Internasional
Gempa Guncang Tohoku, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Gempa dahsyat mengguncang Tohoku Jepang Utara pada 20 April sore. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gempa kuat mengguncang wilayah Tohoku, Jepang utara pada Senin sore (20/4/2026) waktu setempat. Hal ini memicu dikeluarkannya peringatan siaga tsunami.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang lepas Pantai Sanriku, Prefektur Iwate, pukul 16.52. Gempa tersebut memiliki intensitas 5 kuat pada skala Jepang 0 hingga 7 di daerah paling terdampak.
Sebanyak 171.957 orang diperintahkan untuk segera meninggalkan kediaman mereka hingga pukul 18.45 waktu setempat usai gempa tersebut mengguncang wilayah Tohoku.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana (FDMA) Jepang terus memantau pergerakan warga untuk memastikan keselamatan di titik-titik pengungsian.
Wilayah yang masuk dalam zona evakuasi ini membentang luas di bagian utara hingga timur Jepang. Tercatat warga di Prefektur Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi, hingga Fukushima harus bersiap menghadapi malam di tempat penampungan darurat.
“Pemerintah prefektur setempat telah mengaktifkan seluruh protokol keselamatan guna mengantisipasi kerusakan struktur bangunan yang bisa membahayakan penduduk,” demikian menurut Japan News, Senin, 20 April 2026.
Akibat gempa, infrastruktur transportasi utama Jepang juga mengalami kelumpuhan signifikan. East Japan Railways Co. melaporkan bahwa layanan kereta cepat pada jalur Tohoku Shinkansen dan Akita Shinkansen telah dihentikan sepenuhnya di semua lini.
Penutupan ini dilakukan segera setelah guncangan hebat dirasakan guna melakukan inspeksi menyeluruh pada rel dan kabel listrik.
Gangguan perjalanan tidak hanya terjadi di pusat gempa. Jalur Tokaido Shinkansen yang menghubungkan Tokyo ke wilayah barat juga sempat terhenti total akibat pemadaman listrik secara mendadak. Pemadaman ini bukan merupakan kegagalan sistem, melainkan bagian dari prosedur keamanan otomatis yang sangat ketat di Jepang saat menghadapi bencana alam.
Menurut penjelasan resmi dari Central Japan Railways Co. (JR Tokai), sistem pencegahan bencana di jalur Shinkansen secara otomatis aktif pada pukul 16.53. Begitu sensor mendeteksi guncangan besar, daya listrik langsung diputus untuk memastikan kereta yang sedang melaju kencang bisa berhenti dengan aman dan menghindari risiko anjlok.
Setelah beberapa jam melakukan pengecekan darurat, layanan Tokaido Shinkansen akhirnya dilaporkan telah beroperasi kembali secara terbatas. Untuk saat ini, perjalanan kereta baru bisa melayani rute antara Stasiun Tokyo dan Stasiun Shizuoka. Namun, para penumpang diperingatkan akan adanya penumpukan jadwal dan keterlambatan yang cukup lama.
Kementerian Urusan Internal dan Komunikasi Jepang menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh dari 171 ribu pengungsi mendapatkan fasilitas yang layak di penampungan.
Petugas di lapangan masih terus melakukan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah untuk memetakan kerusakan infrastruktur publik lainnya.
Gempa Tohoku ini kembali menguji kesiapsiagaan Jepang dalam menghadapi bencana alam berskala besar.
Meski layanan transportasi mulai dipulihkan secara bertahap, warga diimbau untuk tidak lengah terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah pusat berjanji akan terus memberikan informasi terkini mengenai status keamanan wilayah dan pemulihan fasilitas umum.***














