Connect with us

Olahraga

🏆 Climanusa Pertahankan Gelar Juara Turnamen Bridge Tugu Muda Cup 2026

Gungdewan

Diterbitkan

pada

  • Sempat Terseok di Penyisihan, Climanusa Bangkit dan Menaklukkan Tuan Rumah Djarum Black di Sesi Terakhir
untuk Climanusa, satu pesan sudah jelas: Gelar boleh dipertahankan, tetapi tahun depan mereka kembali harus memulai dari nol.

Untuk Climanusa, satu pesan sudah jelas: Gelar boleh dipertahankan, tetapi tahun depan mereka kembali harus memulai dari nol. (Foto: Istimewa)

Oleh : Bert Toar Polii – Tukang Bridge

FAKTUAL INDONESIA: SEMARANG, 6 September 2026 — Tim Climanusa kembali membuktikan kualitas dan pengalaman mereka di arena bridge nasional dengan berhasil mempertahankan gelar juara Tugu Muda Cup.

Setelah melalui rangkaian pertandingan yang berlangsung di Wisma Perdamaian, Semarang, 4–6 September 2026, Climanusa akhirnya keluar sebagai juara setelah pada sesi terakhir berhasil mengalahkan Djarum Black, tim tuan rumah yang juga tampil sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Keberhasilan Climanusa terasa semakin istimewa karena perjalanan mereka pada turnamen kali ini sama sekali tidak mudah. Pada babak penyisihan, sang juara bertahan bahkan sempat terseok-seok dan belum menunjukkan posisi dominan seperti yang diharapkan.

Namun, pengalaman bertanding para pemainnya berbicara pada saat-saat menentukan.

Ketika memasuki fase akhir pertandingan, Climanusa mampu bangkit, bermain lebih tenang dan konsisten, hingga akhirnya berhasil melewati para pesaingnya dan mengamankan kembali gelar juara yang mereka raih pada tahun sebelumnya.

Dengan demikian, Climanusa menjadi juara Tugu Muda Cup dua tahun berturut-turut.

Advertisement

Pengalaman dan Ketenangan Menjadi Kunci Kebangkitan

Bridge adalah permainan yang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga konsentrasi, disiplin, pengalaman dan kemampuan menjaga emosi ketika pertandingan memasuki fase kritis.

Hal tersebut terlihat jelas dalam perjalanan Climanusa di Tugu Muda Cup 2026.

Ketika beberapa tim tampil sangat baik sejak babak awal, Climanusa justru harus berjuang untuk memperbaiki posisi. Namun mereka tidak panik.

Memasuki pertandingan-pertandingan penentuan, permainan mereka semakin stabil. Setiap papan dimainkan dengan penuh perhitungan dan mereka mampu memanfaatkan kesalahan lawan.

Advertisement

Puncaknya terjadi pada sesi terakhir, ketika Climanusa berhadapan dengan Djarum Black.

Kemenangan pada pertandingan terakhir tersebut memastikan Climanusa berada di posisi teratas dan kembali membawa pulang trofi Tugu Muda Cup.

Tim Climanusa diperkuat oleh:

GE Vincent Nikolas

David Parningotan Hutahaean

Advertisement

Julius Anthonius George

Robert Tobing

Taufik Asbi

Kombinasi pemain berpengalaman tersebut akhirnya mampu mengatasi tekanan dan membalikkan keadaan setelah sempat kesulitan pada fase penyisihan.

Preservasi Jalan: Juara Penyisihan yang Harus Puas sebagai Runner-up

Advertisement

Salah satu cerita menarik lainnya datang dari Preservasi Jalan.

Tim ini tampil sangat mengesankan pada babak penyisihan dan berhasil keluar sebagai juara babak penyisihan. Mereka menunjukkan konsistensi permainan sejak awal dan sempat berada di posisi teratas.

Namun, format pertandingan yang masih menyisakan sejumlah sesi setelah penyisihan membuat posisi tersebut belum menjamin gelar juara.

Pada akhirnya, Preservasi Jalan harus puas menempati peringkat kedua setelah Climanusa melakukan kebangkitan luar biasa di fase akhir.

Preservasi Jalan diperkuat oleh:

Advertisement

Verdianto Bitticaca

Vian Bitticaca

Syahrial Ali

Arie M

Michael F.C

Advertisement

Noldy R.N

Prestasi sebagai runner-up tetap merupakan hasil yang sangat baik, terutama setelah mereka berhasil menjadi tim terbaik pada babak penyisihan.

BTC Malang Melengkapi Podium

Posisi ketiga ditempati BTC Malang.

Tim asal Malang ini juga tampil konsisten sepanjang turnamen dan berhasil mengamankan tempat di podium.

Advertisement

BTC Malang diperkuat oleh:

Thoriq A.

Sacchariawan I. P.

Berlin

Elwindra

Advertisement

Youberth J. S.

Ronny E.

Dengan menempati posisi ketiga, BTC Malang berhasil menjadi salah satu dari tiga tim terbaik pada Tugu Muda Cup 2026.

Djarum Black Harus Puas di Posisi Keempat

Sebagai tuan rumah, Djarum Black tentu berharap dapat mengakhiri turnamen dengan gelar juara di kandang sendiri.

Advertisement

Mereka bahkan berhasil melaju hingga pertandingan terakhir dan berhadapan langsung dengan Climanusa dalam perebutan gelar.

Namun, kemenangan akhirnya menjadi milik sang juara bertahan.

Djarum Black harus puas berada di peringkat keempat.

Hasil ini tetap menunjukkan bahwa tim tuan rumah mampu bersaing dengan tim-tim terbaik sepanjang turnamen dan menjadi salah satu kekuatan utama dalam Tugu Muda Cup tahun ini.

Hasil Akhir Kejuaraan Beregu

Advertisement

Berikut klasemen akhir delapan besar Tugu Muda Cup 2026:

Peringkat

Tim

🥇 1 Climanusa

🥈 2 Preservasi Jalan

Advertisement

🥉 3 BTC Malang

4 Djarum Black

5 Djarum Bold (M)

6 MABI 1

7 Mampang BC

Advertisement

8 MABI 2

Menarik untuk dicatat bahwa Preservasi Jalan yang menjadi juara babak penyisihan akhirnya harus menyerahkan posisi puncak kepada Climanusa, sementara tuan rumah Djarum Black harus puas di posisi keempat.

Adjat/Dede Juara Swiss Pairs

Selain nomor beregu, Tugu Muda Cup 2026 juga mempertandingkan Swiss Pairs.

Format pertandingan pasangan berlangsung selama 8 sesi, masing-masing 8 board.

Advertisement

Persaingan di nomor pasangan juga berlangsung menarik. Setelah delapan sesi, Adjat/Dede berhasil keluar sebagai juara dengan perolehan 123,67 VP.

Pasangan ini tampil sangat konsisten dan berhasil mempertahankan posisi puncak hingga pertandingan berakhir.

Urutan empat besar Swiss Pairs adalah:

Peringkat         Pasangan                                                         VP

🥇 1                  Adjat / Dede                                                   123,67

Advertisement

🥈 2                  Santje Panelewen / Suci Amita Dewi             112,88

🥉 3                  Allan / Polu                                                     111,53

4                      Dela Ayu Nobira / Desy Noervita Rahayu     107,99

Jarak antara pasangan juara dan posisi kedua cukup signifikan. Adjat/Dede mengumpulkan 123,67 VP, unggul hampir 11 VP atas Santje/Suci.

Dela/Desy, Pasangan Junior yang Mencuri Perhatian

Advertisement

Salah satu hasil yang paling menarik dari Swiss Pairs adalah keberhasilan pasangan muda Dela Ayu Nobira / Desy Noervita Rahayu menempati peringkat keempat.

Pasangan dari Djarum Bridge Club ini memang sedang menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan.

Mereka harus bersaing dengan pasangan-pasangan yang memiliki pengalaman jauh lebih banyak, tetapi mampu bertahan di papan atas hingga akhir pertandingan.

Hasil ini semakin menarik karena keduanya merupakan bagian dari generasi muda yang sedang dipersiapkan untuk menjadi kekuatan bridge Indonesia di masa depan.

Penampilan Dela dan Desy menjadi salah satu catatan positif Tugu Muda Cup 2026: regenerasi bridge Indonesia ternyata terus menghasilkan pemain-pemain muda yang mampu bersaing dengan pemain senior.

Advertisement

Delapan Besar Swiss Pairs

Dari hasil yang terlihat setelah delapan sesi, papan atas Swiss Pairs juga diisi oleh beberapa pasangan lainnya:

Aida / Vanindya (L/U31) — 103,32 VP

Lusye / Joice (L) — 100,53 VP

Edwin / Lucky — 100,02 VP

Advertisement

Okta / Rivans — 97,94 VP

Audu / Oktav — 97,51 VP

Sebagai Best U31 diraih Rachel/Jonathan. Best Ladies Atika/Karin, Best Jateng Pramu/Heri dan Best Mix Dewita Sonya/Stefanus Endras, Best Senior Jongki Tumbel/Ronny Lontoh,

Kehadiran pemain junior seperti Dela/Desy serta beberapa pasangan yang berasal dari kelompok usia muda memberikan warna tersendiri pada nomor Swiss Pairs tahun ini.  Pasangan Dela/Desy dan Dewita/Stefanus akan mewakili Indonesia mengikuti APBF Youth Championships di Hainan China pada 23-27 September 2026.

Tugu Muda Cup dan Semangat Regenerasi Bridge Indonesia

Advertisement

Tugu Muda Cup 2026 bukan hanya menghasilkan juara baru atau mempertahankan juara lama. Turnamen ini juga memperlihatkan dinamika menarik perkembangan bridge Indonesia.

Di nomor beregu, pengalaman akhirnya menjadi pembeda. Climanusa yang sempat terseok di awal mampu bangkit pada saat yang paling penting.

Sementara itu, Preservasi Jalan menunjukkan bahwa konsistensi sejak babak penyisihan dapat membawa sebuah tim hingga runner-up.

BTC Malang melengkapi podium, sedangkan Djarum Black sebagai tuan rumah harus menerima posisi keempat setelah bertarung sampai sesi terakhir.

Di nomor pasangan, Adjat/Dede menunjukkan konsistensi untuk menjadi juara. Namun perhatian juga tertuju kepada Dela/Desy, pasangan junior yang berhasil menembus empat besar.

Advertisement

Inilah salah satu hal yang membuat turnamen seperti Tugu Muda Cup penting bagi perkembangan bridge nasional. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen juga menjadi tempat bagi pemain muda mendapatkan pengalaman bertanding melawan pemain-pemain senior dan berpengalaman.

Selamat untuk Para Juara

Dengan berakhirnya Tugu Muda Cup 2026, Climanusa kembali mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama di arena bridge nasional dengan mempertahankan gelar juara.

Selamat kepada:

🏆 Climanusa — Juara Beregu

Advertisement

🥈 Preservasi Jalan — Runner-up

🥉 BTC Malang — Peringkat Ketiga

Dan selamat kepada:

🏆 Adjat/Dede — Juara Swiss Pairs

🥈 Santje Panelewen/Suci Amita Dewi — Runner-up

Advertisement

🥉 Allan/Polu — Peringkat Ketiga

👏 Dela Ayu Nobira/Desy Noervita Rahayu — Peringkat Keempat

Apresiasi juga layak diberikan kepada Djarum Bridge Club dan seluruh panitia Tugu Muda Cup yang telah menyelenggarakan kompetisi di Wisma Perdamaian, Semarang.

Tugu Muda Cup 2026 kembali membuktikan bahwa Semarang memiliki tempat penting dalam kalender kompetisi bridge Indonesia.

Dan untuk Climanusa, satu pesan sudah jelas:

Advertisement

Gelar boleh dipertahankan, tetapi tahun depan mereka kembali harus memulai dari nol.

Persaingan di meja bridge akan kembali terbuka. ♠️♥️♦️♣️

Selamat kepada seluruh peserta dan sampai bertemu di Tugu Muda Cup berikutnya! ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement