Connect with us

Ekonomi

Tiga Krisis Besar Melanda Dunia, Mentan Amran: Pangan Indonesia Aman, Energi Juli Stop Impor Solar

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran saat menghadiri wisuda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, uji coba 10 unit traktor buatan ITS. (Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran saat menghadiri wisuda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, uji coba 10 unit traktor buatan ITS. (Kementan)

FAKTUAL INDONESIA: Usai menghadiri wisuda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran menegaskan bahwa penguatan riset pertanian menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global, terutama di tengah tiga krisis besar yang sedang dihadapi dunia.

“Kondisi global saat ini ada tiga krisis yang dihadapi dunia. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Tiga ini harus mendapatkan solusi secepatnya,” kata Mentan Amran.

Dalam konteks tersebut, ia menyebut sektor pangan Indonesia saat ini berada dalam kondisi aman dengan cadangan yang terus meningkat seiring penguatan produksi dalam negeri, optimalisasi serapan hasil panen petani, serta pengelolaan stok nasional yang semakin solid.

“Pangan alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, hari ini stok kita tertinggi sepanjang Republik ini merdeka, 4,9 juta ton dan insyaallah hari Kamis nanti sudah 5 juta ton. Dulu maksimal 2,6 juta ton. Pangan Alhamdulillah aman,” ujarnya.

Sementara itu, sektor energi mulai bertransformasi menuju kemandirian berbasis sumber daya dalam negeri, melalui percepatan pemanfaatan biofuel yang bersumber dari komoditas strategis seperti kelapa sawit. Langkah ini ditandai dengan pengurangan ketergantungan terhadap impor solar serta penguatan produksi energi alternatif berbasis CPO (crude palm oil( dan pengembangan bioetanol.

Advertisement

“Insya Allah 1 Juli kita stop impor solar dan dialihkan ke biofuel dari CPO. Dari produksi anak bangsa, produksi bangsa sendiri. Berarti soal pangan dan energi insyaallah aman,” lanjutnya.

Seperti dilansir laman Kementan, Amran mendorong mahasiswa dan perguruan tinggi untuk memperkuat kontribusi riset dan inovasi di sektor pertanian, khususnya yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Amran menilai bahwa riset mahasiswa harus diarahkan pada solusi konkret, tidak berhenti pada kajian akademik semata. Ia juga mendorong mahasiswa dan perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi yang dapat langsung direspons dan dimanfaatkan oleh Kementerian Pertanian. Salah satunya, inovasi yang dikembangkan oleh ITS.

“Yang menarik adalah setiap kami order teknologi baru sesuai kebutuhan negara itu dibuat langsung. Ini traktor buatan ITS kami minta 10 unit uji coba, harganya murah, efisien, efektif, dan terjangkau,” katanya, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa riset kampus mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian secara cepat dan tepat sasaran. Bahkan, teknologi yang dihasilkan memiliki keunggulan dari sisi efisiensi dan keberlanjutan.

Advertisement

“Harganya (traktor yang dikembangkan ITS) separuh dari yang biasa, kemudian efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan listrik. Jadi ini sangat hemat, tidak tergantung lagi dengan solar atau bensin, tetapi listrik,” jelasnya.

Selain pengembangan alat mesin pertanian, Mentan Amran juga menyoroti pengembangan energi alternatif berbasis sawit sebagai bagian dari riset strategis yang perlu terus diperkuat dan dilindungi.

“Kemudian ada lagi tadi benwit, bensin sawit, insya Allah langsung MoU kerja sama dengan PTPN IV. Kita buat industrinya skala kecil dulu, kalau ini berhasil kita buka skala besar. Dan kami minta Pak Rektor dan Pak Dekan, itu kawal dengan baik. Kenapa ini harus dijaga? Karena ini adalah energi masa depan Indonesia karena sumbernya adalah sawit,” terang Mentan Amran.

Di akhir, Mentan Amran mengajak seluruh mahasiswa dan lulusan untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan nasional melalui kolaborasi dan kerja nyata. “Seluruh lulusan, ayo kita kolaborasi. Ayo kita kerja untuk Merah Putih. Ayo kita kerja keras. Tidak ada yang tidak bisa,” pesannya.

Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan bahwa kampus terus mendorong agar riset mahasiswa menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.

Advertisement

“Kami mendorong bahwa penelitian-penelitian tidak boleh berhenti di paper, tidak boleh berhenti di perpustakaan. Harus ada produk-produk inovasi yang dihasilkan agar bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Pertanian, terus diperkuat agar inovasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian nasional. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement