Nasional
Prabowo Instruksikan Perang Melawan Sampah dari Tingkat Desa: Uji Coba Teknologi Mikro Dimulai Tahun Ini

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangannya kepada awak menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta teknologi pengolahan sampah skala mikro yang sudah dikembangkan kampus segera dipercepat implementasinya untuk penanganan sampah di tingkat kelurahan dan desa. (BPMI Setpres)
FAKTUAL INDONESIA: Presiden Prabowo Subianto mulai menggeser strategi penanganan sampah nasional ke arah yang lebih taktis. Tak hanya mengandalkan proyek raksasa Waste to Energy, kini fokus pemerintah menyasar unit terkecil masyarakat: Kelurahan dan Desa.
Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Rabu (11/2/2026), Presiden menginstruksikan percepatan penggunaan teknologi pengolahan sampah skala mikro. Langkah ini diambil untuk memastikan masalah sampah selesai di sumbernya, sebelum sempat menumpuk di TPA.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa Presiden ingin hasil riset perguruan tinggi tidak hanya berakhir di perpustakaan, tapi langsung turun ke lapangan.
Baca Juga : Tarif AS untuk Indonesia Fix 19 Persen, Prabowo Akan Segera Teken Tarif Dagang Tersebut
“Bapak Presiden meminta teknologi pengolahan sampah skala mikro yang sudah dikembangkan kampus segera dipercepat implementasinya. Kita ingin penanganan sampah di tingkat kelurahan jauh lebih efektif,” ujar Brian kepada media.
Berbeda dengan proyek besar yang mengubah sampah menjadi listrik, teknologi skala mikro ini mengusung konsep Zero Waste yang praktis. Mesin-mesin ini dirancang untuk melahap sekitar 10 ton sampah per hari—volume rata-rata satu kelurahan atau desa.
Menariknya, hasil akhir dari pengolahan ini bukan lagi limbah, melainkan material bermanfaat seperti pasir dan debu teknis sebagai campuran semen, bahan baku pembuatan trotoar (paving block) dan material turunan lainnya yang bernilai ekonomi bagi warga lokal.
Baca Juga : Presiden Prabowo Gelar Indonesia Economic Outlook Tanggapi Moody’s, Kawal Stabilitas Ekonomi Nasional
Pemerintah tidak main-main dalam memastikan proyek ini berkelanjutan. Brian menjelaskan bahwa pihaknya akan menggandeng Danantara untuk urusan pendanaan dan skala industri, serta Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan teknologi yang digunakan ramah lingkungan.
“Kita akan uji coba di beberapa kota tahun ini. Standarnya kita kunci agar massal dan berkualitas,” tambahnya.
Strategi ini menandai babak baru pengelolaan lingkungan di era Kabinet Merah Putih: mengawinkan kecanggihan teknologi universitas dengan kebutuhan nyata masyarakat di akar rumput. ***













