Ekonomi
Dinilai Tak Becus Tangani Minyak Goreng, Mahasiswa di Malang Demo Tuntut Pencopotan Mendag

Suasana aksi unjukrasa menuntut pencopotan Mendag RI di Malang. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencopotan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) RI. Mereka mengklaim, kebijakan pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng merupakan bukti menteri perdagangan yang ada sekarang, tidak mampu menangani harga minyak goreng.
Menurut Koordinator lapangan (korlap), Rahmat Hidayat Madubun mengatakan, pencabutan HET minyak goreng yang membuat harga melambung tinggi, semakin menyengsarakan masyarakat. “Copot Mendag karena tidak becus dalam menangani dan mengontrol harga minyak goreng,” ujarnya saat berunjukrasa di depan Kantor DPRD Kota Malang, Selasa (22/3/2022).
Mereka juga mempersoalkan adanya dua orang ibu yang meninggal dunia di Kalimantan karena antrean membeli minyak goreng. Pengunjukrasa menilai pemerintah telah menutup mata dalam persoalan krisis minyak goreng.
Kebijakan pencabutan Permendag Nomor 6 Tahun 2022 tentang penetapan HET, merupakanbukti bukti bahwa pemerintah gagal melakukan pengawasan penimbunan minyak goreng. Pemerintah dinilai sudah menyerah pada penimbun komoditas yang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut.
Dalam unjuk rasa ini demonstran membawa sejumlah poster bertuliskan tuntutan. Aksi sempat memanas saat demonstran membakar ban bekas. Polisi kemudian bereaksi dengan memadamkan api menggunakan apar (alat pemadam ringan).
Mereka mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi jika Mendag tidak segera menuntaskan persoalan harga minyak goreng.
Suasan aksi sempat memanas dalam unjukrasa menuntut pencopotan Menteri Perdagangan tersebut. Mahasiswa dan petugas sempat terlibat aksi saling dorong saat mereka hendak membakar ban bekas.
Sejumlah petugas yang berjaga di depan pintu masuk gedung DPRD Kota Malang pun mencoba menghalangi massa saat akan membakar ban bekas. Tapi massa aksi tetap nekat melakukan aksi bakar ban.***














