Connect with us

Ekonomi

Rupiah Masih Menguat, IHSG BEI Kembali Melemah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah Masih Menguat, IHSG BEI Kembali Melemah

Nilai tukar (kurs) rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) belum mampu bangkit karena tetap melemah pada perdagangan Jumat (23/1/2026)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah masih terus menguat terhadap dolar Amerika

Serikat (AS) dalam perdagangan valuta Jumat (23/1/2026).

Sementara dalam perdagangan saham,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melemah setelah belum mampu bergerak dari zona merah.

Nilai tukar rupiah sudah bergerak menguat sejak pembukaan perdagangan ketika dibuka menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Terus Menguat, IHSG Kembali Tergelincir ke Zona Merah

Rupiah bergerak makin menguat sampai penutupan perdagangan Jumat sore.

Advertisement

Kurs rupiah ditutup menguat  76 poin atau 0,45 persen menjadi Rp16.820 dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.838 dari sebelumnya Rp16.902 per dolar AS.

Baca Juga : Hari Ini dari Pagi hingga Sore, IHSG Terperosok ke Zona Merah, Rupiah Bangkit Menguat Tipis

IHSG Melemah 41,16 Poin

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah 41,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.951,00. Lebih menguat dibandingkan saat pembukaan ketika IHSG dibuka melemah melemah 97,47 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.894,70.

Saat pembukaan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,52 poin atau 0,97 persen ke posisi 866,58. Kemudian saat penutupan,  kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,17 persen ke posisi 873,59.

Advertisement

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang naik sebesar 0,83 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,12 persen.

Baca Juga : IHSG Melambung Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Rupiah Dalam Bahaya Dekati Rp17.000 Perdolar AS

Sedangkan, sembilan sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik paling dalam turun sebesar 2,23 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 2,17 persen dan 1,57 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu RMKO, BAIK, LPCK, TOOL dan JAST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PTRO, ZATA, DAAZ, MPPA, dan MAHA.

Baca Juga : IHSG Lagi-lagi Cetak Rekor Tettinggi dan Ditutup Menguat, Rupiah Lagi-lagi Melemah

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.319.645 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,15 miliar lembar saham senilai Rp32,04 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 495 saham menurun, dan 118 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 108,70 poin atau 0,20 persen ke 53.797,60, indeks Shanghai menguat 13,58 poin atau 0,33 persen ke 4.136,16, indeks Hang Seng menguat 119,54 poin atau 0,45 persen ke 26.749,50, dan indeks Strait Times menguat 63,13 poin atau 1,31 persen ke 4.891,45. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement