Nasional
Kerja Berbasis Data dan Membumi, Mensos Gus Ipul Instruksikan Kemensos “Buru” The Invisible People di 2026

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, dalam Rapat Sinkronisasi Program Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Hotel Fairfield Bekasi, Selasa (10/2/2026). (Kemensos)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memasuki tahun 2026 dengan semangat baru: bekerja berbasis data dan membumi.
Pesan kuat ini disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Sinkronisasi Program Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Hotel Fairfield Bekasi, Selasa (10/2/2026). Baginya, laporan yang rapi di atas kertas tidak akan berarti jika masyarakat tidak merasakan dampaknya secara nyata di lapangan.
Baca Juga : Mensos Gus Ipul Serahkan Santunan Korban Banjir Deli Serdang: Ahli Waris Terima Rp15 Juta
Satu poin yang menjadi sorotan utama adalah perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap kelompok masyarakat yang sering terlupakan dalam proses pembangunan, atau yang disebut Gus Ipul sebagai the invisible people.
“Presiden memiliki atensi luar biasa kepada the invisible people ini. Mereka ada di sekitar kita, tapi sering luput dari perhatian. Tugas kita memastikan mereka tidak terlewat,” tegas Gus Ipul seperti dilansir laman kemensos.
Dia mengingatkan bahwa tugas ini bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan amanah konstitusi Pasal 34 UUD 1945, di mana negara wajib memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.
Baca Juga : Longsor Desa Pasirlangu: Kemensos Kirim Bantuan Tambahan, Mensos Gus Ipul: Pendataan Korban Terus Dilakukan
Bekerja dengan Data, Bukan Asumsi
Setelah melewati tahun 2025 sebagai masa penyesuaian, Gus Ipul menuntut akurasi tingkat tinggi dalam setiap intervensi program di tahun 2026. Ia menekankan tiga pilar utama:
- Akurasi Data: Setiap bantuan harus didasarkan pada data yang bisa dipertanggungjawabkan.
- Program Membumi: Sosialisasi program harus sederhana dan mudah dipahami masyarakat luas, bukan bahasa administratif yang kaku.
- Sinergi Terpadu: Perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial harus saling terhubung antar unit kerja dengan lini masa yang terukur.
Baca Juga : Mensos Gus Ipul Utarakan Pendamping PKH adalah Kunci Ketepatan Sasaran Sekolah Rakyat dan Bansos
Hapus Rutinitas Administratif
Gus Ipul mengajak jajarannya untuk keluar dari zona nyaman administrasi semata. Ia berharap prestasi Kemensos di tahun 2026 diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput.
“Mari kita songsong 2026 ini dengan penuh semangat. Mudah-mudahan semakin banyak prestasi yang bisa kita ukir, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya menutup arahan di hadapan para pejabat eselon satu dan kepala sentra seluruh Indonesia. ***














