Ekonomi
Rupiah Terus Menguat, IHSG Kembali Tergelincir ke Zona Merah

Nilai tukar (kurs) rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah lagi pada perdagangan Kamis (22/1/2026).
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali tergelincir ke zona merah.
Demikian dinamika perdagangan valuta dan saham mulai pembukaan hingga penutupan, Kamis (22/1/2026).
Rupiah Menguat 40 Poin
Nilai tukar (kurs) rupiah yang mulai menunjukkan kebangkitan Rabu, tampil menyakinkan pada perdagangan valuta Kamis. Kurs rupiah sudah dibuka menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.929 dari sebelumnya Rp16.936 per dolar AS saat pembukaan perdagangan.
Baca Juga : Hari Ini dari Pagi hingga Sore, IHSG Terperosok ke Zona Merah, Rupiah Bangkit Menguat Tipis
Rupiah makin percaya diri sehingga tambah menguat ketika penutupan perdagangan Kamis sore. Pada penutupan perdagangan rupiah menguat 40 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.896 dari sebelumnya Rp16.936 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa rupiah menguat setelahPresiden AS Donald Trump mundur dari ancaman tarif Eropa dan mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland.
“Trump juga mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak akan dilakukan,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis pada Kamis (22/1/2026).
Rupiah juga menguat di tengah fokus pasar yang tertuju pada rilis angka Produk Domestik Bruto (PDB) AS, Klaim Pengangguran Awal, dan ukuran inflasi pilihan The Fed, serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE) AS.
Baca Juga : IHSG Melambung Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Rupiah Dalam Bahaya Dekati Rp17.000 Perdolar AS
Dari sisi internal, rupiah menguat di tengahoptimisme pasar bahwa pemerintah mampu mengatasi praktik under invoicing impor dan ekspor, yang pada akhirnya dapat menutup defisit anggaran negara.
IHSG Berbalik Melemah
Pada perdagangan saham Kamis, IHSG BEI sempat berada di zona hijau ketika pada pembukaan dibuka menguat 41,83 poin atau 0,46 persen ke posisi 9.052,16. Namun pada penutupan perdagangan, IHSG berbalik melemah kembali tergelincir ke zona merah. IHSG ditutup melemah 18,15 poin atau 0,20 persen ke posisi 8.992,17.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,69 poin atau 0,42 persen ke posisi 875,10. Ketika pembukaan perdagangan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,63 poin atau 0,53 persen ke posisi 876,05.
Baca Juga : IHSG Lagi-lagi Cetak Rekor Tettinggi dan Ditutup Menguat, Rupiah Lagi-lagi Melemah
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 331 saham terkoreksi, 345 saham menguat, dan 128 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 72,11 miliar saham diperdagangkan dengan 4,09 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp37,88 triliun.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Sedangkan saham top losers adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai, pergerakan IHSG masih cenderung rapuh secara teknikal meski sempat terdorong sentimen positif global.
Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat dan Cetak Rekor Tertinggi ATH, Rupiah Kembali Tergelincir
“Sentimen global sempat membaik seiring meredanya ketegangan Amerika Serikat dan Eropa, setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif 10% terhadap Eropa pada 1 Februari 2026 serta tidak akan menggunakan kekerasan untuk menguasai Greenland,” ujar Alrich kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, pernyataan Trump terkait kesepakatan kerangka kerja Greenland serta sikap Pemerintah Denmark yang membuka ruang dialog turut mendorong penguatan bursa Asia dan Eropa. Kondisi ini sempat memicu rebound IHSG, meski belum cukup kuat untuk mengubah arah tren jangka pendek.
“Secara teknikal, IHSG masih ditutup di bawah MA5 dan indikator MACD berpotensi membentuk death cross, sehingga risiko koreksi lanjutan masih terbuka,” jelas Alrich.
Untuk perdagangan Jumat (23/1/2026), Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji area support di kisaran 8.850–8.950, dengan resistance di level 9.050 dan pivot di 8.950. ***














