Hukum
DPR Minta Investigasi Menyeluruh Kecelakaan Bus ALS di Sumsel

Kecelakaan bus ASL di Lubuk Linggau tewaskan 16 orang. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang menabrak truk tangki BBM di Sumatera Selatan hingga menewaskan 16 orang.
Lasarus menilai kondisi jalan rusak menjadi salah satu faktor yang harus mendapat perhatian serius dalam penyelidikan kecelakaan tersebut. Menurutnya, kerusakan jalan dapat menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan.
“Kondisi jalan yang rusak merupakan ancaman serius terhadap keselamatan lalu lintas. Namun kita tetap menunggu hasil investigasi resmi dari KNKT terkait penyebab pasti kecelakaan ini,” ujar Lasarus kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan investigasi tidak boleh hanya berfokus pada satu faktor semata. Ia meminta pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, termasuk terhadap kondisi armada bus dan faktor pengemudi.
Menurut Lasarus, kecelakaan lalu lintas umumnya dipicu kombinasi sejumlah faktor, mulai dari kondisi kendaraan, kelayakan jalan, hingga aspek human error.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Bus ALS dilaporkan terbakar hebat setelah bertabrakan dengan truk tangki BBM dari arah berlawanan.
Berdasarkan keterangan kepolisian, dugaan sementara kecelakaan bermula saat bus ALS oleng ke jalur kanan diduga untuk menghindari lubang di jalan. Bus kemudian masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan langsung dengan truk tangki.
Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan informasi tersebut diperoleh dari keterangan kernet bus yang selamat dari insiden tersebut.
“Keterangan sementara menyebut bus sempat oleng ke kanan, diduga menghindari lubang, hingga akhirnya masuk jalur lawan dan bertabrakan dengan truk tangki BBM,” kata Karim.
Saat ini aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Sementara itu, proses identifikasi korban juga terus dilakukan oleh tim gabungan.
Tragedi tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah, khususnya jalur lintas antarkota yang menjadi jalur utama transportasi darat di Sumatera.***














