Kuliner
Jumenak, Kudapan Berbuka Puasa Khas Warga Muntilan, Magelang

Jumenak, Makanan khas warga Muntilan yang hanya ada selama Ramadhan (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Indonesia terkenal dengan kekayaan kulinernya. Setiap wilayah di Indonesia tentu memiliki makanan khas sendiri ketika bulan suci Ramadhan saja. Bagi warga Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, para wargnya memiliki menu unik bernama jumenak.
Uniknya, jumenak hanya bisa dijumpai saat bulan Ramadhan dan dikonsumsi sebagai takjil saat berbuka puasa.
Salah satu penjual jumenak, Ponisih (54 tahun), mengaku dirinya sudah membuat makanan khas satu ini lebih dari 20 tahun.
“Bikinnya sudah 20 tahun lebih, dari awal bikin di Dusun Karaharjan Gunungpring Muntilan,” kata Ponisih.
Ia mengaku, bisa menghabiskan hingga 30 kg adonan jumenak. Untuk membuat jumenak, Ponisih dibantu dua orang, adik dan anaknya. Mereka meneruskan usaha dari orangtua Ponisih.
Harga jumenak yang ia dijual cukup murah, hanya Rp2.000 per bungkus.
Baca juga: Legendaris, 7 Jajanan Khas Ramadhan untuk Berbuka Puasa
Supaya rasanya tetap otentik, Ponisih membuatnya dengan kayu bakar. Sebab, membuat jumenak dengan kompor rasanya jadi kurang enak.
Ponisih mengaku, Sultan dari Keraton Yogyakarta pernah memesan jumenak padanya.
“Waktu itu ada acara kuliner di Gunungpring, ada utusan dari Jogja, selang berapa hari itu kok minta (dibuatkan). Lupa (pesan) berapa ya, tapi sepertinya cuma untuk konsumsi pribadi,” ujar Ponisih, yang faktualid.com lansir dari jatengprov.go.id, Senin (18/04/2022).
Cara membuat Jumenak
Takjil khas Muntilan ini terbuat dari ketela pohon, ketan, gula jawa, kelapa, daun pisang.
Cara membuatnya, masak ketan dahulu sampai setengah matang terlebih dahulu, sembari parut singkong, Lalu, keduanya dikukus dijadikan satu. Ketika sudah matang barulah ditumbuk.
Setelah itu, adonan akan ditaburi parutan kelapa yang sudah dikukus serta gula Jawa yang sudah dicairkan. Lalu dibungkus daun pisang.
Cara membuatnya memang cukup sederhana, namun membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam proses pembuatannya.
Setelah selesai dibuat, makanan ini akan disajikan dengan siraman gula merah dan parutan kelapa di atasnya. Kenyal, manis dan gurih. Demikian rasa makanan itu terasa di lidah saat mengecapnya.***














