Nasional
Gunung Dukono Erupsi Tujuh Kali Lontarkan Abu Setinggi 1.500 Meter, 3 Korban Ditemukan Tim SAR Gabungan

Penampakan Gunung Dukono di utara Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (Malut), setelah erupsi untuk ketujuh kalinya Minggu (10/5/2026) pukul 17.37 WIT. (Magma Indonesia)
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Dukono di utara Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (Malut) terus erupsi Minggu (10/5/2026), di saat Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mencari dua korban terakhir letusan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia itu.
Sepanjang hari ini tercatat Gunung Dukono erupsi tujuh kali. Pada erupsi pukul 17.37 WIT tercatat tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak. Lontaran abu vulkanik letusan Gunung Dukono terlihat makin meninggi. Sebelumnya, enam erupsi Gunung Dukono tercatat pada pukul 15.13, 12.13, 08.51, 08.06, 07.05, 06.08 WIT.
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Minggu, 10 Mei 2026, pukul 17:37 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 2587 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur, tenggara dan barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis Petugas PVMG, M Saum Amin dalam laman Magma Indonesia, Minggu malam.
Berdasarkan laporan Saum Amin dan petugas PVMBG lainnya, Bambang Sugiono, erupsi awal Gunung Dukono melontarkan abu setinggi 1.000 m. Setelah itu terus meningkat hingga mencapai tinggi 1.500 m.
Operasi Tim Sar Dihentikan
Perjuangan tim SAR gabungan di medan sulit Gunung Dukono dan terus berlangsungnya erupsi, akhirnya mencapai titik akhir. Pada Minggu (10/5/2026), di hari ketiga pencarian, dua korban terakhir yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian intensif pasca-erupsi yang melanda gunung api aktif tersebut.
Setelah penemuan korban pertama berinisial E (WNI) pada Sabtu lalu, tim gabungan memfokuskan pencarian menggunakan koordinat GPS yang telah ditandai sebelumnya. Kedua korban baru, H.W.Q.T. (30) dan S.M.B.A.H. (27), ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan pertama.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa dengan ini seluruh daftar orang hilang telah lengkap.
“Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Evakuasi Menantang Maut
Proses evakuasi hari ini bukanlah perkara mudah. Tim yang terdiri dari 98 personel lintas unsur (Basarnas, TNI/Polri, BPBD, hingga relawan) harus berpacu dengan alam yang tidak menentu.
Perjuangan Tim SAR dalam mengevakuasi korban menghadapi kendala utama di lapangan berupa:
- Ketebalan Material: Jenazah tertimbun pasir vulkanik dengan kedalaman yang signifikan.
- Aktivitas Fluktuatif: Gunung Dukono masih terus menunjukkan tanda-tanda erupsi, memaksa tim untuk bergerak ekstra hati-hati demi keselamatan personel.
- Medan Ekstrem: Jenazah harus dibawa secara manual menuju pos darurat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi.
Data Korban Selamat dan Meninggal Dunia
Secara total, tragedi ini mencatat 3 korban jiwa dan 15 korban selamat. Berikut adalah rinciannya:
Korban Meninggal Dunia:
E (Perempuan, WNI)
H.W.Q.T. (Laki-laki, 30, WNA)
S.M.B.A.H. (Laki-laki, 27, WNA)
Korban Selamat (Total 15 Orang):
7 WNA asal Singapura: Berusia antara 29 hingga 37 tahun.
8 Warga Negara Indonesia: Berusia antara 22 hingga 48 tahun.
Menariknya, keberhasilan operasi ini tidak lepas dari peran dua penyintas, R.S. dan J.A., yang meskipun masih dalam kondisi syok, bersedia membantu tim SAR menunjukkan jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan rekan-rekan mereka sebelum awan panas menerjang.
Operasi Resmi Ditutup
Keberhasilan mengevakuasi seluruh korban menjadi penutup dari misi kemanusiaan di Halmahera Utara ini. Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tetap waspada dan mematuhi zona larangan yang telah ditetapkan oleh PVMBG, mengingat aktivitas Gunung Dukono yang masih fluktuatif.
“Operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” pungkas Abdul Muhari. ***














