Kesehatan
7 Jenis Penyakit Seksual Menular, Kamu Wajib Hati-Hati

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Dilansir dari US National Library of Medicine, penyebab penyakit seksual menular adalah bakteri, virus dan parasit. Kebanyakan penyakit menular seksual menyerang pria dan wanita. Namun, dalam kebanyakan kasus masalah kesehatan yang paling parah terjadi pada wanita.
Hal ini terutama pada wanita hamil yang menderita penyakit seksual yang menular. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi bayi yang ada dalam kandungan. Terkadang, infeksi ini dapat ditularkan secara non-seksual seperti dari ibu ke bayi selama kehamilan atau persalinan.
Berikut jenis penyakit seksual yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.
Daftar isi
1. Sifilis
Penyakit seksual menular yang pertama adalah sifilis. Sifilis merupakan infeksi bakteri lain yang sering kali tidak diperhatikan pada tahap awal. Gejala pertama yang muncul adalah luka bulat kecil atau dikenal juga sebagai chancre.
Gejala-gejala sifilis meliputi ruam, demam, sakit kepala, kelelahan, rambut rontok hingga penurunan berat badan. Jika tidak cepat diobati, sifilis dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, ingatan, pendengaran, kejiwaan serta infeksi pada otak atau sum-sum tulang belakang.
2. Gonore
Penyakit seksual menular yang kedua adalah gonore. Gonore atau kencing nanah termasuk salah satu penyakit seksual yang menular dan paling banyak dialami. Gonore ditandai dengan berbagai gejala.
Gejala gonore sebagai berikut:
- Gatal di sekitar alat kelamin.
- Sakit saat berhubungan seks atau buang air kecil.
- Keluar cairan berwarna kuning atau hijau dari penis atau vagina.
- Lebih sering buang air kecil.
Gonore bisa menyebabkan infeksi pada saluran buang air kecil, testis, kelenjar prostat, infertilitas atau penyakit radang panggul. Ibu yang menularkan gonore pada bayi yang baru lahir dapat menyebabkan kesehatan serius pada bayi.
Baca juga: Sering Mengalami Vagina Gatal? Kenali 7 Penyebabnya
3. Kutu Kemaluan
Penyakit seksual menular yang ketiga adalah kutu kemaluan. Kutu kemaluan merupakan serangga kecil yang berkembang pada rambut kemaluan. Seperti kutu kepala dan kutu tubuh,kutu kemaluan juga memakan darah manusia.
Gejala umum kutu kemaluan sebagai berikut:
- Gatal di sekitar alat kelamin dan anus.
- Demam ringan.
- Tubuh terasa lemas dan tidak berenergi.
- Benjolan merah mudah di sekitar alat kelamin atau anus.
Jika tidak cepat diobati, kutu kemaluan dapat menyebar ke orang lain melalui kontak kulit ke kulit atau pakaian, tempat tidur atau handuk yang digunakan bersama-sama.
4. Herpes
Penyakit seksual menular yang keempat adalah herpes. Herpes merupakan nama singkat untuk herpes simpleks (HSV). Ada dua strain utama virus, HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 terutama menyebabkan herpes oral atau yang sering juga disebut dengan luka dingin. Penyakit ini dapat ditularkan dari mulut ke alat kelamin melalui seks oral.
HSV-2 terutama menyebabkan herpes genital. Gejala herpes yang paling umum terjadi adalah luka lepuh. Dalam kasus herpes genital ini, luka berkembang di sekitar alat kelamin.
Baca juga: 6 Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Herpes Genital
5. Chancroid
Penyakit seksual menular yang pertama adalah chancroid. Dikutip dari International Journal of Dermatology, chancroid merupakan bakteri yang menyebabkan luka terbuka si sekitar alat kelamin.
Pada pria, penyakit ini ditandai dengan benjolan kecil berwarna merah pada alat kelamin mereka yang dapat berubah menjadi luka terbuka dalam waktu sekitar satu hari.
Sementara pada wanita, terdapat empat atau lebih benjolan merah di labia, antara labia dan anus atau di paha. Labia merupakan lipatan kulit yang menutupi alat kelamin wanita.
6. HIV
Penyakit seksual menular yang keenam adalah HIV. HIV merupakan penyakit yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko tertular virus atau bakteri lain. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan HIV tahap 3 yang dikenal juga dengan AIDS.
Gejala HIV yang paling sering ditemui seperti:
- Sakit kepala.
- Sakit tenggorokan.
- Demam.
- Panas dingin.
- Sakit dan nyeri di seluruh tubuh.
- Pembengkakkan kelenjar getah bening.
7. HPV (Human Papillomavirus)
Penyakit seksual menular yang terakhir adalah Human Papillomavirus. Human papillomavirus merupakan virus yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak intim atau seksual.
Gejala HPV yang paling umum ditemukan adalah kutil pada alat kelamin, mulut atau tenggorokan. Menurut National Cancer Institute, sebagian besar kasus kanker terkait HPV di Amerika disebabkan oleh HPV 16 dan HPV 18.***














