Connect with us

Ekonomi

Genjot Pemerataan Investasi Wisata Luar Jakarta – Bali: Menpar Widiyanti Ajak Kadin Bidik 13 Destinasi Prioritas

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak Kadin perkuat realisasi investasi pariwisata di luar Jakarta dan Bali  dalam forum Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (10/9/2026). (Foto: Kemenpar)

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak Kadin perkuat realisasi investasi pariwisata di luar Jakarta dan Bali dalam forum Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (10/9/2026). (Foto: Kemenpar)

FAKTUAL INDONESIA: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi memperketat strategi pemerataan investasi ke berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini diambil guna mengurai dominasi Jakarta dan Bali sekaligus memperluas dampak ekonomi daerah melalui pembukaan lapangan kerja baru, pengembangan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dalam forum Monthly Economic Diplomatic Breakfast bentukan KADIN Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Jumat (10/9/2026), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa realisasi investasi sektor pariwisata berhasil menorehkan rekor Rp73,56 triliun pada 2025.

Meski demikian, sebaran investasi tersebut dinilai masih sangat timpang dan belum merata di tanah air.

“Saat ini sekitar 76,5 persen investasi pariwisata berada di Jakarta dan Bali, dengan 75 persen di antaranya berupa pembangunan hotel dan restoran. Karenanya kami saat ini melakukan diversifikasi investasi di destinasi prioritas lainnya di luar Bali dan Jakarta,” tegas Menpar Widiyanti.

Bidik 13 Destinasi Prioritas

Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dan sejumlah pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Pariwisata itu Widiyanti mengemukakan, pemerintah secara aktif merangkul investor asing dan mitra internasional untuk menyasar 13 Destinasi Prioritas serta 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Advertisement

Fokus investasi kini tak lagi sebatas akomodasi seperti hotel dan restoran, melainkan digeser ke sektor infrastruktur aksesibilitas dan atraksi baru:

  • Infrastruktur Penunjang: Pembangunan marina kapal pesiar (cruise) dan fasilitas konektivitas.
  • Daya Tarik Baru: Pengayaan ekosistem wisata berbasis pengalaman lokal dan alam.

Guna menarik modal asing, pemerintah menyiap bantuan serta stimulus investasi yang menggiurkan:

  • Fasilitas pengurangan pajak penghasilan (tax allowance).
  • Insentif khusus industri padat karya.
  • Pembebasan bea masuk untuk peralatan wisata dan kapal pesiar (yacht).

Lonjakan Turis Luar Jawa-Bali

Pemerataan investasi ini sejalan dengan tren pergeseran minat wisatawan pada awal 2026 yang tak lagi berpusat di Jawa dan Bali. Berdasarkan data Kemenpar, beberapa destinasi mengalami lonjakan kunjungan yang luar biasa:

  • Danau Toba: Kunjungan melesat lebih dari 106 persen.
  • Lombok – Gili Tramena: Tumbuh signifikan hingga 72,1 persen.
  • Labuan Bajo: Menunjukkan pertumbuhan konsisten dan berprospek cerah.

Menpar memastikan kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya tetap aman serta siap menyambut wisatawan di tengah pemulihan pascadampak bencana di Flores.

Tembus Rp1,14 Kuadriliun

Perekonomian sektor pariwisata menunjukkan tren yang sangat solid. Kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) pariwisata melonjak drastis dari Rp729,1 triliun pada 2022 menjadi Rp1,14 kuadriliun pada 2025, dan membidik angka Rp1,19 kuadriliun pada akhir 2026.

Sinergi antara Kemenpar, KADIN Indonesia, dan mitra internasional diharapkan mampu menjadikan pariwisata sebagai mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif hingga ke pelosok negeri.

Advertisement

Potensi Pariwisata Tanah Minang

Sementara itu Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, yang juga hadir di acara tersebut, turut memaparkan potensi pengembangan sektor pariwisata di tanah Minang. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan di Sumatra Barat telah mencapai 14,9 juta untuk wisatawan nusantara dan pertumbuhan sektor akomodasi, makanan dan minuman tumbuh sebesar 17,57 persen.

Sumatera Barat juga telah mengelompokkan tiga klaster peluang investasi di Sumatra Barat yaitu Mentawai dengan daya tarik wisata surfing kelas dunia, Padang dan Mandeh dengan wisata bahari dan MICE, serta Sawahlunto dengan wisata berbasis sejarah dan budaya.

