Connect with us

Nasional

Gunung Lewotobi Laki-laki Membuka Hari Rabu dengan Erupsi Lontarkan Kolom Abu Setinggi 1000 Meter

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gunung Lewotobi Laki-laki di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi Rabu (17/6/2026) pukul 00.04 Wita, dengan lontaran kolom abu setinggi 1 km. (Magma Indonesia)

Gunung Lewotobi Laki-laki di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi Rabu (17/6/2026) pukul 00.04 Wita, dengan lontaran kolom abu setinggi 1 km. (Magma Indonesia)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Lewotobi Laki-laki di bagian tenggara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka hari Rabu (17/6/2026) dengan erupsi pukul 00.04 Wita.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang masuk Kecamatan Wulanggitang dan sebagian kecil Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, meletuskan kolom abu setinggi 1000 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Rabu, 17 Juni 2026, pukul 00:04 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 2584 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi 51 detik,” tulis petugas PVMBG M Nurjansyah Dwi Laksona seperti dilansir laman Magma Indonesia.

Dengan masih terus aktifnya Gunung Lewotobi Laki-laki maka PVMBG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki.
  2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
  3. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
  4. Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
  5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
  6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki. Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement