Home Lifestyle 7 Dampak Akibat Makan Pedas, Kurangi Mulai Sekarang

7 Dampak Akibat Makan Pedas, Kurangi Mulai Sekarang

oleh Hana Chaniago
dampak akibat makan pedas

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Akibat makan pedas terkadang tidak bisa dihindari bagi kamu yang memiliki sistem pencernaan yang sensitif. Makanan pedas menjadi salah satu jenis makanan yang banyak digemari, terutama untuk orang Indonesia.

Makanan pedas terbuat dari beberapa bahan, seperti cabai, lada, saus cabai, minyak cabai atau paprika. Meskipun memiliki manfaat baik, gangguan yang mucul dinilai lebih banyak dibandingkan manfaatnya.

Berikut beberapa dampak akibat makan pedas yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.

1. Tumor Lambung dan Tumor Hati

Dampak akibat makan pedas yang pertama adalah terkena tumor hati dan tumor lambung. Kondisi ini terjadi akibat kandungan ekstrak cabai.

Dari penelitian yang dilakukan US National of Medicine National of Health pada tikus percobaan, makanan pedas dapat memicu pertumbuhan tumor lambung dan tumor hati.

2. Diare

Dampak akibat makan pedas yang kedua adalah diare. Diare menjadi salah satu akibat makanan pedas yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar. Diare terjadi karena efek panas yang dihasilkan oleh zat capsaicin.

Ketika makanan pedas dikonsumsi dengan tinggi, dapat memicu sejumlah gejala seperti, mual, diare dan muntah-muntah.

Sejumlah gejala tersebut muncul akibat sistem pencernaan yang terbakar karena iritasi. Iritasi yang terjadi pada sistem pencernaan tersebut juga dapat memicu munculnya rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

3. Tenggorokan Terbakar

Dampak akibat makan pedas yang ketiga adalah tenggorokan terbakar. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, dapat menimbulkan masalah gangguan menelan. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah esofagitis.

Jika sudah dialami, penderita akan mengalami kesulitan makan, penurunan berat badan hingga kekurangan nutrisi. Esofagitis ditandai dengan beberapa gejala, seperti sakit untuk menelan, mual dan muntah, perih pada dada, asam lambung hingga batuk-batuk.

4, Penurunan Kognitif Otak

Dampak akibat makan pedas yang keempat adalah penurunan kognitif otak. Gangguan fingsi kognitif biasanya terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut dapat dikatakan menjadi proses alami seluruh manusia.

Namun, konsumsi makanan pedas terlalu sering dapat meningkatkan risiko tersebut lebih tinggi. Penurunan kognitif otak seiring dengan bertambhanya usia dikatkan dengan penyakit demensia.

5. Menyakiti Mulut

Dampak akibat makan pedas yang kelima adalah menyakiti mulut. Jika kamu mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, makanan pedas dapat menyakiti mulut karena sensasi terbakarnya. Bukan hanya makanan pedas saja, makanan asam, asin, dan keras pun juga memiliki efek yang sama.

Jika mulut mengalami iritasi, kemampuan mulut pun akan mengalami penurunan. Hal tersebut tidak hanya memicu gangguan saat berbicara, tetapi juga menimbulkan rasa tidak nyaman saat makan dan minum.

6. Obesitas

Dampak akibat makan pedas yang keenam adalah obesitas. Dilansir dari Nutra Ingredients, konsumsi makanan pedas menjadi salah satu hal yang meningkatkan risiko obesitas pada seseorang. Hal tersebut dikarenakan, konsumsi makanan pedas dapat memicu peningkatan nafsu makan, khususnya asupan makanan.

Rasa sambal yang pedas dan gurih mampu meningkatkan nafsu makan, karena zat capsaicin dalam cabai meningkatkan hormon endorfin tubuh. Endorfin yang membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Perut Panas Setelah Makan Pedas Secara Alami

7. Sakit Perut dan GERD

Dampak akibat makan pedas yang terakhir adalah sakit perut dan GERD. Dilansir UChicago Medicine, gangguan gastrointestinal menjadi akibat makan pedas selanjutnya.

Gangguan tersebut khususnya pada penderita sindrom iritasi usus besar. Kandungan capsaicin dalam cabai merupakan merupakan salah stau komponen aktif yang menjadi penyebab gangguan pencernaan tersebut.***

You may also like