Home NasionalIbu Kota Turun Omset 70 Persen Diawal Pandemi, Pedagang Burung Love Bird Mulai Bangkit

Turun Omset 70 Persen Diawal Pandemi, Pedagang Burung Love Bird Mulai Bangkit

oleh Bambang

Lapak milik Iwan yang memamerkan burung Love Bird dan Parkit. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Masih mewabahnya pandemi Covid-19 hingga saat ini, berdampak pada salah satu pedagang burung di Pasar Hewan Jatinegara, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur.

Salah satu pedangang burung Love Bird, Iwan menurutkan, omset jualannya menurun di awal pandemi. Bahkan penurunan omset dagangannya pada saat awal pandemi mencapai 70 persen.

“Bahkan pernah Rp 500 ribu. Kalau dulu sebelum pandemi sehari bisa Rp 3 juta, setelah pandemi omset turun jadi Cuma Rp 1 juta. Anjlok banget mah pas awal-awal.” kata Iwan pria 28 tahun tersebut.

Pemuda yang membuka bisnis usaha penjualan burung sejak 2 tahun lalu terakhir benar-benar berjuang agar usaha yang dilakoninya tersebut tetap bertahan. Setidaknya sudah satu tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 datang, pria 28 tahun mengalami babak belur dalam bisinisnya.

“Untuk sekarang udah mending lah, lama kelamaan omset naik dibanding awal pandemi yang tadinya dapet Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta sekarang udah bengangsur membaik,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, berkurangnya penjual ditempatnya dikarenakan banyaknya peternak yang kian marak membuat masyarakat mempunyai banyak pilihan dalam membeli burung kicau tersebut.

“Turunnya penjualan di sini mungkin karena yang ternak udah banyak. Jadi mereka banyak pilihan buat beli burung nggak cuma di sini,” kata Iwan. Mungkin juga karena pasar pramuka deket dari sini dan lebih lengkap,” tambah Iwan yang punya lapak di pinggir jalan sebelum masuk Pasar Burung Pramuka.

Turunnya daya beli burung kicau dipengaruhi faktor lain, salah satunya ialah tren ikan hias. Tren ikan hias yang booming saat awal pandemi menjadi salah satu penyebabnya mengingat masih banyaknya penggiat burung kicau yang seharusnya masih bertambah banyak.

Burung yang dijual Iwan untuk saat ini hanya dua macam, yaitu Love Bird dan Parkit dengan jenis yang beragam. Harganya bervariatif mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 1 juta.

Walau penjualan tokonya belum beangsur normal, tutur Iwan, dirinya yakin bahwa tokonya tersebut akan kembali ramai dan bisa mengembalikan omsetnya seperti sebelum pandemi. (Farhanzuhdi)

Tinggalkan Komentar