Connect with us

Kesehatan

7 Penyebab Keringat Berlebih yang Sering Diabaikan

Diterbitkan

pada

penyebab keringat berlebih

                                            ilustrasi: penyebab keringat berlebih

FAKTUAL INDONESIA Keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu, tetapi pada kondisi tertentu produksinya bisa menjadi berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang mulai mencari tahu apa penyebab keringat berlebih ketika kondisi ini muncul tanpa adanya alasan yang jelas, bahkan saat tidak melakukan aktivitas berat. Padahal sebenarnya banyak faktor yang bisa memicu produksi keringat yang meningkat, seperti cuaca panas, stres emosional hingga konsumsi makanan tertentu. Bukan hanya itu, kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab dalam memperparah situasi satu ini. 

Berikut Faktualid.com rangkumkan untuk kamu dari berbagai sumber beberapa penyebab keringat berlebih yang bisa mengganggu aktivitas harian kamu. Dengan memahami penyebab dan faktor-faktor yang mendasarinya, kamu bisa mengambil langkah yang sesuai sehingga penanganannya tepat dan efektif. 

7 Penyebab Keringat Berlebih yang Sering Diabaikan, Wajib Tahu!

  1. Genetik

    Penyebab keringat berlebih yang pertama yaitu terjadi karena genetik. Saat ada anggota keluarga kamu, terutama orang tua yang mengalami hiperhidrosis, maka kemungkinan besar kamu pun bisa mengalaminya. Kondisi seperti ini biasanya disebut sebagai hiperhidrosis primer. Yang mana berarti bahwa keringat berlebih terjadi tanpa adanya suatu penyebab medis. 

    Jika kamu berkeringat berlebih dimulai sejak masa kanak-kanak atau remaja, kemudian terus berlanjut hingga kamu dewasa, inilah kondisi yang disebabkan oleh genetik. Adapun beberapa bagian tubuh yang terpengaruh diantaranya yaitu telapak tangan, ketiak, kaki hingga wajah. 

  2. Makanan dan Minuman

    Mengonsumsi makanan atau minuman tertentu juga bisa memengaruhi seberapa banyak kamu berkeringat dan menjadi penyebab keringat berlebih selanjutnya. Makanan-makanan panas, pedas juga yang mengandung capsaicin, bisa menjadi makanan yang memicu keringat keluar. 

    Bukan hanya itu, minuman-minuman padas seperti kopi dan teh juga bisa meningkatkan suhu tubuh kamu sehingga menjadi penyebab keluarnya keringat. Mengonsumsi alkohol dan kafein juga merupakan stimulan yang bisa merangsang sistem saraf sehingga meningkatkan produksi keringat.

    Baca juga: 7 Cara Mengatasi Keringat Berlebihan, Alami dan Mudah Diterapkan

  3. Perubahan Hormonal

    Perubahan hormonal seperti saat pubertas, menstruasi, kehamilan hingga menopause juga menjadi salah satu penyebab keringat berlebih yang bisa terjadi. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi dalam produksi keringat. Sistem saraf otonom yang mengendalikan kelenjar keringat akan dipengaruhi oleh adanya perubahan hormon ini. 

    Itulah yang mengakibatkan tubuh menghasilkan lebih banyak keringat dari pada biasanya. Namun, tidak perlu khawatir karena kondisi satu ini merupakan hal yang umum terjadi dan kamu tidak memerlukan rangkaian perawatan medis, kecuali keringat berlebih disertai dengan adanya gejala-gejala lain yang mengganggu. 

  4. Efek Samping Obat-obatan

    Terdapat beberapa jenis obat yang diketahui memiliki efek samping yang berkaitan dengan penyebab keringat berlebih. Misalnya, penggunaan obat antidepresan, obat penurun tekanan darah, obat pereda nyeri hingga obat untuk terapi kanker, bisa menjadi pemicu kondisi hiperhidrosis sekunder pada sebagain orang. 

    Apabila kondisi ini muncul saat kamu sedang mengonsumsi obat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Agar kamu mendapatkan penyesuaian dosis atau penggantian dengan jenis obat lain yang lebih sesuai sehingga bisa menjadi solusi untuk mengurangi efek samping tersebut. 

  5. Stres dan Kecemasan

    Penyebab keringat berlebih lainnya yaitu akibat stres dan kecemasan. Saat seseorang sedang mengalami ketegangan atau kecemasan, maka tubuh akan merespon dengan cara melepaskan hormon adrenalin yang bisa meningkatkan detak jantung sekaligus produksi keringat. Kondisi ini sering kali dialami saat dalam situasi emosional tertentu.

    Biasanya, kondisi ini muncul ketika kamu sedang menghadapi momen yang memicu rasa gugup, seperti berbicara di depan umum, menjalani wawancara kerja, atau sedang dalam situasi sosial yang terasa canggung. Keringat akibat stres ini umumnya terjadi di area telapak tangan, wajah dan ketiak. 

  6. Hiperhidrosis Primer

    Penyebab pasti hiperhidrosis primer belum diketahui secara jelas, tetapi kondisi ini sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab keringat berlebih yang terjadi tanpa adanya pemicu medis tertentu. Umumnya, gejala ini ditandai dengan produksi keringat berlebih pada area tertentu, seperti telapak tangan, kaki, ketiak, kepala hingga wajah. 

    Meski begitu, hiperhidrosis primer diduga berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf yang dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan. Hal ini diperkuat juga dengan adanya temuan sekitar 30-50 persen penderitanya memilik riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

  7. Hiperhidrosis Sekunder 

    Hiperhidrosis sekunder merupakan penyebab keringat berlebih lainnya. Pada hiperhidrosis sekunder, yang juga dikenal sebagai hiperhidrosis umum, keringat berlebih bisa mencul di area tertentu pun bisa menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini akan membuat penderitanya cukup terganggu dalam mengerjakan aktivitas sehari-hari. 

    Hiperhidrosis sekunder biasanya berkaitan dengan kondisi medis tertentu dan lebih sering muncul saat seseorang memasuki usia dewasa. Beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa menjadi pemicu terjadinya kondisi seperti ini yaitu diabetes, penyakit jantung, dan lainnya. 

Keringat berlebih bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi medis, perubahan hormon hingga gaya hidup yang kurang sehat. Memahami penyebab keringat berlebih sangat penting agar penanganan yang dilakukan bisa tepat sasaran, baik melalui perawatan mandiri maupun konsultasi dengan tenaga medis.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement