Home Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi di Solo Memasuki Tren Positif

Pertumbuhan Ekonomi di Solo Memasuki Tren Positif

oleh Dwipraya

Aktivitas perekonomian di Kota Solo mulai menggeliat. (Foto : Istimewa)

FAKTUALid – Pertumbuhan ekonomi di Kota Solo, mulai memasuki zona positif. Aktivitas perekonomian di Kota Solo saat ini mulai menggeliat.

“Kalau di Solo hal ini terlihat dari dua hal yakni, meskipun ada pembatasan mudik Lebaran tetapi  permintaan uang kartal justru meningkat,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, Kamis (10/6/2021).

Jika tahun lalu realisasi hanya Rp3 triliun, tahun ini terealisasi sebesar Rp4,52 triliun atau naik dari prediksi sebesar Rp3,7 triliun. Hal tersebut menandakan perekonomian di Kota Solo sudah menggeliat.

Sedangkan yang kedua, menurut Nugroho terlihat dari data traffic jalan tol baik yang keluar atau masuk ke Kota Solo, cukup tinggi. Sehingga pihaknya optimus pertumbuhan ekonomi akan memasuki zona positif dan tinggi.

“Kalai saat ini masih terkontraksi 0,74 persen. Tetapi secara tren kemarin mulai dari minus 5 , kemudian minus 3 , minus dua dan sekarang minus 0,74 persen,” paparnya.

Kondisi tersebut menunjukkan tren positif.  Karena pada triwulan dua tahun lalu pertumbuhan ekonomi rendah yakni minus 5 maka ada faktor base, kalapun saat ini positif 2 maka terjadi pertumbuhan 7 persen.

“Maka pada triwulan kedua ini pertumbuhan ekonomi akan sangat tinggi yakni 7 persen bahkan lebih. Kami optimis Solo memasuki zona positif karena berdasarkan history, pertumbuhan ekonomi di Solo selalu lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah dan nasional,” jelasnya lagi.

Selain itu, kredit di Kota Solo juga mulai meningkat. Jika dibandingkan dengan angka kredit nasional yang negatif 11 persen maka Kota Solo menunjukkan angka positif meskipun mengalami penurunan.

“Tetapi ada faktor yang perlu diwaspadai, jika kasus Covid-19 melonjak maka akan ada pembatasan dimana hal itu akan mempengaruhi aktivitas ekonomi,” pungkasnya. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar