlah pada kemasan apakah terdapat logo halal atau menanyakan kepada pelayan jika makan di suatu restoran yang cukup meragukan.***

Baca juga: Menag Yaqut Tegaskan Label Halal Kewenangan BPJPH Bukan MUI, Logo Baru Warna Ungu

Lanjutkan Membaca
Advertisement