Home Ekonomi Saham-saham Bank Tetap Perkuat IHSG, Wall Street Melemah

Saham-saham Bank Tetap Perkuat IHSG, Wall Street Melemah

oleh Gungdewan
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

FAKTUALid – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti kompak dengan bursa saham regional Asia. Sama-sama bergerak mengaut, Kamis (10/6/2021). Sebaliknya Wall Street disaat para pelaku pasar menunggu data inflasi untuk petunjuk kapan Federal Reserve Amerika Serikat memperketat kebijakan moneter dovish-nya.

Penguatan harga saham-saham bank yang mendorong technical rebound IHSG pada perdagangan Rabu (9/6/2021), berpotensi kembali menjadi penopang IHSG di perdagangan hari ini.

Indikasi akselerasi pemulihan ekonomi, terutama dari sisi konsumsi masyarakat menjadi katalis positif bagi saham-saham perbankan.

Indikasi terbaru ditunjukkan oleh kenaikan indeks keyakinan konsumen Indonesia ke level 104,4 pada Mei 2021 dari 101,5 pada April 2021.

Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di atas 7 persen (yoy) pada kuartal II 2021.

Untuk memperkuat indikasi tersebut, pelaku pasar mengantisipasi data penjualan ritel Indonesia pada April 2021.

Pada Kamis pagi IHSG dibuka menguat 18,45 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.065,93. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,46 poin atau 0,38 persen ke posisi 902,37.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 114,06 poin atau 0,4 persen ke 28.974,86, indeks Hang Seng naik 88,44 poin atau 0,31 persen ke 28.831,07, dan indeks Straits Times meningkat 11,21 poin atau 0,36 persen ke 3.164,68.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan dalam kajiannya di Jakarta, Kamis, mengatakan, IHSG dibayangi oleh koreksi mayoritas indeks di Amerika Serikat dan Eropa pada perdagangan Rabu (9/6/2021) kemarin.

“Di samping itu, data-data terbaru China mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi saat ini tidak setinggi perkiraan. Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan masih cenderung bergerak dalam minor bearish reversal trend. Pelaku pasar masih perlu memperhatikan gap di rentang 5.950-6.000,” ujar Valdy.

Wall Street

Pelaku pasar menantikan data inflasi AS pada Mei 2021 dan hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC pada 16 Juni 2021 mendatang.

Penantian para pelaku pasar itu berdampak pada Wall Street menutup sesi yang maju-mundur dengan lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Seperti dilaporkan antaranews.com, Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 152,68 poin atau 0,44 persen, menjadi menetap di 34.447,14 poin. Indeks S&P 500 terkikis 7,71 poin atau 0,18 persen, menjadi berakhir di 4.219,55 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 13,16 poin atau 0,09 persen menjadi ditutup di 13.911,75 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor keuangan dan industri masing-masing kehilangan 1,06 persen dan 1,03 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan terangkat 1,0 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Ketiga indeks saham utama AS membalikkan kenaikan awal, tetapi tetap terjebak dalam kisaran sempit tanpa adanya katalis pasar yang jelas.

“Ada masa tenang dalam hal berita,” kata Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana. “Kami melalui periode (laporan) laba dan orang-orang menunggu angka inflasi besok, jadi Anda memiliki pasar beragam di mana indeks-indeks utama tidak melakukan banyak hal.”

Keranjingan terhadap “saham-saham meme” terus berlanjut, memperpanjang reli yang didorong media sosial, dengan Aethlon Medical melejit 388,2 persen.

Obrolan melalu Reddit (platform komunitas yang memiliki jangkauan forum terbesar didunia) juga membantu mengangkat saham operator penjara GEO Group dan World Wrestling Entertainment masing-masing melonjak 38,4 persen dan 10,9 persen.

Namun, saham meme lainnya seperti Clover Health, AMC Entertainment dan Bed Bath & Beyond ditutup melemah.

Volume ritel telah kembali ke puncak Januari, menurut Vanda Research, karena forum media sosial berebut untuk mengidentifikasi GameStop Corp berikutnya, saham yang memulai fenomena tersebut.

“Rasanya seperti pasar saham alternatif,” tambah Carlson. “Ini indikasi spekulasi. Anda bisa sukses jika Anda masuk pada saat yang tepat tetapi sangat sulit untuk bermain dengan sukses dari waktu ke waktu.”

“Saya tidak berpikir Anda harus membaca terlalu banyak tentang pasar yang lebih luas.”

GameStop menunjuk Matt Furlong sebagai CEO barunya menjelang laporan keuangannya, yang menunjukkan kerugian kuartalan sebesar 1,01 dolar AS per saham. Sahamnya turun lebih dari 4,0 persen dalam perdagangan setelah jam perdagangan reguler.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengubah arah dalam negosiasi yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan bipartisan tentang pengeluaran infrastruktur setelah pembicaraan empat mata dengan Senator Shelley Capito gagal.

Saham sektor industri, yang diuntungkan dari kesepakatan infrastruktur, turun 1,0 persen.

Anggota parlemen Washington meloloskan RUU yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Amerika Serikat guna bersaing dengan teknologi China, menyediakan dana untuk penelitian dan produksi semikonduktor di tengah kekeringan pasokan chip yang sedang berlangsung. RUU itu sekarang menuju ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Meski begitu, indeks Philadelphia SE Semiconductor tergelincir 0,4 persen.

Laporan indeks harga konsumen Departemen Tenaga Kerja yang akan dirilis Kamis waktu setempat akan memberikan pandangan lain tentang inflasi di tengah pemulihan ketidakseimbangan permintaan/penawaran ketika investor menentukan apakah tekanan inflasi, seperti yang ditegaskan The Fed, akan bersifat sementara.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun yang dijadikan acuan turun di bawah 1,5 persen untuk pertama kalinya sejak Mei, membebani saham keuangan yang sensitif terhadap suku bunga.

Campbell Soup Co meleset dari ekspektasi laba kuartalan dan memangkas perkiraan laba setahun penuh, mengirim sahamnya jatuh 6,5 persen.

Pfizer Inc naik 2,5 persen setelah pemerintahan Biden mengumumkan rencana untuk menyumbangkan 500 dosis COVID-19 ke sekitar 100 negara selama dua tahun ke depan, menurut laporan Washington Post.

Produsen obat Merck & Co juga naik 2,3 persen setelah pengumumannya bahwa pemerintah AS telah setuju untuk membeli sekitar 1,7 juta obat eksperimental COVID-19 perusahaan, molnupiravir, seharga sekitar 1,2 miliar dolar AS, jika obat tersebut memenuhi persetujuan regulator. ***

You may also like

Tinggalkan Komentar