Home Lapsus Kesadaran Tinggi Warga, DKI Yakin PTM Bisa Berjalan Lebih Baik

Kesadaran Tinggi Warga, DKI Yakin PTM Bisa Berjalan Lebih Baik

oleh Bambang

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 30 Agustus 2021 di Ibukota telah berjalan dengan baik, sehingga Jakarta yakin PTM bisa dilaksanakan lebih baik ke depannya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin.

“Sejauh ini baik ya, antusias warga sangat baik, kami optimis PTM ini hari-hari ke depan bisa lebih baik lagi,” tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Pihak Orang tua, murid hingga komponen di sekolah telah semakin memahami serta mengerti pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi. Terbukti dengan terlihatnya penerapan prokes dilaksanakan secara maksimal di sekolah-sekolah yang melaksanakan PTM.

“Mudah-mudahan kita bisa menambah jumlah sekolah tatap mukanya, di Oktober, November, Desember dan seterusnya, sehingga bisa memenuhi 100 persen pembukaan sekolah yang ada di Jakarta mulai dari SD, SMP, SMA/SMK dan madrasah,” jelas Wagub Ariza.

Memang pembelajaran di sekolah masih dilaksanakan sebagian-sebagian, yakni sebagian tatap muka, dan sebagian lainnya daring dengan dalam sepekan hanya tiga hari bisa dilaksanakan PTM.

“Tentu kami akan lihat dan evaluasi lagi beberapa bulan ini ya, mudah-mudahan Covid-19 makin turun, vaksinnya makin tinggi dan kesiapan sekolah semakin baik sehingga memungkinkan akan dibuka semuanya,” tutur Ariza.

DKI telah memulai untuk melanjutkan ujicoba PTM di 610 sekolah sejak Senin (30/8/2021). Lalu pada September, jumlah PTM telah bertambah 1.500 sekolah. PTM ini berangkat dari keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperbolehkan dengan protokol kesehatan ketat di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Jakarta.

PTM di DKI tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 1026 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019 yang ditandatangani Anies sejak 23 Agustus 2021.

“Pada perpanjangan PPKM Level 3 kali ini, pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh dapat kembali dilaksanakan dengan ketentuan berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri,” sebut Anies, Rabu (25/8/2021).

Dalam Kepgub tersebut, Anies menetapkan bahwa untuk satuan pendidikan sederajat TK, SD, SMP hingga SMA, diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen. Hal tersebut mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri dengan Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Sementara satuan pendidikan sederajat SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB ditetapkan oleh Anies bisa dilakukan pembelajaran tatap muka maksimal dengan kapasitas 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas. Untuk jenjang pendidikan PAUD, Anies menetapkan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas. ****

Tinggalkan Komentar