Ekonomi
IHSG BEI Selasa 2 Juni 2026: Awal Mengesankan Rebound 1,11%, Sinyal Teknikal yang Positif

Usai tekanan rebalancing mereda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai pembukaan hingga penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), rebound melesat menguat di awal Juni. (AI)
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses mengawali bulan Juni dengan performa mengesankan. Mulai pembukaan hingga penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), indeks melesat signifikan dan nyaman parkir di zona hijau setelah sempat didera tekanan ambil untung pada akhir bulan lalu.
Data bursa menunjukkan IHSG ditutup rebound menguat 1,11% atau terkerek naik 68,04 poin menuju level 6.195,42. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,10 poin atau 1,33 persen ke posisi 619,27.
Sepanjang hari, indeks bergerak sangat dinamis dalam rentang harian yang cukup lebar, sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.264,26 setelah dibuka di zona optimis pada level 6.210,00 atau menguat 82,62 poin atau 1,35 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,05 poin atau 0,83 persen ke posisi 616,22.
Sektor Energi Jadi Motor Utama
Melonjaknya IHSG di awal pekan ini tidak lepas dari meredanya sentimen penyesuaian portofolio investor global atau rebalancing indeks MSCI dan FTSE yang sempat memicu arus keluar (outflow) dana asing cukup masif pada akhir Mei lalu. Begitu tekanan tersebut mereda, pelaku pasar segera memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi beli bersih terhadap saham-saham yang harganya sudah terkoreksi dalam.
Secara sektoral, pergerakan pasar hari ini berlangsung cukup kontras. Dari total sektor yang melantai, indeks sektoral energi menjadi tulang punggung utama penguatan bursa dengan lonjakan tajam mencapai 1,61%. Sektor barang baku turut mengekor di zona hijau dengan apresiasi sebesar 1,32%, disusul sektor infrastruktur yang naik 0,64%.
Sebaliknya, sektor transportasi dan logistik harus rela menjadi penekan terdalam bursa setelah ambruk 3,33%, diikuti sektor kesehatan yang terpangkas 2,26%.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana seperti dikutip dari liputan6.com menuturkan, IHSG ditutup naik 1,1% yang didorong sektor saham energi dan perbankan. “Dari sisi lain emiten-emiten konglomerasi juga menguat hari ini, kemudian dari global investor masih mencermati perkembangan Amerika Serikat-Iran yang masih dalam tahapan negosiasi, lalu nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat,” katanya.
Saham Unggulan LQ45 yang Melejit
Aktivitas perdagangan di lantai bursa hari ini berjalan sangat ramai dan likuid. Volume transaksi tercatat menembus angka 30,84 miliar saham dengan total nilai transaksi yang sangat jumbo, yakni mencapai Rp 25,02 triliun. Dinamika pasar mencatat sebanyak 281 saham bergerak menguat, 389 saham melemah, dan 147 saham lainnya stagnan.
Di jajaran saham indeks elite LQ45, beberapa emiten mencatatkan lonjakan harga yang fantastis dan menjadi penopang utama (market movers) pergerakan IHSG sore ini:
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Memimpin posisi top gainer dengan lonjakan luar biasa sebesar 24,60% ke level Rp 1.190.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Mengekor kuat di posisi kedua dengan kenaikan tajam mencapai 20,00%.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Emiten tambang raksasa ini turut membukukan performa impresif dengan penguatan 17,88%.
Di sisi lain, saham yang harus gigit jari masuk dalam barisan top losers di LQ45 di antaranya adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang turun 5,23% dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang merosot 5,05%.
Proyeksi Pasar Selanjutnya
Keberhasilan IHSG merebut kembali level 6.195 memberikan sinyal teknikal yang cukup positif untuk jangka pendek. Para analis memperkirakan indikator Stochastic RSI yang mulai menunjukkan pembalikan arah dapat membuka peluang bagi indeks untuk menguji area resistance terdekat di kisaran 6.260–6.300 pada perdagangan esok hari.
Phintraco Sekuritas menjelaskan, meskipun mayoritas indeks di bursa Asia bergerak melemah karena ketidakpastian negosiasi AS-Iran serta kenaikan harga minyak, IHSG bergerak di teritori positif sepanjang perdagangan.
Secara teknikal, IHSG bertahan di atas level MA5. Penyempitan histogram negatif MACD berlanjut dengan Stochastic RSI mengarah ke area pivot.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220-6.280,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Selasa (2/6/2026).
Sementara itu, MNC Sekuritas mengungkap, penguatan IHSG diperkirakan akan menguji 6.362-6.484, dengan area koreksi terdekat berada di 5.899-6.080.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham BRPT, IMPC, INCO, dan KLBF untuk trading, Rabu (3/6/2026).
Namun, investor disarankan tetap mencermati rilis data inflasi domestik serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang hari ini bergerak berlawanan arah. ***














