Connect with us

Kesehatan

6 Bahaya Infeksi Menular Seksual pada Ibu Hamil Beserta Cara Pencegahnya

Diterbitkan

pada

bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan penyakit yang tersebar melalui hubungan seks dengan seseorang yang sebelum mempunyai IMS. Pengidapnya tertular karena adanya aktivitas seksual melalui mulut, anus, atau vagina. Tak hanya orang biasa, bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil yang kerap luput dari perhatian.

Orang dewasa yang terkena penyakit menular seksual tergolong serius dan memerlukan perawatan. Terlebih, jika dialami ibu hamil risikonya akan berbahaya bagi wanita tersebut dan janin di dalam kandungannya. IMS ini kadang kala tidak memiliki gejala.

Apabila wanita hamil merasa pernah berhubungan seks dengan seseorang yang terindikasi, skrining perlu segera dilakukan sebagai langkah pengobatan untuk mencegah keparahan penyakit ini. Lantas, apa saja bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil?

Baca juga: Kenali 8 Tanda Ibu Hamil Kurang Minum, Perlu Diwaspadai

Berikut beberapa bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil yang telah faktualid.com rangkum dari halodoc dan klikdokter.

1. Klamidia

Bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil yang pertama yaitu klamidia. Infeksi ini diakibatkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Klamidia kerap menyebabkan terjadinya keputihan abnormal, terasa nyeri, sakit perut, sering buang air kecil, dan pendarahan.

Advertisement

Jika di diagnosis mengalami penyakit ini selama kehamilan, Anda dapat diobati menggunakan antibiotik. Jika tidak segera diobati, klamidia akan memicu komplikasi berat, antara lain:

  • Gangguan kesuburan
  • Kematian bayi
  • Cacat pada bayi
  • Kelahiran prematur
  • Pecah ketuban
  • Pneumonia

2. HIV/AIDS

HIV atau human immunodeficiency virus pada ibu hamil dapat ditularkan kepada janin yang dikandungnya. HIV dapat ditularkan kepada bayi selama kehamilan, persalinan pervaginam, atau menyusui.

Namun, jika HIV didiagnosis sebelum atau di awal kehamilan, tentukan langkah pengobatan sesegera mungkin guna bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil bisa diminimalisir dan menekan risiko penularan.

3. Gonore

Bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil berikutnya yaitu gonore. Gonore adalah infeksi yang disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoea. Bahaya ini apabila tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga gangguan kesuburan di kemudian hari.

Gonore bisa mudah ditularkan kepada bayi selama persalinan normal. Bayi yang lahir dari ibu yang mengalami gonore sangat rentan mengalami kebutaan, infeksi darah, dan infeksi sendi. Tak menutup kemungkinan risiko tersebut bisa mengancam nyawa.

Baca juga: 7 Jenis Kacang untuk Ibu Hamil yang Baik dan Aman Dikonsumsi

4. Herpes genital

Selain gonore, bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil yang bisa terjadi adalah herpes genital. Umumnya, penderita penyakit ini memunculkan lenting di area genitial yang disertai gatal dan rasa terbakar. Ibu hamil yang mengalami herpes genital perlu segera mendapatkan penanganan.

Advertisement

Wanita hamil yang baru terinfeksi pada akhir kehamilan, dinilai mempunyai peluang 30-60 persen untuk menginfeksi janin. Ketika bayi mampu bertahan hidup setelah terinfeksi, maka akan menderita cacat neurologis, yakni kerusakan otak, kebutaan, dan kerusakan organ lain.

5. Sifilis

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema Pallidum. Biasanya, infeksi yang menyarang janin terjadi pada usia kehamilan 14 minggu. Penyakit ini sering dikaitkan dengan bayi yang lahir prematur dan lahir mati.

Pada sejumlah kasus, kondisi ini bisa menyebabkan kematian setelah proses persalinan. Jika bayi bisa bertahan, obati secara tepat untuk menekan komplikasi tinggi yang melibatkan banyak organ.

6. Trikomoniasis

Salah satu bahaya infeksi menular pada ibu hamil yang perlu diwasapdai adalah trikomoniasis. Meski terkadang tidak menimbulkan gejala, namun gejala yang kerap ditimbulkan seperti keputihan tidak normal, gatal, dan iritasi pada kelamin.

Bahaya infeksi menular seksual trikomoniasis adalah risiko ketuban pecah, persalinan prematur, juga berat badan lahir yang rendah.

Advertisement

Cara mencegah infeksi menular seksual pada wanita hamil

Setelah mengenal bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah penceagah, sebagai berikut:

  • Berhenti berhubungan seks hingga menemui dokter dan mendapatkan pengobatan.
  • Menggunakan kondom setiap berhubungan seks, terutama dengan pasangan baru.
  • Jangan melanjutkan berhubungan seks kecuali dokter mengatakan tidak masalah.
  • Kembali ke dokter untuk melakukan pemeriksaan ulang.
  • Pastikan pasangan seks juga mendapatkan perawatan.

Itulah beberapa bahaya infeksi menular seksual pada ibu hamil beserta cara mencegahnya. IMS dikatakan dapat mempersulit kehamilan dan mungkin memiliki dampak serius pada ibu dan janin.***

Baca juga: Ketahui, Ini 8 Bahaya Aborsi bagi Kesehatan Wanita

Lanjutkan Membaca
Advertisement