Selebritis
Rieke Diah Pitaloka: Dunia Akting Jadi Tempat Pulang di Tengah Kesibukan sebagai Anggota DPR

Rieke Diah Pitaloka kembali berakting. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Rieke Diah Pitaloka yang kini sibuk jadi anggota DPR RI kembali tampil di layar lebar melalui film Seni Merayu Tuhan. Dalam film tersebut, ia memerankan Bu Halimah, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan putranya. Bagi Rieke, kembali ke dunia akting menjadi cara untuk sejenak melepas penat dari padatnya aktivitas sebagai wakil rakyat.
Rieke mengungkapkan dirinya tetap mengikuti proses audisi meski telah lama berkecimpung di industri perfilman. Menurutnya, setiap aktor harus melalui proses seleksi secara profesional agar sutradara dapat memastikan kecocokan dengan karakter yang akan diperankan.
“Saya selalu minta ikut casting. Jangan hanya karena sudah dikenal lalu langsung ditunjuk. Kalau ternyata sutradara merasa saya tidak cocok, saya juga tidak masalah. Yang penting proses kreatifnya tetap berjalan,” ujarnya saat pemutaran perdana film Seni Merayu Tuhan di Jakarta.
Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, setiap kali memasuki lokasi syuting, ia berusaha meninggalkan seluruh atribut dan kesibukannya sebagai anggota DPR agar dapat sepenuhnya menghidupkan karakter yang dimainkan.
“Kalau sudah berakting, saya harus menjadi karakter itu sepenuhnya. Status sebagai anggota DPR atau persoalan pekerjaan harus ditinggalkan dulu agar bisa fokus,” katanya.
Rieke mengaku dunia seni peran telah menjadi “oasis” di tengah rutinitas politik yang padat. Baginya, akting merupakan ruang untuk menenangkan pikiran sekaligus kembali menemukan dirinya.
“Akting adalah jalan pulang bagi saya. Di tengah hiruk-pikuk pekerjaan di DPR, dunia seni memberi kesempatan untuk berhenti sejenak, bernapas, dan menemukan ketenangan,” tuturnya.
Meski memiliki agenda yang padat di parlemen, Rieke memastikan proses syuting tidak mengganggu tugasnya sebagai legislator. Seluruh jadwal produksi dilakukan saat masa reses dan hanya berlangsung selama tiga hari.
“Saya memanfaatkan masa reses untuk syuting, jadi tidak mengganggu pekerjaan sebagai anggota DPR,” jelasnya.
Selain menjalani syuting, Rieke juga aktif mengikuti proses pendalaman karakter bersama para pemain dan tim produksi. Menurutnya, membangun kedekatan emosional antarpemeran menjadi bagian penting agar cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Dalam film tersebut, karakter Halimah digambarkan sebagai seorang ibu yang membesarkan anak laki-lakinya seorang diri setelah sang suami meninggal dunia. Rieke menilai sosok tersebut sangat dekat dengan kehidupan banyak perempuan Indonesia, khususnya para perempuan kepala keluarga yang berjuang membesarkan anak tanpa pasangan.
Melalui karakter itu, Rieke mengaku belajar memahami bahwa setiap orang tua pada akhirnya harus merelakan anak-anaknya tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan sendiri.
“Sebagai ibu, kita harus belajar bahwa ketika anak memiliki dunianya sendiri, itu adalah bagian dari proses kehidupan. Bukan berarti mereka meninggalkan kita,” ujarnya.
Rieke pun mengajak masyarakat untuk menyaksikan Seni Merayu Tuhan. Menurutnya, film ini tidak hanya menyampaikan pesan bagi generasi muda yang tengah mencari jati diri, tetapi juga menjadi refleksi bagi para orang tua, terutama ibu, tentang makna perjuangan, kasih sayang, dan keikhlasan dalam membesarkan anak.***













