Ekonomi
Harga Daging Sapi di Jakarta Naik hingga Rp150 Ribu per Kg, Pemprov Gulirkan Operasi Penekan Harga

Daging sapi di pasaran sedang mahal saat ini. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Harga daging sapi di sejumlah pasar eceran Jakarta mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat lonjakan harga berada di kisaran tujuh hingga 15 persen, dengan harga jual mencapai Rp150.000 per kilogram.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menyebut kenaikan harga tersebut terutama dipengaruhi mahalnya harga sapi hidup di tingkat produsen. Menurut dia, harga sapi hidup saat ini telah melampaui angka yang sebelumnya disepakati oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Baca Juga : Kenali 5 Cara Membedakan Daging Sapi dan Kambing, Mudah Kan?
“Terjadi kenaikan harga daging sapi di pasar eceran sekitar 7 sampai 15 persen. Salah satu pemicunya adalah harga sapi hidup di tingkat produsen yang melebihi kesepakatan Bapanas,” ujar Hasudungan di Jakarta, Selasa.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan berbagai langkah intervensi guna menahan laju kenaikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.
Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Segera Atasi Gejolak Harga Daging Sapi
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) tetap berjalan normal tanpa adanya tambahan biaya pemeriksaan. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi yang berimbas langsung pada harga jual daging di pasar.
Selain itu, Perumda Dharma Jaya turut berperan dalam stabilisasi harga dengan menyalurkan sapi hidup ke pasar dengan harga lebih rendah. Sapi hidup tersebut dijual seharga Rp54.000 per kilogram berat hidup, sehingga pedagang memiliki ruang untuk menurunkan harga jual daging kepada konsumen.
Pemprov DKI Jakarta juga memperluas akses masyarakat terhadap daging sapi melalui skema subsidi. Sekitar satu juta warga penerima manfaat dapat memperoleh daging sapi dengan harga subsidi Rp35.000 per kilogram. Program ini ditujukan untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap dapat memenuhi kebutuhan protein hewani.
Baca Juga : Atasi Kekhawatiran PMK, Masyarakat Disarankan Hanya Konsumsi Daging Sapi
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengandalkan program Gerakan Pasar Murah yang digelar di berbagai titik di Jakarta. Melalui program tersebut, daging sapi dijual dengan harga berkisar antara Rp109.000 hingga Rp139.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar eceran.
Hasudungan menambahkan, pemerintah pusat telah mengambil langkah lanjutan dengan menyepakati penurunan harga sapi hidup menjadi Rp55.000 per kilogram yang mulai berlaku sejak 22 Januari 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat proses penurunan harga daging sapi di tingkat konsumen.
“Kami optimistis harga daging sapi di pasaran akan kembali stabil dalam waktu dekat, terutama menjelang Idul Fitri,” kata Hasudungan.***














