Kesra
Tinjau Lokasi Pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag Nasaruddin Pastikan Kesiapan Acara dan Layanan Jemaah

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meninjau langsung persiapan penyelenggaraan agenda Zikir dan Doa Kebangsaan ke lokasi acara di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Foto: Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meninjau langsung persiapan penyelenggaraan agenda Zikir dan Doa Kebangsaan ke lokasi acara di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dalam kunjungan itu Menag Nasaruddin ingin memastikan kesiapan acara dan layanan jemaah di Monas pada acara yang akan digelar Sabtu (1/8/2026).
Menag Nasaruddin mendapat laporan, Kementerian Agama terus mematangkan persiapan penyelenggaraan agenda Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut. Persiapan menyeluruh dilakukan lintas unit kerja untuk memastikan kenyamanan fasilitas bagi jemaah serta kelancaran jalannya acara.
“Masyarakat yang hadir harus bisa mengakses fasilitas yang tersedia. Kalau ada yang sakit, harus bisa ditangani melalui pos kesehatan atau fasilitas pelayanan yang sudah disiapkan,” arahan Nasaruddin pada saat menerima laporan persiapan Doa dan Zikir Kebangsaan dari Dirjen Bimas Islam di Masjid Istiqlal, Jum’at (31/7/2026).
Selain kepastian layanan teknis, koordinasi pengamanan dan manajemen kantong parkir bagi kendaraan jemaah juga terus difinalisasi bersama pihak kepolisian. Pengaturan ini bertujuan untuk mengakomodasi kehadiran peserta yang berasal dari wilayah Banten, DKI Jakarta, serta perwakilan dari pesantren dan kampus.
“Saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar bangsa Indonesia, terutama yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, mari kita ramaikan Zikir dan Doa Kebangsaan bersama,” katanya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan, seluruh persiapan penyelenggaraan telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
“Alhamdulillah, pembangunan area panggung telah mencapai sekitar 85 persen. Tinggal penyelesaian akhir seperti pemasangan karpet dan penataan kebersihan,” jelas Abu Rokhmad.
Menurutnya, seluruh aspek penyelenggaraan, baik teknis maupun administratif, telah dipersiapkan secara matang. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan, termasuk terkait pengamanan, pengaturan kantong parkir, serta rekayasa arus kedatangan jemaah dari wilayah Banten, DKI Jakarta, pesantren, hingga perguruan tinggi.
“Konsumsi, keamanan, macam-macam, insyaallah sudah ready ya untuk persiapan besok,” ungkapnya.
Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad saat meninjau persiapan di Monas. (Foto: Firman)
Untuk mendukung kenyamanan peserta, panitia menyiapkan layanan kesehatan yang melibatkan 175 tenaga kesehatan, 23 unit ambulans, lima Tim Reaksi Cepat (TRC), serta tiga ambulans advance yang terhubung dengan Mini ICU guna mengantisipasi kondisi kegawatdaruratan. Dukungan rujukan juga telah disiapkan melalui RSPAD Gatot Soebroto, RSJPD Harapan Kita, dan RSCM.
Tenaga kesehatan tersebut merupakan kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, Kementerian Sekretariat Negara, Baznas, RS Haji, dan RS Syarif. Seluruh unsur disiagakan untuk memastikan peserta memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan optimal selama acara berlangsung.
Panitia juga menetapkan sejumlah ketentuan bagi peserta yang membawa bendera. Bendera tetap diperbolehkan masuk apabila menggunakan tiang berbahan pipa paralon atau PVC. Sementara itu, tiang berbahan kayu, besi, maupun bambu tidak diperkenankan dibawa ke dalam area kegiatan. Peserta yang membawa bendera nantinya akan diarahkan berada di barisan paling belakang.
Selain menjadi momentum doa bersama menyambut Hari Kemerdekaan, Zikir dan Doa Kebangsaan juga akan diisi dengan penyampaian capaian Kementerian Agama di bidang penguatan kerukunan umat beragama, peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik, serta penguatan pendidikan agama dan pesantren.
Zikir dan Doa Kebangsaan akan digelar di Lapangan Monas pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mulai pukul 17.00 WIB. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dan akan dihadiri tokoh lintas agama, pimpinan kementerian dan lembaga, serta berbagai unsur masyarakat. ***














