Connect with us

Nasional

Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra, Menag Nasaruddin Ungkap Ribuan Ponpes, Rumah Ibadah, Ratusan Madrasah, KUA Sudah Beroperasi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra, Menag Nasaruddin Ungkap Ribuan Ponpes, Rumah Ibadah, Ratusan Madrasah, KUA Sudah Beroperasi

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memaparkan perkembangan rehabilitasi fasilitas yang terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam press conference di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Kemenag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan ribuan pondok pesantren (Ponpes), ribuan rumah ibadah, ratusan madrasah dan ratusan Kantor Urusan Agama (KUA) sudah beroperasi di daerah yang  terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Sekarang alhamdulillah kita bisa lihat sudah dilakukan rehabilitasi bertahap pada 650 madrasah dan kegiatan belajar-mengajar sudah berjalan,” kata Menag Nasaruddin memaparkan perkembangan rehabilitasi fasilitas yang terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam press conference di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga : Sambut Ramadan dan Idulfitri, Menag Nasaruddin Ingatkan Esensi Agama Mencintai Sesama, Bantukah Anak Cucu Adam

Menurut Menag, sebanyak 1.066 pondok pesantren juga sudah beroperasi dan kegiatan belajar-mengajar juga sudah berjalan. Selain itu, 1.553 rumah ibadah sudah digunakan, dan 101 KUA sudah beroperasi. Untuk satu KUA yang rusaknya paling berat, Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan layanan sementara.

Seperti dilansir laman Kemenag, Nasaruddin menjelaskan, banjir di Sumatra berdampak pada 773 madrasah, 1.173 pesantren, 1.593 rumah ibadah, dan 102 kantor urusan agama (KUA). Dari jumlah itu, saat ini masih ada 110 madrasah yang masuk kategori rusak parah dan 13 lainnya bahkan harus direlokasi. Selain itu, ada 107 pesantren juga rusak parah. Untuk rumah ibadah, 40 unit terdampak berat yang terdiri atas 16 masjid dan 24 gereja. Ada juga satu KUA yang rusak berat.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Umar Dorong PTKI Perbanyak Riset untuk Paten Internasional Bukan Sekadar Tempat Belajar-mengajar

Nasaruddin mengemukakan, rehabilitasi bertahap sudah berlangsung dan sebagian besar fasilitas telah kembali beroperasi. Kemenag menetapkan skala prioritas perbaikan rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren untuk segera dipulihkan agar bisa difungsikan kembali.

Advertisement

“Jelang bulan Suci Ramadhan, kami punya skala prioritas, terutama untuk rumah ibadah dan juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” katanya.

Nasaruddin  menyebut percepatan penanganan di lapangan turut dibantu unsur TNI-Polri, jajaran vertikal Kementerian Agama hingga tingkat bawah, serta partisipasi masyarakat.

Dalam paparannya, Nasaruddin juga menjelaskan skema perbaikan bangunan madrasah yang melibatkan dengan kementerian lain. Ia mengatakan renovasi dan pembangunan gedung madrasah dikerjakan melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Baca Juga : Tanda Keseriusan Pemerintah, Menag Nasaruddin Tegaskan Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren Mendekati Final

“Untuk renovasi dan pembangunan gedung-gedung madrasah kami kerjasama dengan Kementerian PU,” ujarnya.

Terkait pendanaan, Nasaruddin menyampaikan Kemenag menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas yang rusak berat, termasuk rencana penanganan tambahan. Dia menyebut 123 madrasah masuk dalam perencanaan aksi rehabilitasi dan rekonstruksi rusak berat. Untuk dukungan sarana dan prasarana serta kebutuhan pembelajaran, Kemenag mengusulkan anggaran Rp85,5 miliar. Untuk 107 pondok pesantren, bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp74,1 miliar.

Advertisement

Sementara untuk 40 rumah ibadah, bantuan stimulasi rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp20 miliar. Adapun untuk satu KUA yang harus dipindah, ia menyebut kebutuhan pengadaan lahan dan rekonstruksi senilai Rp3M karena memang sudah harus dipindah.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Dorong NU Menyiapkan Figur-figur Manajer yang Mengedepankan Super Team

Nasaruddin  menyinggung dukungan anggaran yang pernah disalurkan melalui Ditjen Pendidikan Islam untuk fasilitas pendidikan terdampak bencana pada 2025, dengan contoh wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk Aceh, ia menyebut anggaran fasilitas pendidikan senilai Rp1,8 miliar dan untuk madrasah sekitar Rp13,1 miliar. Untuk Sumatera Utara, ia menyebut total anggaran untuk pesantren senilai Rp600 juta dan untuk madrasah senilai 600 juta. Sementara untuk Sumatera Barat, ia menyampaikan anggaran fasilitas pendidikan senilai Rp9,4 miliar dan madrasah senilai 4,2 M.

Nasaruddin  mengapresiasi peran masyarakat yang saling bahu-membahu sehingga progres pemulihannya semakin cepat. “Alat-alat berat turun dan siang dan malam mereka bekerja, sehingga hasilnya bisa kita lihat seperti berikut. Kita juga sudah lengkapi sebagian besar mimbarnya, sound system-nya, kemudian listriknya, termasuk juga jaringannya,” ujarnya.

Selain Kemenag, adapula Kementerian dan Lembaga yang turut berkontribusi dalam penanganan bencana banjir Sumatera seperti di antaranya Kemendikdasmen, Kemen PU, Kemensos, Kemendagri, Kemenkes, Kemenko PMK, BNPB, BPS, dan TNI/Polri dan masih banyak lagi yang turut hadir dalam Press Conference ini. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement