Connect with us

Nasional

Konferensi Lembaga Hadis di Madinah, Menag Nasaruddin Tawarkan Kemitraan Strategis Kemenag dan King Salman Complex

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Konferensi Lembaga Hadis di Madinah, Menag Nasaruddin Tawarkan Kemitraan Strategis Kemenag dan King Salman Complex

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri Konferensi Lembaga Hadis ke-5 yang diselenggarakan oleh King Salman Complex for the Prophetic Sunnah di Madinah, Arab Saudi. (Kemenag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menawarkan kemitraan strategis antara Kementerian Agama dan King Salman Complex dalam penyelenggaraan Musabaqah (Perlombaan) Hafalan Hadis tingkat internasional. Bahkan Menag Nasaruddin menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah.

Tawaran itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Konferensi Lembaga Hadis ke-5 yang diselenggarakan oleh King Salman Complex for the Prophetic Sunnah di Madinah. Nasaruddin hadir dalam kapasitasnya sebagai penasihat pada Lembaga Hadits di Madinah.

Nasaruddin merupakan satu-satunya tokoh dari kawasan Asia yang menjadi anggota Dewan Pengawas Lembaga Hadits Kerajaan Arab Saudi. Lembaga ini berada di bawah otoritas keluarga kerajaan.

Baca Juga : Neraca Perdagangan Oktober 2025 Surplus USD 2,39 Miliar, Menag Busan: Lanjutkan Tren 66 Bulan Berturut-turut

“Kami menyambut baik sepenuhnya inisiatif Musabaqah Internasional Hafalan Hadis Nabi yang Mulia. Inisiatif ini sangat sejalan dengan upaya-upaya yang terus dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia secara berkelanjutan,” kata Nasaruddin dalam sambutannya.

Seperti dilansir laman Kemenag, Nasaruddin menjelaskan bahwa Indonesia secara rutin menyelenggarakan musabaqah hafalan hadis tingkat nasional setiap dua tahun sekali. Kompetisi ini mencakup hafalan 100 hadis dari Shahih Bukhari dengan sanad lengkap serta 500 hadis berikut penjelasannya (syarah).

Advertisement

Berdasarkan pengalaman tersebut, Nasaruiddin menyampaikan dua bentuk tawaran kerja sama kepada King Salman Complex. Pertama, penyelenggaraan Musabaqah Hadis tingkat internasional, dengan Indonesia siap menjadi tuan rumah. Kedua, dukungan hadiah dan penghargaan dari King Salman Complex untuk para pemenang musabaqah nasional di Indonesia.

Baca Juga : Apresiasi Penyerahan Lahan Wakaf, Menag Nasaruddin Sampaikan NU Penjaga Umat Kabupaten Bone

“Kami berharap penghargaan ini dapat memperkaya kecintaan generasi muda terhadap Hadis Nabi serta memperluas penyebaran nilai-nilai hadis di tengah masyarakat,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Nasaruddin mengusulkan agar terjemahan bahasa Indonesia dimasukkan dalam platform digital hadis yang dikembangkan King Salman Complex. Usulan ini Menag sampaikan

Menurut Nasaruddin, terjemah Indonesia dalam platform digital hadis yang dikembangkan King Salman Complex sangat penting. Sebab, jumlah penduduk muslim di Indonesia sangat banyak. Terjemah itu akan semakin memudahkan akses muslim Indonesia terhadap literatur hadis yang kredibel dan mudah dipahami.

“Usulan ini mendapat perhatian positif dari para peserta konferensi dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan studi hadis,” ujarnya di Madinah, Rabu (3/12/2025).

Advertisement

Baca Juga : Menag Nasaruddin Apresiasi Hutan Kampus Annuqayah dan Tegaskan Pesantren Madura jadi Motor Peradaban

Dalam forum ini, Nasaruddin juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkolaborasi di tingkat global dalam pemeliharaan dan pengembangan Sunnah Nabi Muhammad SAW. “Tawaran kerja sama dan usulan terjemahan bahasa Indonesia menjadi langkah penting untuk meningkatkan akses, kualitas, dan jangkauan kajian hadis di Indonesia dan dunia,” tegasnya.

Doakan Korban Banjir Sumatra

Bertemu sejumlah ulama dari berbagai negara Islam, Menag Nasaruddin mengajak mereka untuk mendoakan para korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, baik Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Tunggu Perintah Presiden Prabowo untuk Tampung Anak-anak Palestina di UIN atau Pesantren

Hal ini sebagaimana disampaikan Bunyamin yang ikut mendampingi Menag dalam konferensi tersebut. Menurutnya, ajakan doa tersebut merupakan inisiatif Anregurutta—sapaan akrab Menag Nasaruddin Umar di kalangan As’adiyah.

“Anregurutta meminta agar pada konferensi nanti disiapkan satu sesi khusus untuk mendoakan para korban banjir dan longsor di Sumatra,” ujar Bunyamin melalui pesan singkat dari Madinah, Rabu (3/12/2025).

Advertisement

Dikatakan Bunyamin, kehadiran para ulama besar dunia Islam dalam satu forum internasional merupakan kesempatan penting untuk menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Indonesia yang sedang ditimpa musibah.

“Doa para ulama diyakini dapat memberi kekuatan moral dan spiritual, sekaligus menjadi pengingat bagi dunia Islam bahwa musibah ini membutuhkan perhatian bersama,” lanjutnya.

Baca Juga : Kakao Berpotensi Laris Manis, Wamendag Roro: Manfaatkan Program Kemenag untuk Melebarkan Pasar ke Tingkat Internasional

“Ajakan doa dari Menag bukan hanya bentuk empati terhadap masyarakat korban bencana, tetapi juga memperkuat diplomasi kemanusiaan Indonesia di dunia Islam. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia konsisten membangun solidaritas global dalam menghadapi situasi-situasi berat yang menimpa umat manusia,” sambungnya.

Konferensi Lembaga Hadits ke-5 merupakan salah satu forum ilmiah terbesar di dunia Islam yang diikuti para ulama, muhaddits, akademisi, dan penghafal hadits dari negara-negara Islam. Lembaga Hadits Kerajaan Saudi berfokus pada pengkajian, pelestarian, digitalisasi manuskrip hadits, serta penguatan jejaring riset antarnegara Muslim.

Sebagai anggota dewan pengawas, Menag Nasaruddin Umar turut mengawal arah pengembangan ilmu hadits sekaligus membawa peran dan kontribusi Indonesia ke panggung internasional. Selain Menag, hadir juga Ketua Liga Dunia Islam (Muslim World League), Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa, yang juga merupakan anggota Dewan Pengawas Lembaga Hadits Kerajaan Saudi.

Advertisement

“Kehadiran Menag Nasaruddin Umar bersama Ketua Liga Dunia Islam menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis bagi pemimpin keagamaan dunia dalam membahas isu-isu besar umat, termasuk persoalan kemanusiaan,” tandas Bunyamin. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement