Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Kamis 4 Juni 2026: Sudah Merosot Cetak Rekor Terendah Baru, Berpotensi Melemah Lagi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

FAKTUAL INDONESIA: Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat pada akhir pekan ini setelah  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Sudah tenggelam di zona merah tanpa perlawanan berarti sepanjang hari, IHSG juga mencatat rekor terendah dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terperosok sebesar 101,28 poin atau anjlok 1,70% hingga parkir di level 5.839,79.

Setelah dibuka melemah 21,5 poin atau 0,36 persen ke level 5.919,56 pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, IHSG terus tertekan. Bahkan sempat anjlok hingga menyentuh level terendah harian di 5.644 sebelum memangkas sebagian kerugiannya menjelang penutupan.

Advertisement

Angka ini menandai posisi terendah baru bagi indeks acuan domestik dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Baca Juga : IHSG BEI Rabu 3 Juni 2026: Badai Besar, Sudah Anjlok 4 Persen Terancam Terus Tertekan Pula

Dipicu Sentimen Global dan Regional

Kejatuhan IHSG tidak lepas dari dinamika pasar regional. Mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik terpantau ikut memerah akibat sentimen risk-off global. Tekanan semakin berat bagi pasar domestik menyusul ambruknya nilai tukar rupiah yang sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, ditambah adanya sentimen revisi outlook dari lembaga pemeringkat internasional S&P.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei Jepang melemah 1,36%, Hang Seng Hong Kong turun 1,48%, dan Straits Times Singapura terkoreksi 1,38%.

Dalam pantauan media online seperti dilansir Kontan, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan,tekanan terhadap IHSG masih berlanjut akibat tingginya ketidakpastian di pasar.

Advertisement

“Tekanan jual berlanjut dari perdagangan sebelumnya akibat maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah rendahnya kepercayaan investor,” ujarnya, Kamis.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga turut melemah 0,45% ke level Rp 18.049 per dolar Amerika Serikat.

Dari eksternal, Alrich menambahkan, mayoritas bursa Asia juga bergerak melemah seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi.

Baca Juga : IHSG BEI Selasa 2 Juni 2026: Awal Mengesankan Rebound 1,11%, Sinyal Teknikal yang Positif

Secara sektoral, seluruh indeks sektor tercatat melemah, dengan penurunan terdalam pada sektor industrial yang turun hingga 4,07%.

Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan IHSG yang fluktuatif turut dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

Advertisement

Menurutnya, pelaku pasar juga mencermati sentimen jangka pendek dari rebalancing indeks global FTSE Russell yang akan efektif pada 22 Juni 2026.

“Hal ini dapat memengaruhi pergerakan dana pasif asing yang menyesuaikan portofolionya,” ujarnya.

Dari global, ia menyoroti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang turut mendorong naiknya persepsi risiko investor.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Baca Juga : Prediksi IHSG BEI Selasa 2 Juni 2026: Rawan Bergerak Variatif tapi Ada Potensi Rebound

Fluktuatif  Cendrung Melemah

Advertisement

Para analis memperkirakan pergerakan IHSG untuk akhir pekan besok masih akan dibayangi oleh volatilitas nilai tukar rupiah dan sikap wait-and-see investor terhadap rilis data makroekonomi global selanjutnya.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengemukakan, secara teknikal, indikasi pelemahan masih berlanjut.

“Terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross di area pivot,” jelasnya.

Untuk perdagangan Jumat (5/6/2026), Alrich memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dan berpotensi menguji level support di kisaran 5.700-5.800.

Sedangkan Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan support di level 5.733 dan 5.602 serta resistance di 5.944 dan 6.075.

Advertisement

Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan mencermati perkembangan global maupun domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG.

Baca Juga : IHSG BEI Jumat 29 Mei 2026: Senyum Kenyut di Tengah Rebalancing MSCI, Perjalanan Masih Rawan

Seluruh Sektor Rontok, 623 Saham Tumbang

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 623 saham terkoreksi, 106 saham menguat, dan 85 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 39,68 miliar saham diperdagangkan dengan 2,29 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp25,53 triliun.

Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak terkoreksi. Rinciannya, LQ45 -1,37 persen ke 580,92, IDX30 -1,57 persen jadi 328,61, Sri-Kehati -2,13 persen ke 283,63, dan JII -0,67 persen menjadi 352,07.

Tak hanya itu, seluruh sektor juga terpantau ikut melemah, dengan sektor industrial -4,07 persen, sektor properti -3,28 persen, sektor non-siklikal -2,36 persen, sektor infrastruktur -2,34 persen, sektor keuangan -2,04 persen, dan sektor kesehatan -1,81 persen.

Advertisement

Selanjutnya, sektor siklikal -1,48 persen, sektor transportasi -1,39 persen, sektor energi -0,81 persen, sektor bahan baku -0,78 persen, dan sektor teknologi -0,48 persen.

Baca Juga : Prediksi IHSG BEI Jumat 29 Mei 2026: Menanti Badai Rebalancing MSCI dan Efek Rupiah

Penggerak Pasar (Top Gainers & Losers)

Di tengah rontoknya bursa, beberapa saham di jajaran papan atas (LQ45) masih mampu mencatatkan performa positif maupun negatif:

  • Top Gainers (LQ45):
    • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melesat 7,33%
    • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 5,75%
    • PT Alamtri Mineral Indonesia Tbk (ADMR) naik 5,75%
  • Top Losers (LQ45):
    • PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) anjlok -12,60%
    • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) merosot -11,40%
    • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun -8,50%. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement