Home NasionalIbu Kota Sesepuh Kopi Berinovasi Demi Jadi Tongkrongan Generasi Milenial

Sesepuh Kopi Berinovasi Demi Jadi Tongkrongan Generasi Milenial

oleh Bambang

Suasana sejuk dan tenang di Sesepuh Kopi. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Fenomena kedai kopi atau kerap disebut coffee shop sedang naik daun di kalangan anak muda saat ini. Tren ngopi yang sedang menjamur membuat kedai kopi banyak bermunculan. Selain untuk menikmati kopi dari kedai tersebut, banyak anak muda yang memilih kedai kopi karena suasananya yang nyaman untuk berbincang-bincang, hingga banyak juga yang memanfaatkan kedai kopi sebagai tempat untuk mengerjakan sesuatu.

Salah satunya adalah Sesepuh Kopi. Sesepuh kopi merupakan salah satu dari sekian banyak kedai kopi yang ada di Jakarta, tepatnya berada di jalan Minangkabau, Jakarta Selatan. Berada di pinggir jalan merupakan salah satu keuntunggan tersendiri.

Sesepuh kopi menawarkan menu yang beragam, mulai kopi, non kopi hingga teh dan makanan pun ada, baik makanan ringan ataupun makanan berat. Untuk jenis kopi yang ditawarkan ada dua, Manual Brew dan House Blend. Teknik manual brew yang menggunakan kopi yang berasal dari dalam negeri.

“Menu kita sih beragam, mulai dari kopi, non kopi, teh, makanan berat dan ringan juga ada. Salah satunya dengan teknik manual brew yang menggunakan biji kopi nusantara seperti Gayo, Toraja, Ciwidey dan Flores,” Uuar Bagas, pria 23 tahun tersebut.

Tempat cukup luas Sesepuh Kopi bisa jadi tempat nongkrong. (Farhanzuhdi)

Tersaji juga kopi House Blend atau teknik yang menggabungkan dua jenis kopi juga hadir di sini. Juga banyak peminat sekarang ini kopi susu gula aren. Kopi susu gula aren yang disajikan di tempat tersebut menggunakan perpaduan antara biji kopi robusta dan arabica.

Kopi susu gula aren di Sesepuh Kopi diberi nama kopi kembang desa merupakan kopi best seller di tempat tersebut.

Harga yang ditawarkan relatif terjangkau mulai dari Rp 11 ribu hingga Rp 45 ribu, baik makanan maupun minuman. Untuk satu gelas kopi kembang dipatok Rp 22 ribu dan untuk kopi manual Rp 25 ribu.

Diakuinya awal membangun kedai kopi tersebut mengikuti tren yang menjamur dan mulai memberanikan diri membuka bisnis kedai kopi. “Jujur buka tempat kopi sih ngikutin tren lebih tepatnya, anak-anak muda yang nongkrong jadi nyari peluang aja” tutur Bagas.

Bagas menuturkan dirinya tidak cemas dengan banyaknya kedai kopi yang ada di Jakarta, dirinya beranggapan bahwa kedai kopinya mempunyai keunikan yang berbeda dan buka 24 jam. “Tempat kopi di Jakarta mah udah banget, biar nggak kalah saing kita buka 24 jam biar beda karena jarang banget kan yang buka nonstop” jelas Bagas.

Raup Puluhan Juta

Jam operasional selama 24 jam ternyata mampuh membuat kedia kopinya mempunyai omset yang fantantis. Diakuninya dalam sehari Sesepuh Kopi meraup omset sekitar Rp 20 juta pada hari biasa, bahkan pada akhir pekan bisa bertambah.

Kedai kopi yang berdiri tahun 2019 ini sempat anjlok omsetnya akibat pandemi, dengan adanya kebijakan-kebijakan terkait pandemi seperti PSBB yang mengakibatkan Sesepuh Kopi tidak bisa lagi buka selama 24 jam.

“Awal pandemi mah kacau, sebelumnya omset Rp 20 juta sehari jadi Rp 300 ribu sehari. Mungkin itu karena kita nggak boleh buka 24 jam kali ya… Tapi alhamdulillah sih omset memulai membaik belakangan. Malahan sekarang udah sampe Rp 14 juta per hari,” jelas Bagas. (Farhanzudi)

You may also like

Tinggalkan Komentar