“Kami mengajak para investor dan industri untuk datang dan melihat langsung potensi pengembangan pariwisata di Sumatra Barat termasuk hadir pada Indian Ocean High-Level Forum pada tahun depan sebagai bagian dari jejaring strategis kerja sama kawasan Samudra Hindia,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Dubes Singapura dan Italia

Advertisement

Sementara Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, memandang forum ini dapat mendorong kerja sama tidak hanya antara pemerintah dengan pemerintah (G to G), namun juga membantu mendorong sektor swasta saling bekerja sama.

Menurutnya, Singapura dan Indonesia telah memiliki rekam jejak kerja sama yang panjang dalam memperkuat sektor pariwisata. Ia memberikan contoh bagaimana Singapore Airlines yang telah menghubungkan 18 titik di Indonesia dari Singapura.

“Peningkatan konektivitas ini telah mendatangkan lalu lintas wisatawan. Semuanya dimulai dari skala kecil, sebelum akhirnya berkembang,” kata Dubes Kwok Fook Seng.

Dengan keberadaan KADIN, banyak pelaku usaha dengan pengalaman serta kapabilitas dan keahlian yang luar biasa. Karenanya, penting bagi pemerintah untuk dapat mendorong para investor untuk melirik lokasi-lokasi, memikirkan berbagai kemungkinan, dan membantu mengembangkannya.

“Saya rasa peran pemerintah yang sebenarnya adalah bagaimana kita membangun ekosistem agar sektor swasta dapat berhasil,” katanya.

Advertisement

Duta Besar Italia untuk Indonesia, Roberto Colaminè, menyoroti tentang pentingnya pengembangan infrastruktur non-fisik yaitu infrastruktur layanan dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh wisatawan.

Ia mencontohkan potensi wisata bahari Indonesia yang sangat tinggi. Sehingga dibutuhkan infrastruktur penunjang, seperti pos-pos kesehatan di sekitar area pantai yang dapat diakses melalui pembayaran langsung oleh wisatawan ataupun melalui sistem asuransi. Selain itu keberadaan hyperbaric chamber (ruang hiperbarik) yang merupakan elemen penting untuk mempromosikan lokasi-lokasi selam di Indonesia.

“Selain itu dalam pengelolaan pariwisata berbasis budaya, seperti di Candi Borobudur, penting untuk tetap menjaga keseimbangan yang sempurna antara pelestarian situs, lingkungan, serta kenyamanan para wisatawan,” kata Dubes Roberto.

Pariwisata Indonesia Unik

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri di Kamar Dagang dan Industri (KADIN Indonesia) James Riady menyampaikan, di tengah pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah tekanan, pariwisata menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan yang sangat signifikan. Oleh karena itu, tidak salah jika Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pariwisata menjadikan pariwisata sebagai salah satu bagian dari prioritas yang sedang didorong saat ini.

Advertisement

“Pariwisata Indonesia sangat unik karena Indonesia tidak harus berinvestasi pada asetnya lebih dulu karena kita punya pantai, laut, lokasi menyelam, diving, hutan, budaya dan lainnya. Namun tantangannya adalah bagaimana tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi jumlah kedatangan wisatawan, lama tinggal (length of stay), pengeluaran, investasi, lapangan kerja, dan kunjungan berulang. Bukan lagi soal potensi, melainkan konversi,” ujarnya.

Oleh sebab itu James berharap, kegiatan ini dapat menjadi forum strategis bagi pemerintah bersama KADIN untuk menggali lebih jauh ide-ide serta peluang kolaborasi bersama mitra-mitra dari negara sahabat dalam memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata.

“Satu karakteristik khusus lainnya dari pariwisata, ia menyentuh masyarakat dengan sangat cepat. Setiap investasi menciptakan lapangan kerja. Itulah mengapa kami percaya bahwa pariwisata layak mendapatkan porsi yang jauh lebih besar dalam strategi pertumbuhan Indonesia,” katanya.

“Monthly Economic Diplomatic Breakfast” merupakan forum rutin bulanan yang diselenggarakan KADIN Indonesia bersama para duta besar dan perwakilan negara sahabat. Forum ini menjadi ruang diplomasi ekonomi untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara mitra.

Forum tersebut sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, dan korps diplomatik dalam menyampaikan arah kebijakan ekonomi serta menjajaki berbagai peluang investasi yang dapat dikembangkan di Indonesia, termasuk di sektor pariwisata.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement