Connect with us

News

Hari Hutan Sedunia 2022: Sejarahnya dan Fakta Hutan Tropis Indonesia

Diterbitkan

pada

hari hutan sedunia

Ilustrasi hutan (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Hutan Sedunia. Hari Hutan Sedunia tahun 2022 mengambil tema Forests and Sustainable Production and Consumption atau hutan dan produksi dan konsumsi berkelanjutan.

Setiap Hari Hutan Sedunia diingatkan perlunya edukasi soal pentingnya hutan bagi kelestarian alam dan kehidupan.

Hutan sering disebut menjadi paru-paru dunia. Pasalnya, hutan merupakan salah satu komponen dalam lingkungan yang memiliki peranan penting yang tanpanya kehidupan makhluk hidup mustahil untuk berjalan. Hal tersebut karena hutan sebagai sumber pemasok oksigen terbesar yang mendukung kelangsungan hidup seluruh makhluk yang ada di bumi.

Disamping itu, hutan juga sebagai filter penyerap karbon dioksida terbaik yang memastikan udara di sekitar bersih dan layak dihirup. Menjaga rimba sangatlah penting bagi kelestarian dan kesejahteraan generasi sekarang dan akan datang.

Hutan yang tidak dijaga kelestariannya dapat mengubah iklm dan mengancam keberlangsungan kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi.

Advertisement

Baca juga: 21 Maret Hari Hutan Sedunia, Trio Laleilmanino Melihat Kehidupan ke Situ Gunung

Itulah mengapa sebagai manusia perlu menjaga hutan yang bisa dimulai dari hal-hal kecil. Bisa saja hal kecil yang Anda lakukan dapat menjaga kelestarian dan berdampak besar bagi ekosistem untuk generasi berikutnya.

Sejarah Hari Hutan Sedunia

hari hutan sedunia

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan bahwa 21 Maret sebagai Hari Hutan Sedunia melalui resolusi PBB 67/200 pada 21 Desember 2012. Peringatan ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya semua jenis hutan untuk keberlanjutan kehidupan manusia.

Peringatan ini juga mendorong partisipasi masyarakat untuk turut melakukan upaya-upaya nyata dalam membangun kelestarian hutan yang lebih baik.

Adanya Hari Hutan Sedunia diharapkan selain menyadarkan akan penting hutan, juga akan banyaknya orang yang peduli dan turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Nantinya, bumi ini dapat lebih layak dan sehat untuk dihuni bagi seluruh makhluk hidup.

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) sebelumnya mencatat setiap tahunnya, dunia kehilangan sekitar 10 hektare hutan akibat berbagai aktivitas yang tak bertanggungjawab, salah satunya deforestasi besar-besaran, dan alih fungsi hutan dengan cara pembakaran.

Kondisi tersebut membuat berbagai ekosistem hutan turut musnah dan berdampak besar pada perubahan iklim.

Advertisement

Hutan Tropis di Indonesia

hari hutan sedunia

Hutan Kalimantan di negara bagian Sabah, Malaysia (Foto: Istimewa)

Menurut Persatuan Konservasi Alam Internasional (IUCN), hutan merupakan sumber sekaligus penyelamat masalah emisi karbon dunia. Sebanyak 25 persen emisi global berasal dari sektor darat dan deforestasi merupakan penyumbang emisi tersebut.

Di dunia ini, terdapat beberapa tempat yang memiliki hutan hujan atau tropis. Hadirnya hutan di bumi yang dijaga dan dilestasikan berguna untuk mengatasi perubahan iklim yang terjadi.

Baca juga: Indonesia Gandeng Brazil dan Kongo di Perundingan terkait Perubahan Iklim

Selain Brazil dan Kongo, Indonesia menjadi salah satu dari 3 negara yang menjadi paru-paru dunia. Hutan tropis Indonesia sebagian besar ada di wilayah Kalimantan dengan bentuk hutan rawa gambut.

Mengutip World Resources Institute (WRI), hutan tropis terbesar di dunia terdapat di Indonesia. Dalam hal luasnya, hutan tropis Indonesia menempati urutan ketiga setelah Brasil dan Republik Demokrasi Kongo.

Luas hutan Indonesia diperkiran mencapai 94,1 juta hektare atau 50,1 persen dari total daratan pada 2019 menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (KLHK), yang faktualid.com kutip pada Senin (21/03/2022).

Selain menjadi paru-paru dunia, hutan tropis juga memiliki peran penting yang lain, diantaranya mencegah erosi tanah dan mengurangi risiko bencana alam seperti tanah longsor, banjir, gelombang tsunami, hingga badai.

Advertisement

Tidak hanya itu, hutan tropis juga berperan dalam menyerap, membersihkan, dan mendaur ulang air tawar dengan menangkap curah hujan.

Dibalik keistimewaan tersebut, sangat disayangkan karena banyaknya kasus hutan terkabarnya hutan Indonesia. Lebih buruknya lagi, beberapa kebakaran hutan disebabkan oleh manusia yang rakus sehingga menghalal segala cara untuk tujuan tertentu.

Tak sampai disitu, kebakaratan hutan juga merugkan tanaman dan hewan. Bagaimana tidak, hutan yang menjadi tinggal hewan menjadi musnah sehingga mereka kehilangan tempat berteduh. Hal tersebut juga yang menyebabkan banyaknya hewan liar yang masuk ke pemukiman warga.

Dengan adanya Hari Hutan Sedunia ini, tentunya seluruh makhluk yang tinggal di bumi dapat menjaga dan memperhatikan hutan berserta ekosistem lainnya untuk berkeberlangsungan makhluk hidup lainnya.***

Baca juga: Dashboard Lancang Kuning Bantu Penanggulangan Kebakaran Hutan Dan Lahan

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement