Kesehatan
6 Cara Mengatasi Panas Dalam Saat Puasa, Terapkan Sekarang!

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Panas dalam merupakan salah satu masalah tenggorkan yang umum terjadi. Meski tidak berbahaya, penyakit ini menimbulkan ketidaknyamanan. Terlebih ketika berpuasa bisa berdampak pada kelancaran ibadah. Jika demikian, penting untuk mengetahui cara mengatasi panas dalam saat puasa dengan benar.
Panas dalam dapat tejadi pada siapa dan kapan saja. Namun pada saat puasa, risiko mengalami gejala panas dalam bisa meningkat. Penyakit satu ini nantinya bisa menyebabkan gangguan pada tenggorokan, sariawan, bibir pecah-pecah hingga masalah pencernaan.
Perlu digarisbawahi, panas dalam tidak ada di dalam dunia medis. Kondisi ini merupakan kumpulan gejala dari penyakit di tenggorokan (sakit tenggorokan). Jika Anda mengalaminya saat sedang berpuasa di siang hari, Anda bisa menerapkan cara mengatasi panas dalam saat puasa. Dengan begitu, hal ini tidak menghalangi Anda untuk beribadah di bulan Ramadhan.
Baca juga: 7 Cara Menghindari Dehidrasi Saat Puasa, Kuat Sampai Magrib!
Berikut beberapa cara mengatasi panas dalam saat puasa yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Penuhi asupan cairan
Cara mengatasi panas dalam saat puasa yang pertama yaitu mencukupi asupan cairan. Ketika berpuasa, pola minum seseorang cenderung berantakan karena tidak boleh minum selama lebih dari 12 jam. Sebab, panas dalam terjadi karena kurang minum air putih.
Pada saat tubuh dehidrasi, kemungkinan panas dalam akan semakin besar. Untuk itu, cukupi asupan cairan harian dengan mengonsumsi air putih setidaknya 8 gelas atau 2 liter perhari. Agar lebih mudah rumus 2-4-2, yakni 2 gelas ketika berbuka, 4 gelas sebelum tidur dan 2 gelas ketika sahur. Selain itu, Anda juga bisa minum minuman ion yang dapat memberikan cairan lebih di dalam tubuh.
2. Kumur air garam
Tahukah Anda bahwa air garam dapat mengatasi panas dalam? Ini bisa terjadi karena garam bisa membantu mengikat cairan yang terkumpul di tenggorokan. Tak hanya itu, air larutan ini juga dapat membantu membasmi mikroba yang mengganggu di tenggorokan.
Cara mengatasi panas dalam saat puasa dengan air garam tidaklah sulit, Anda hanya perlu mencampurkan setengah sendok teh garam dengan satu cangkir air hangat. Lalu, berkumur dengan larutan tersebut selama 30 detik. Lakukan metode ini setelah berbuka atau saat sahur. Ulangi cara ini hingga sariawan dan sakit tenggorokan mereda.
3. Makan sayur dan buah
Cara mengatasi panas dalam saat puasa berikutnya yaitu makan buah dan sayur. Selain menyehatkan, nyatanya buah dan sayur bisa mengatasi panas dalam karena kaya akan kandungan serat, vitamin, dan mineral. Konsumsi keduanya saat berbuka dan sahur.
Sayur dan buah yang bisa dimakan untuk menghilangkan panas dalam diantaranya bayam, kangkung, wortel, terong, brokoli, stroberi, pepaya, apel, dan anggur. Rutinkan untuk mengonsumsi keduanya dan jauhi juga santan atau makanan panas agar panas dalam di tubuh bisa sembuh secara total.
4. Jauhi makanan pedas dan makanan goreng
Selain makan buah dan sayur, cara mengatasi panas dalam saat puasa juga perlu meninggalkan makanan pedas dan makanan yang digoreng. Makanan pedas disinyalir bisa memperparah gejala panas yang dialami seseorang.
Baca juga: Tips Agar Tidak Mudah Lemas dan Lapar Saat Puasa
Selain itu, makanan yang digoreng ternyata juga bisa mengakibatkan iritasi pada tenggorokan. Umumnya, tekstur makanan ini kering dan berminyak yang nantinya membuat tenggorokan semakin sulit untuk menelan. Maka dari itu, hindarilah makanan pedas dan makanan yang digoreng untuk meredakan panas alami.
5. Air lemon
Salah satu cara mengatasi panas dalam saat puasa adalah minum air lemon. Meski perlu dikonsumsi, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya di siang hari. Anda bisa meminumnya setelah berbuka puasa atau setelah makan sahur.
Lemon dikenal dapat mengatasi flu dan batuk, serta panas dalam. Hal ini tak lepas dari kandungan vitamin C dan antioksidan pada lemon yang mampu meningkatkan jumlah produksi air liur sehingga tenggorokan senantiasa terjaga kelembapannya.
Untuk membuat air lemon, campurkan perasan air lemon ke dalam satu gelas air dengan madu dan diminum. Selain air lemon, Anda bisa mendapatkan kandungan vitamin C dari buah jeruk, anggur, dan apel.
6. Gunakan humidifier
Cara mengatasi panas dalam saat puasa yang terakhir adalah menggunakan humidifier. Panas dalam bisa diperparah oleh cuaca kering, hindari iritasi ini dengan menggunakan pelembab udara dingin di rumah.
Selain itu, menguapi saluran pernapasan bagian atas juga dapat membantu dengan mandi air hangat atau mandi. Anda dapat mencobanya dengan duduk di kamar mandi dan menyalakan shower yang panas hingga mengeluarkan uap bisa memberikan kelegaan.***














