Connect with us

Ekonomi

Rupiah Menguat dari Dua jadi 14 Poin, IHSG Lolos dari Zona Merah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah Menguat dari Dua jadi 14 Poin, IHSG Lolos dari Zona Merah

Meski harus melalui pergerakan berliku akhir nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat, Selasa (27/1/2026), sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mampu bangkit dari melemah menjadi menguat.

FAKTUAL INDONESIA: Perjalan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terlalu mulus dalam mencapai posisi menguat pada perdagangan valuta dan saham, Selasa (27/1/2026).

Terutama IHSG yang sempat melemah di pembukaan perdagangan sebelum kemudian melakukan pembalikan untuk lepas dari zona merah.

Baca Juga : Awal Pekan, Rupiah dan IHSG Kompak Sama-sama Menguat, Tumbuhkan Optimisme Berlanjut

Penguatan Lima Hari Rupiah

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat mengkhawatirkan ketika dibuka hanya menguat dua poin pada perdagangan Selasa pagi. Namun rupiah tambah cerah ketika ditutup menguat di akhir perdagangan. Kurs rupiah ditutup menguat 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.768 dari sebelumnya Rp16.782 per dolar AS.

Dengan demikian nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan di hari perdagangan kelima berturut-turut.

Advertisement

Namun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak melemah ke level Rp16.801 dari sebelumnya Rp16.779 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Masih Menguat, IHSG BEI Kembali Melemah

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pasar berfokus terhadap pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan berakhir pada hari Rabu, dengan pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya.

“Perselisihan Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Fed Jerome Powell, yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Fed dari campur tangan politik, juga akan menjadi sorotan,” tulis Ibrahim dalam risetnya seperti dilansir IDXChannel.

Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.760-Rp16.790 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Terus Menguat, IHSG Kembali Tergelincir ke Zona Merah

IHSG Berbalik Arah

Advertisement

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Selasa sempat masuk zona merah ketika  dibuka melemah 0,75 poin atau 0,01 persen ke posisi 8.974,57. Namun setelah melewati sesi pertama, IHSG berbalik arah masuk zona hijau.

Kemudian Selasa sore IHSG ditutup menguat 4,90 atau 0,05 persen ke posisi 8.980,23.

Ketika pembukaan perdagangan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,70 poin atau 0,19 persen ke posisi 880,72. Kemudian pada penutupan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 876,12.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seperti dilansir suarasurabaya, lima sektor mencatatkan penguatan, dipimpin sektor teknologi yang naik 2,14 persen. Sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur masing-masing naik 1,72 persen dan 1,59 persen.

Sebaliknya, enam sektor melemah, dengan sektor industri turun terdalam 3,45 persen, diikuti sektor barang baku (-1,43 persen) dan sektor keuangan (-0,47 persen).

Advertisement

Baca Juga : Hari Ini dari Pagi hingga Sore, IHSG Terperosok ke Zona Merah, Rupiah Bangkit Menguat Tipis

Saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain LAJU, INAI, GTSI, AGII, dan TAYS. Sedangkan saham dengan pelemahan terdalam yaitu RMKO, KICI, INDY, JAST, dan MPPA.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.322.465 kali transaksi dengan volume 58,95 miliar lembar saham senilai Rp27,48 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 410 saham turun, dan 117 saham stagnan.

Di pasar regional Asia, pergerakan bursa sore ini menunjukkan penguatan: indeks Nikkei naik 448,20 poin (0,85 persen) ke 53.333,50, Hang Seng menguat 361,42 poin (1,35 persen) ke 27.126,95, Shanghai naik 7,29 poin (0,18 persen) ke 4.139,89, dan Strait Times bertambah 62,08 poin (1,28 persen) ke 4.923,02.

Baca Juga : IHSG Melambung Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Rupiah Dalam Bahaya Dekati Rp17.000 Perdolar AS

“IHSG menguat meskipun pasar masih mencemaskan independensi bank sentral,” ujar Maximilianus Nico Demus pakar pasar saham.

Dari sisi domestik, Nico menyoroti pengangkatan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo, sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Langkah ini disetujui para legislator secara bulat, mengesampingkan dua bankir karier, yang menimbulkan kekhawatiran potensi pengaruh politik terhadap kebijakan moneter.

Advertisement

Sementara itu, pelaku pasar global menantikan keputusan kebijakan suku bunga The Fed dalam pertemuan FOMC pada 27–28 Januari 2026. “Pertemuan ini dibayangi spekulasi terkait independensi The Fed dan kemungkinan Presiden AS Donald Trump mengumumkan ketua baru The Fed pekan ini,” tambah Nico. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement