Connect with us

Nasional

BNPB Verifikasi Laporan Dua Wisatawan Tewas dalam Erupsi Gunung Dukono

Diterbitkan

pada

Gunung Dukono erupsi diduga memakan korban tewas.(Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Erupsi Gunung Dukono dilaporkan memakan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut terdapat laporan sementara mengenai dua wisatawan pendaki yang diduga meninggal dunia akibat insiden di kawasan gunung tersebut.

Diketahui sejak 4 April lalu, Gunung Dukono kembali melakukan aktivitasnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan informasi itu diperoleh dari hasil koordinasi lintas instansi, termasuk bersama tim Basarnas.

“Berdasarkan informasi sementara, terdapat laporan dua wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat insiden di kawasan Gunung Dukono,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Meski demikian, BNPB menegaskan informasi tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait lainnya. Tim gabungan saat ini masih melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mendalami kronologi kejadian.

Advertisement

Selain itu, BNPB juga menyoroti dugaan adanya aktivitas pendakian ilegal di kawasan Gunung Dukono meski status penutupan wisata pendakian telah diberlakukan sebelumnya.

Menurut Abdul Muhari, hasil diskusi sementara antarinstansi mengindikasikan adanya dugaan kelalaian dari pegiat wisata atau pihak tertentu yang tetap melakukan pendakian di tengah larangan aktivitas di area gunung api aktif tersebut.

Pemerintah pun terus melakukan pendalaman guna memastikan seluruh rangkaian kejadian secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran terhadap aturan keselamatan pendakian.

BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, dan para pendaki agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah maupun petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Warga yang berada di sekitar kawasan gunung juga diminta menghindari radius bahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement