Connect with us

Olahraga

Rapat Anggota KOI/NOC Indonesia, Okto Tegaskan Komitmen Presiden Prabowo Perlu Diikuti Keberpihakan Nyata Dalam Anggaran

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari yang akrab disapa Okto pada pembukaan Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tahun 2026 di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). (NOC Indonesia/ Naif Muhammad Al-As)

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari  pada pembukaan Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tahun 2026 di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). (NOC Indonesia/ Naif Muhammad Al-As)

FAKTUAL INDONESIA: Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari menegaskan, komitmen Presiden RI Prabowo Subianto terhadap olahraga telah terlihat jelas.

Namun menurut Raja Sapta Oktohari, komitmen itu perlu diikuti dengan keberpihakan nyata dalam proses anggaran, terutama dalam mendukung program pelatihan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

“Kami berharap ada keberpihakan yang lebih maksimal dalam pembiayaan. NOC Indonesia bersama 72 anggota dalam waktu dekat akan bersurat kepada Kementerian Keuangan untuk membuka ruang komunikasi langsung. Kami yakin, dengan duduk bersama, akan ada solusi konkret,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari, pada  pembukaan Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tahun 2026 di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Pembukaan Rapat Anggota tahun yang dihadiri 72 induk organisasi cabang olahraga juga menghadirkan nuansa berbeda, dengan penekanan pada inovasi dan diplomasi olahraga internasional. Kehadiran tokoh global serta penguatan hubungan dengan organisasi dunia menjadi bagian dari strategi NOC Indonesia untuk memastikan posisi Indonesia semakin diperhitungkan di panggung olahraga internasional.

Pada pembukaan itu terlontar pesan kuat tentang urgensi penyelarasan pembiayaan cabang olahraga sebagai fondasi utama peningkatan prestasi nasional. Dalam forum yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan olahraga ini, NOC Indonesia menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi cabang olahraga (cabor) kepada pemerintah, khususnya terkait tantangan pendanaan yang dihadapi atlet dan federasi.

Advertisement

Seperti dilansir rilis dari NOC Indonesia, Okto mengemukakan bahwa komunikasi yang terbuka dan selaras antar stakeholder menjadi kunci untuk memastikan pembinaan atlet berjalan optimal, terlebih menjelang agenda multievent penting seperti Asian Games dan Olimpiade Los Angeles 2028.

“Kami mendengarkan langsung berbagai masukan dan keluhan dari cabang olahraga, khususnya terkait pembiayaan. Prestasi tidak bisa instan, butuh proses panjang dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, semua kepentingan harus diselaraskan dengan satu tujuan utama: mendorong prestasi olahraga Indonesia di panggung dunia,” ujar Okto.

Membuka Ruang Dialog

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang dialog dan terus menyerap aspirasi dari NOC Indonesia dan cabang olahraga terkait kebutuhan pendanaan.

“Kami di Kemenpora mendengarkan masukan dari NOC Indonesia dan cabang olahraga mengenai pendanaan. Namun jangan pernah meragukan komitmen Presiden dalam membangun olahraga nasional. Beliau adalah bagian dari olahraga itu sendiri,” ujar Erick.

Advertisement

Erick menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran agar lebih tepat sasaran, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pembinaan atlet yang bersifat berjenjang.

“Untuk pengiriman ke Asian Games 2026 sudah aman. Saat ini kami juga mengajukan skema pelatnas jangka panjang kepada Menteri Keuangan, sesuai arahan Presiden. Karena pembinaan tidak hanya untuk satu event, tapi berkelanjutan, mulai dari jangka pendek, menengah hingga Olimpiade,” jelas Erick yang juga IOC Member satu-satunya dari Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, Erick menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari para pemangku kebijakan yang juga memiliki latar belakang olahraga, guna memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pembinaan atlet nasional. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement