Connect with us

Ekonomi

BBM Naik, Wapres: Pengalihan Subsidi Supaya Tepat Sasaran

Diterbitkan

pada

Pengalihan Subsidi Supaya Tepat Sasaran

BBM Naik, Wapres: Pengalihan Subsidi Supaya Tepat Sasaran (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengatakan kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) semata-mata untuk mengalihkan subsidi BBM agar benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak menerimanya.

Menurutnya, subsidi mayoritas justru dimanfaatkan orang yang mampu dan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, pemerintah tetap akan memberikan subsidi, namun ditata ulang.

Hal itu disampaikan Wapres saat memberikan keterangan pers usai menyaksikan Pengukuhan Pengurus Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Selatan (Sumsel) di Bank Sumsel Babel (BSB) Palembang, Sumsel, Rabu (07/09/2022).

“Bahwa yang selama ini terjadi itu tidak tepat sasaran, karena itu maka ini dilakukan penataan ulang supaya yang menerima itu benar-benar yang menerima. Kalau bahasa kiainya, memberikan hak kepada orang yang berhak,” ujar Wapres, dalam keterangan tertulis, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Harga BBM Naik, DPRD DKI: Sebaiknya Gratiskan Transportasi Publik Selama Satu Bulan

Wapres mengatakan bagi masyarakat kurang mampu yang turut terdampak atas kebijakan ini, pemerintah tetap memberikan kompensasi berupa bantuan sosial (bansos) BBM.

Advertisement

“Selama ini (subsidi) tidak sampai (ke sasaran), karena itu diambil. Karena (subsidi) diambil (maka) bansos BBM yang kita berikan. Jadi, kita mulai lakukan penataan-penataan,” tegas Wapres.

Wapres menjelaskan pemberikan bansos merupakan salah satu upaya pemerintah memberantas kemiskinan ekstrem di tanah air,

“Karena kita sudah memberi bantalannya melalui bansos ini, kita harapkan tidak terlalu berpengaruh tapi akan terus kita amati. Pemerintah akan terus memantau akibat-akibat daripada itu dan terus untuk menjaga. Karena pemerintah kan sudah punya target kemiskinan ekstrem 2024 nol persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia, yang pemerintah lakukan saat ini bukanlah menaikkan. Tetapi, pemerintah melakukan penyesuaian harga.

Baca juga: Repon WO PKS dan Demo Masyarakat Tolak Kenaikan BBM, Ketua DPR RI Puan Maharani Minta Pemerintah Sungguh-sungguh

“Dan tentu saja itu ada akibatnya. Akibatnya itu kemudian ada kenaikan (harga). Sebenarnya bukan kenaikan, tapi penyesuaian. Normalisasi harga pada harga keekonomian,” imbuhnya.

Advertisement

Adapun seberapa jauh dampak penyesuaian harga BBM terhadap masyarakat miskin ekstrem, kata Wapres, kajian dan penelitiannya akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Jadi, BPS yang nanti akan terus memantau dan menyampaikan informasinya kepada pemerintah. Dan pemerintah akan terus mengawal, memantau semua akibat-akibat yang terjadi,” pungkasnya.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement